Home » , » Belum Dapat Jodoh! Ini Untukmu

Belum Dapat Jodoh! Ini Untukmu

Gerimis tak kunjung berhenti, hari ini langitnya tetap gelap seperti hari-hari kemarin. Sambil menunggu hujan reda, membuka kembali hasil diskusi dengan beberapa teman di Facebook, ada banyak cerita dan curhatan teman. Menurut saya kisahnya cukup menarik, karena seputaran “cinta dan jodoh”, dua hal ini kalau dibahas maka tidak akan habis-habisnya. Semoga saja tulisan ini tidak dibaca oleh teman lama saya dimasa kuliah dulu yang berinisial “S”. Kalau dia baca maka dipastikan saya akan dibully karena di anggap anti pacaran, padahal `tidak`. :)

Coba lihat orang-orang di sekitar kita, ada yang sudah menikah, ada yang sedang tunangan, ada yang masih pacaran dan ada pula yang masih single alias jomlo. Saya lebih tertarik membahas yang “jomblo” ini, kenapa? Karena jomblo selalu didiskriminasi dalam lingkungan sosial, dianggap tidak laku, emangnya barang?. Apa gerangan belum punya pacar seperti orang kebanyakan, belum mapan? Masih muda? Masih ingin sendiri? Tidak berani? Rupanya, selidik-demi selidik ada sebuah hal yang sangat luar biasa yaitu “prinsip”.

Yaa, jomblo berarti kita sendiri. Namun bukan berarti kita tak perduli. Jomblo adalah suatu letak dimana sebuah masa kehidupan penuh ujian. Sekuat apa kita bertahan dalam kesendirian dan istiqamah dengan prinsip hidup, seberapa besar hati kita untuk tetap tersenyum bahagia walau berada dalam kesunyian.

Jomblo itu prinsip. Prinsip untuk menjaga diri sebelum bertemu dengan pasangan yang halal. Jomblo itu pilihan bukan karena tidak laku sehingga mengumbar cinta yang tidak semestinya. Jomblo itu menjaga raga dan hati sebelum diberikan kelak pada yang yang berhak. Jomblo itu menjaga hati dan menjaga cinta agar kelak diberikan hanya pada pasangan dengan berlandaskan cinta karena Allah. Jomblo itu tidak terlalu pilih-pilih, tetapi tidak juga asal pilih, mencari yang benar-benar terbaik.

Kata jomblo adalah kata yang menakutkan bagi sebagian orang. Sebagian orang tidak mau disebut jomblo sehingga tidak segan-segan untuk mengumbar cinta. Agar label jomblo tidak melekat pada dirinya, tidak segan-segan untuk mempunyai pasangan yang belum halal dengan asal-asalan. Asal tidak jomblo, maka sebagian orang mau berpasangan dengan siapa saja bahkan dengan kualitas diri pasangan yang rendah sekalipun. Lalu, ketika diajak nikah, ngeles.

Saya yakin, sebagian orang yang mau bersabar dan berkomitmen terhadap prinsip “tidak pacaran sebelum halal”  mereka tidak akan sulit mendapatkan pasangan hidup. Kendala mereka cuma pada prinsip saja, belum siap. Prinsip yang membuat mereka merasa nyaman, bahagia, tanpa beban dan punya banyak waktu untuk memperbaiki diri dan berbuat lebih banyak untuk orang sekitar, bangsa dan agama. 

Mengungkapkan cinta, mudah bukan? Tinggal bilang: “Dek, abang cinta kamu, adek mau jadi pacar abang?” Kata-kata ini ibarat mata rencong yang siap menusuk ke hati sang perempuan, apalagi kalau dibarengi dengan langkah-langkah jitu seperti yang diungkapkan oleh Azmi Labohaji dalam tulisannya “menjemput jodoh”. Saya jamin si perempun langsung bilang “iya bang, adek cinta juga sama abang”. Kalau si perempuan jeli dan kritis, dia langsung balik bertanya “bang, kapan ngelamarnya?” Kalau si laki-laki jawab “kita jalani aja dulu dek”. Yaahhhm, masuk deh dalam perangkap buaya. 

Mengungkapkan cinta mudah, namun bisa gak kita mempertanggungjawabkannya?. Ini yang sulit dilakukan oleh sebagian orang, apakah mereka takut? Oh tidak, mereka sangat berani namun hanya takut mengecewakan hati sang perempuan aja, karena cinta yang diungkapkan hanya ilusi semu, hanya basi basi untuk menenangkan jiwa yang sedang galau. Kalau memang siap untuk mengungkapkan cinta maka harus siap pula untuk melamar, karena cinta sesungguhnya tidak hanya pertautan dua hati namun juga pertautan dua keluarga dan lingkungan yang berbeda. Kalau memang sudah siap, why not?, kalau belum siap, sabar. Ingat, menjadi jomblo adalah prinsip bukan nasib.
*****
Kisah percintaan yang dialami setiap manusia selalu unik dan berbeda-beda. Banyak yang bernasib mujur dan tidak sedikit pula yang kurang beruntung jika sudah bicara soal jodoh. Banyak orang yang berharap untuk segera dipertemukan dengan jodohnya, namun kadang kala hingga diusia senja tak pula kunjung mendapatkan jodoh.

Untuk mendapatkan pasangan yang tepat tidak selamanya mudah. Hal ini berkaitan dengan masalah jodoh. Sementara, jodoh itu sendiri merupakan hal yang ghaib, hanya Allah yang tau, siapa jodoh kita? dan kapan dipertemukannya?. Terkadang pada sebagian orang, jodoh mudah sekali datangnya. Sedangkan bagi sebagian yang lain, kedatangan jodoh terasa sulit. Bahkan, ada yang sampai memasuki usia senja sekalipun, seseorang belum menemukan pasangan hidupnya.

Hal tersebut terkadang menimbulkan keresahan bagi yang mengalami, terutama kaum perempuan. Masih menyandang status jomblo di usia yang sudah bahkan kelewat matang, mendatangkan kegalauan yang sulit ditepis. Siapa yang tidak panik, kalau sudah mulai banyak yang bertanya “kapan nikah? Sudah punya calon belum? Jangan asik kejar karier, nikah dulu! bla..blaaa.bla lain sebagainya. Rasa-rasanya kepala ini mau pecah dan melempar yang bertanya dengan batu-bata. Namun, apa hendak dikata karena itu benar adanya. Sabar, sambil menghela nafas dalam-dalam.

Itulah skenario Allah. Maka tidaklah perlu galau dalam menghadapi permasalahan seperti ini. Yakinlah bahwa Allah telah mengatur semuanya. Allah lebih mengetahui siapa yang terbaik untuk kita. Ikhtiar pasti harus kita lakukan. Namun satu hal yang harus kita yakini dan membuat kita lebih tenang bahwa Allah yang akan menentukan semuanya. Kuncinya adalah lebih dekat kepada Allah dan tidak berhenti berdoa. Bila Allah cepat mengabulkan doa kita, berarti Allah menyayangi kita. Bila Allah lambat mengabulkan doa kita, maka Dia sedang menguji kita. Bila Allah belum mengabulkan doa kita, maka Allah merencanakan sesuatu yang lebih indah untuk kita. Allah tahu yang terbaik untuk hambanya.

Nah, untuk menenangkan hati, bertawakallah! Karena itu yang akan menjadikan kita makin kuat menjalani hari-hari dalam penantian akan datangnya jodoh. Dan jangan lupa, usaha terbaik untuk menemukan jodoh yang baik adalah senantiasa memperbaiki diri dan memohon kepada Allah, Rabb yang menggenggam taqdir-taqdir kita. Sebagaimana janji Allah dalam Al-Quran:

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS. An-Nur: 26).
Jadi, jangan galau. 

Lalu, kalau ada yang bertanya “bagaiman dengan yang menulis ini, sudahkah mendapatkan jodoh?” Hmmm.. Maka tanyakanlah pada Tuhanmu. Kau akan menemukan jawabnya. :D

“Untuk urusan jodoh jangan terlalu pilih-pilih, tapi bukan berarti asal pilih”

#Darbe. Kutaraja, 25 Desember 2014.

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment