Home » , , » Kita Semua Adalah Pemimpin

Kita Semua Adalah Pemimpin

Wirausaha
[Foto dari wartawirausaha.com]
Selama ini terkesan, seolah-olah hanya pencetak goal terbanyak saja yang memiliki prestasi paling gemilang di sebuah tim, padahal goal itu akumulasi dari sebuah kerjasama, dimana 11 orang di dalamnya sama-sama memiliki andil. Andil bersama. 

Sebuah status dari akun facebook Sulaiman Tripa diatas membuat kita semua dipaksa  merenung untuk mengkaji kembali arti sebuah kerja sama dan tujuan dalam sebuah organisasi. Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama (James D. Mooney). Dalam sebuah perkumpulan pasti ada orang yang memimpin dan orang yang dipimpin. Tanpa pemimpin maka sebuah perkumpulan tidak akan bisa  berjalan dengan baik. Ibarat sebuah mesin yang memiliki berbagai komponen didalamnya, seperti mobil, motor, pesawat dan lain sebagainya. Alat-alat itu pasti dikendalikan oleh seorang pemimpin yaitu stir. Sebuah mesin tidak akan bisa berjalan sendiri, mereka saling membutukan dan saling mendukung satu sama lain. Mobil tidak bisa bekerja tanpa adanya ban, motor tidak akan berfungsi tanpa adanya bensin dan pesawat tidak akan bisa terbang tanpa adanya sayap. Itulah sebuah organisasi saling membutuhkan satu sama lain.

Setiap manusia yang terlahir dibumi dari yang pertama hingga yang terakhir adalah seorang pemimpin, setidaknya ia adalah seorang pemimpin bagi dirinya sendiri. Bagus tidaknya seorang pemimpin pasti berimbas kepada apa yang dipimpin olehnya. Karena itu menjadi pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan dan dijalankan dengan baik oleh pemimpin tersebut, karena kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya itu.

Bagaimana sebuah organisasi akan solid jika pemimpin tak disukai pengikutnya dan integritasnya, rendah? Padahal keberhasilan sebuah organisasi meraih target tergantung dari kemampuan pemimpin memberdayakan timnya. Karenanya pemimpin harus menjadi figur yang disukai dan menjadi teladan.

Lihatlah realita di sekitar kita. Posisi pemimpin menjadi rebutan. Segalanya dipertaruhkan, bahkan sampai “sikut sana, sikut sini”. Akhirnya ketika sudah menduduki posisi pemimpin, popularitas dan materilah yang ia kejar, bukan kewajiban sebagai pemimpin yang ia jalankan. Hubungan pemimpin dan pengikut pun sekadar formalitas yang kaku.

Rasullullah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah Radhiyallahu’anhu:
”Wahai Abdul Rahman bin samurah! Janganlah kamu meminta untuk menjadi pemimpin. Sesungguhnya jika kepemimpinan diberikan kepada kamu karena permintaan, maka kamu akan memikul tanggung jawab sendirian, dan jika kepemimpinan itu diberikan kepada kamu bukan karena permintaan, maka kamu akan dibantu untuk menanggungnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pemimpin sejati adalah pemimpin yang bisa memposisikan dirinya pada segala situasi; ada kalanya ia memposisikan diri sebagai teman, sebagai abang dan sebagai adek. Artinya tidak selamanya ia harus memposisikan dirinya sebagai pemimpin. Lihat Jokowi: dia lebih sering memposisikan dirinya sebagai rakyat biasa dengan seringnya berkunjung ke pemukiman masyarakat sehingga ia lebih dicintai.

Pemimpin sejati adalah pemimpin yang baik dalam memimpin diri sendiri, serta memimpin keluarga, tim kerja dan masyarakat. Dikutip dari berbagai sumber, paling tidak ada 10 sikap pemimpin yang disukai orang. Mulai dari hati, pikiran, perkataan hingga tindakan seorang pemimpin yang patut diteladani oleh setiap anggota tim.
  1. lkhlas. Pemimpin yang ikhlas akan dekat di hati orang-orang yang dipimpinnya. la mendasari kepemimpinannya dengan rasa mencintai sesamanya serta sarana beribadah kepada Allah. Keikhlasan hatinya membuat ia tegar terhadap segala ujian. la tidak mengharapkan pujian, mengabaikan cacian, tidak pernah dendam. la menjalankan kewajibannya yaitu melayani orang-orang yang dipimpinnya. Orang pun ikhlas dipimpin oleh pemimpin seperti ini.
  2. Amanah dan tanggung jawab. Pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab menyebabkan hak-hak semua anggota tim ditunaikan dengan baik.
  3. Teguh pendirian. Pemimpin harus teguh pada kebenaran yang sesuai norma agama dan hukum masyarakat. Pemimpin tetap profesional dan tak tergelincir pada masalah KKN yang marak dewasa ini.
  4. Sabar. Sikap ini selalu menguntungkan, tidak ada kata ruginya sama sekali. Berhadapan dengan berbagai ragam karakter orang yang harus dilayani menuntut kesabaran yang tinggi. Pemimpin yang penyabar mampu menangani setiap permasalahan dengan rasional.
  5. Tidak sombong. Sifat ini dicintai Allah, disukai manusia, Pemimpin mestinya tidak tabu terhadap kritik, tidak gila hormat, jabatan dan pujian. la tidak menerapkan prinsip aji mumpung, mumpung punya kuasa sehingga bisa menguasai semua orang.
  6. Berkata benar. Pemimpin yang tetap berkata benar walau dalam keadaan apa pun. Orang yang jujur disukai (disegani) kawan dan lawan. Sekali berbohong, akan berbuntut kebohongan lainnya, sehingga akhirnya ia tidak akan mendapat kepercayaan dari orang Iain. Ingat, sekali berbohong seumur hidup orang tidak akan percaya.
  7. Mahir berkomunikasi. Pemimpin harus mahir menggunakan bahasa untuk menimbulkan kesan positif atas hubungan khususnya antara pemimpin dan individu yang dipimpinnya. Bahasa komunikasi yang baik bisa membuat seorang pemimpin dipandang menarik walaupun mungkin penampilannya kurang menarik. Kala menghukum/mengritik nada bicaranya tidak terasa pedas dan menyakitkan, bahkan justru bisa mendorong semangat anak buahnya untuk memperbaiki diri. Pujiannya juga pas dan tulus.
  8. Tepat janji. Jika sudah berjanji, sekecil apa pun itu, penting bagi seorang pemimpin untuk menepatinya agar semakin dipercayai dan disukai. Orang tidak akan ragu-ragu untuk terus memberi mandat kepada pemimpin yang selalu menepati janji. Pemimpin yang menabur janji-janji kosong akan membuat anggota tim kecewa dan memandang pemimpinnya tidak lagi punya integritas yang tinggi. Pemberi Harapan Palsu (PHP).
  9. Berhati-hati. Berhati-hati dalam membuat keputusan atau berbicara menjadikan seseorang pemimpin dihormati. la selalu bertindak berdasarkan norma atau pemikiran yang jelas, serta menjauhi perkara yang meragukan (di wilayah abu-abu). Sikap ini disukai orang karena menunjukkan pemimpin tidak mudah dipengaruhi oleh pihak-pihak yang punya maksud terselubung.
  10. Kuat sisi spiritualnya. Kekuatan spiritual akan mengontrol tingkah laku seseorang tetap positif dan produktif. Pemimpin konsisten dengan kebajikan dan menjauhi perkara yang merugikan orang.
Sungguh berat beban, tugas, dan tanggung jawab seorang pemimpin. Mestinya jabatan pemimpin bukan sebagai bahan rebutan, tapi sebagai sebuah kewajiban yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh, tanpa pamrih.
-------------------------------------------------------
Para pecundang selalu menunggu bukti dan para pemenang selalu menjadi bukti.
Seribu kata akan dikalahkan satu aksi nyata.

Semoga tahun 2014 menjadi awal yang baik bagi pencapaian terget-target kita.
Tetap semangat. :D

# Malam tahun 2014, tahun baru tanpa suara terompet dan letusan mercon.


[M.Darmansyah Hasbi]

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment