Home » , , » Lembata itu Keren

Lembata itu Keren

Kalau teman-teman melihat di peta, maka tidak akan pernah menemukan pulau Lembata. Peta Indonesia dulunya merupakan karya besar dari orang Belanda dimana pada masa pemerintahan Hindia Belanda hingga kini dikenal dalam peta Indonesia dengan nama "Pulau Lomblen".  Pada tanggal 24 Juni 1967 dilaksanakan Musyawarah Kerja Luar Biasa Panitia Pembentukan Kabupaten Lembata yang diselenggarakan di Lewoleba yang kemudian mengukuhkan nama Lembata. Pengukuhan nama "Lembata" ini sesuai sejarah asal masyarakatnya dari pulau "Lepanbatan", sehingga mulai 01 Juli 1967 sebutan untuk penduduk yang semula "Orang Lomblen" berubah menjadi "Orang Lembata". 

Lembata = Lembutnya beta; NTT = Nikmat Tiada Tara.

Ya. Itu hanya pengantar. 

Karena penasaran, banyak teman-teman yang bertanya seputar kondisi dan situasi di Kabupaten Lembata, baik melalui SMS, telpon maupun facebook. Fasilitas itu tidak mempunyai ruang yang luas untuk menceritakan tentang Kabupaten Lembata secara keseluruhan oleh karena itu saya bantu melalui tulisan saja biarpun tidak terlau lengkap setidaknya bisa membantu. 

Ini hanya secuil informasi tentang kondisi dan situasi bagi teman-teman yang akan bertugas di “Pulau Ikan Paus”. Sebelumnya: selamat, anda akan memasuki wilayah angker. Jangan pernah mengaku sudah ke Lembata kalau belum melihat dan berfoto diatas ikan paus. Penangkapan ikan paus secara tradisional hanya ada dan satu-satunya di dunia cuma ada di Pulau Lembata. Nah. Kalau sudah sampai ke Lembata segeralah cari tahu dimanakah tempat itu berada.

Untuk menuju pulau Lembata, kalau kita ambil rute dari Kota Kupang menggunakan jalur udara maka kita bisa menggunakan pesawat Trans Nusa atau Susi Air, bisa juga menggunakan jalur laut dengan  menggunakan kapal Fery atau KM Bukit Siguntang, terserah enaknya yang mana tapi kalau saya lebih suka menggunakan KM Siguntang atau kapal Fery sekalipun membutuhkan waktu seharian diatas laut tapi sangat menyenangkan dengan menikmati keindahan laut; kita bisa melihat ikan hiu, lumba-lumba, paus dan banyak makhluk laut lainnya. Pokonya kayak di Film “Keumala”. Ada nuansa romantisnya nanti. 

Lembata itu unik tapi kadang-kadang membuat kita panik. Pulau kecil yang memiliki delapan Kecamatan ini mempunyai penduduk ± 101.392 jiwa. Penduduk Lembata manyoritas beragama Katolik dan hanya sedikit yang beragama Islam. Sekalipun umat Katolik mendominasi tetapi belum pernah kita dengar ada perang ataupun kerusuhan antar umat beragama di Pulau ini. Karena kerukunan umat beragama yang sangat baik dan tertata rapi maka Kabupaten Lembata dinobatkan sebagai Loboratorium Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. Penduduknya sangat tolerasi, mereka sangat terbuka dengan para pendatang apalagi kalau pendatang itu seorang guru mereka sangat senang dan sangat menerima dengan penuh kebahagiaan.

Oya, teman-teman pasti mengira kalau orang lembata hitam-hitam dan rambutnya keriting. Benar.., tapi tidak semua, buktinya saja Bupati Lembata orangnya putih, rambutnya lurus, ganteng lagi. Begitu juga dengan gadis-gadis Lembata, banyak kok yang manis dan cantik. Tapi ingat, jangan sampai jatuh cinta dipulau ini, kasian nanti orang yang telah ikhlas melepas kepergian teman-teman dan sabar  menunggu teman-teman pulang selama 1 tahun. Jangan jatuh cinta dan jangan “cinlok” karena itu semua akan mengganggu konsentrasi dan profesionalisme kerja.

Makanan khas Lembata adalah jangung titi, jangan khawatir itu hanya makanan khas bukan makanan pokok. Jagung titi itu kerupuek mulieng kalau di Aceh. Kebanyakan orang Lembata makan hari-harinya adalah  nasi jagung, nasi jagung adalah beras yang dicampur dengan jagung yang telah halus lalu dimasak maka jadilah nasi jagung. Menurut masyarakat setempat kalau kita makan nasi jagung maka akan membuat kita tidak cepat lapar karena jagung itu sulit dihancurkan oleh lambung ketimbang beras. Hal ini terbukti. Kalau saya berada di Lewoleba dirumah orang tua asuh maka saya akan selalu makan nasi jagung; ya, satu hari tiga kali makan, tapi kalau saya berada di desa penugasan maka saya akan makan nasi tok; satu hari empat kali + snaks karena cepat lapar. Tapi masalahnya, sekalipun makan saya banyak  tidak membuat berat badan saya bertambah juga. Epen kaa.....!!!

Kabupaten Lembata beriklim tropis, dengan musim kemarau dari bulan April – Oktober. Sedangkan musim hujan dari bulan Nopember – Maret, dengan curah hujan yang sangat kurang. Curah hujan di Kabupaten Lembata tidak menentu dan tidak merata. Kalau teman-teman berada di daerah pegunungan seperti Kecamatan Atadei dan Wulandoni, maka siap-siap ke Eropa karena pada bulan Juli sampai Agustus itu udaranya sangat dingin, bahkan dingin sekali jadi kita harus menggunakan banyak pakaian mulai dari kaos kaki, sarung tangan, selimut tebal dan lain sebagainya. Nyamuk banyak sekali jadi bek tuwe `Kelambu`. Baca Ketika Malaria Meneror

Delapan Kecamatan yang ada di Pulau Lembata ini memiliki keunikan masing-masing. Saya akan ceritakan masing-masing Kecamatan tersebut sesuai apa yang saya lihat dan rasakan juga cerita dari teman-teman saya yang bertugas disana, berikut cuplikannya:

1.KECAMATAN ATADEI
Kecamatan Atadei ini hanya memiliki empat SMP dan banyak sekali SD. Teman-teman pasti akan ditempatkan di salah satu sekolah tersebut nantinya. Semua fasilitas pendukung ada di Kecamatan ini kecuali Mesjid. Nah, kalau teman-teman ingin ke Mesjid maka harus pergi ke Ibukota Kabupaten yaitu Lewoleba itu merupakan akses terdekat. Kendala teman-teman nantinya pasti tidak bisa Sholat Jumat khusunya bagi yang laki-laki. Tenang. Peraturan yang tidak tertulis; bagi guru SM-3T yang bertugas di wilayah yang tidak ada Mesjidnya maka diberikan dispensasi untuk mengajar atau berada disekolah mulai hari Senin - Kamis. Enakkan...!!. Jangan senang dulu.

Kalau teman-teman ditempatkan nantinya di sekolah Kalikasi dan Ilekimok, bersyukurlah karena listrik 12 jam dan sinyal lancar. Tapi kalau dapatnya nanti di Lowaji dan Lerek maka jangan menangis; 24 jam tanpa listrik dan sinyal nol. Untuk masalah listrik ada genset warga dan untuk masalah sinyal bisa naik keatas bukit. Bertugas disini ada kelebihannya lho; masyarakat disana baik-baik, mereka sangat sayang kepada guru apalagi guru dari Aceh. (Lerek = Desa saya bertugas. Gue banget itu).

Untuk menuju Atadei kita cukup menggunakan mobil Putra Hanakin (Jam 10.00 WITA), Tanjung (jam 11.30 WITA), dan Kotebala (jam 12.30 WITA). Untuk yang ke Kalikasa, Ilekimok dan Lerek bisa menggunakan mobil tersebut karena mereka satu jalur tapi kalau untuk ke Lowaji maka harus menggunakan mobil pak kupiah (Jam 11.00 WITA) karena mereka beda jalur. Saya menamakan pak kupiah karena saya lupa nama mobilnya, yang jelas supirnya selalu menggunakan kupiah haji tapi ingat dia bukan muslim jangan disapa dengan salam nantinya. Kupiyah itu hanya untuk gaya-gayaan saja. Jalan di Kecamatan Atadei lumayan bagus, tapi menurut saya bangsa ini belum merdeka kalau masi ada jalan seperti itu. Kemarau bedebu kalau musim hujan becek.

Oya, di Atadei ada objek wisata sumber Gas Alam Karun Watuwawer,  2015  nanti gas alam ini akan menjadi sumber listrik bagi seluruh masyarakat Lembata. Lokasinya di desa Watuwawer cuma 30 menit jalan kaki kalau dari desa Lerek. Disamping itu juga ada objek wisata Tanjung Atadei tepatnya di desa Dulir, pemandangan pantai penuh batu yang sangat indah akan disuguhkan. Untuk menuju desa Dulir memerlukan waktu 4 jam jalan kaki. Jauhkan...! tapi jangan pernah bilang pernah bertugas di Kecamatan Atadei kalau belum pernah pergi ke Tanjung Atadei.

2.KECAMATAN NUBATUKAN
Kecamatan Nubatukan berada di jantung Ibukota Lembata yaitu Lewoleba. Dengan kata lain Nubatukan adalah kota. Teman-teman yang bertugas di Kecamatan ini suasananya akan sama seperti bertugas di kota pada umumnya. Nuansa pedalaman tidak akan pernah didapatkan. Semua sekolah faforit di Kabupaten Lembata ada di Kecamatan ini. Kalau pengalaman bermasyarakat tidak kita dapatkan disini tapi pengalaman mengajar dalama hal materi disini gudangnya. Kalau bertugas dikecamatan ini kita tidak bisa berbuat banyak; ide, konsep dan kreativitas kita tidak berguna disini karena apa yang kita pikirkan sudah mereka pikirkan dan lakukan sebelumnya. Maklum sekolah faforit.

Bagi teman-teman yang menjadi anak kota nantinya siap-siap mendapatkan tugas dan jabatan baru: mulai menjadi wartawan SM-3T; selalu update informasi dari LPTK maupun Pemerintah Daerah. Jabatan sebagai angen pengiriman; yang bertugas bolak-balik kantor Pos dan TIKI. Jabatan sebagai angen pulsa, agen makanan, agen minyak tanah; yang bertugas memasok semua kebutuhan teman-teman yang ada dipedalaman. Jabatan sebagai staf Bank BRI bagian informasi gaji SM-3T yang pada waktu itu untuk SM-3T angkatan II dijabat oleh Ibu Ina Safria; yang betugas menginformasikan bahwa gaji sudah di ENTER, namun pada tanggal 2 September kamaren ibu Ina resmi mengundurkan diri dengan pesan terakhirnya “gaji terakhir anda sudah masuk, mohon berhemat dan jaga kesehatan”. Bagaimana, masi ingin tinggal di kota..???

3.KECAMATAN LEBATUKAN
Kecamatan Lebatukan  hampir sama dengan Kecamatan Nubatukan tidak jauh dari kota, listriknya 24 jam, sinyal lanjar. Kelebihan di Kecamatan ini kita bisa menyalurkan banyak kreativitas dan ide sekalipun wilayahnya dekat dengan kota tapi mereka masi tertinggal.

Yang menariknya dari Kecamatan ini adalah Ilewutung, sebuah desa dipuncak gunung, disana masing-masing ada satu sekolah: SD dan SMP. Menurut abang tertua kami merangkap sebagai Dewan Syuro SM-3T Lembata: Muhripai Hamka, dia yang sudah bertugas selama satu tahun disana, mengatakan: “Ilewutung itu adalah nerakanya Lembata”. Cetusnya dalam sebuah forum diskusi pada tanggal 02 Mei di Aula Dinas PPO. Sampai sekarang saya belum tahu apa dasarnya dia mengatakan hal seperti itu sedangkan dia sendiri sangat betah berada disana. Ada udang dibalik batu.

4.KECAMATAN ILE APE DAN ILE APE TIMUR
Dua kecamatan ini dulunya adalah satu sebelum mereka berpisah. Kecamatan yang berada dikaki gunug berapi yang bernama ”Ile Ape” ini tidak terlalu jauh dari ibukota Kabupaten, cuma butuh ± 1 jam menggunakan sepeda motor. Wilayah yang bagus, listrik 12 jam, sinyal lancar tapi sedikit kendala di airnya. Krisis air ituma dulu, tapi sekarang sudah bisa diatasi dengan solusi jitu dari Pak Salam Pasar Malam (Ibah Riadi). Orang yang pernah dikeluarkan dari grup facebook SM-3T Universitas Syiah Kula karena beberapa komentarnya ini, merupakan pemasok air bersih nomor wahit dikalangan guru SM-3T di Kabupaten Lembata khususnya Kecamatan Ile Ape.

Biarpun Ile Ape itu gunung berapi tetapi tidak berbahaya. Alhamdulilah saya bersama teman-teman sudah berhasil menancapkan Bendera Merah Putih dipuncak gunung tersebut. Masyarakat di Kecamatan ini 70 % Katolik dan selebihnya Muslim. Oya, setahun sekali di Kecamatan ini persisnya di kaki gungung Ile Ape ada acara budaya yang sangat keren namanya pesta kacang. Rugi sekali kalau teman-teman tidak menyaksikannya. Menarik bukan...?

5.KECAMATAN OMESURI DAN BUYASURI
Kecamatan idaman, Kecamatan yang diidamkan oleh semua guru yang beragama muslim tidak terkecuali guru SM-3T dari Aceh. Dua Kecamatan ini dulunya satu, namanya adalah “Kedang” karena terlalu luas maka dimekarkan. Dalam sejarahnya, peradaban Islam terbesar di Pulau Lembata ini pusatnya adalah di Kecamatan tersebut persisnya di Desa Kalikur. Kata orang Lembata: “Desa Kalikur adalah Acehnya Lembata” . Bagaimana tidak di desa ini penduduknya 100 % beragama Islam. Anjing, apalagi babi tidak pernah melewati jalan desa ini. Bukankah itu luar biasa.

Masalah listrik masih terkendala, cuma hidup 12 jam. Tapi kalau masalah sinyal jangan khawatir, sangat lancar. Dua Kecamatan ini merupakan surganya internetan, hanya dengan menggunakan handpone atau modem kecepatan anti leletnya luar biasa.

Berada di Kecamatan ini tidak segampang dan senyaman yang kita pikirkan. Pernah lihat orang dimakan buaya.? kalau anda berada disini maka anda akan melihatnya; banyak korban yang telah dimangsa oleh buaya tersebut. Tapi jangan khawatir, buaya ini adalah buaya jadi-jadian, dia hanya memangsa orang yang bersalah saja. Selama kita tidak melakukan kesalahan seperti mencuri, memperkosa dan lain sebagainya maka jangan takut, kita pasti aman. Yang pastinya kita masi punya Allah. tohh...!

Nah. Kalau di Omesuri, ada desa yang namanya Hule; katanya banyak “suangge” di wilayah ini. Suangge adalah orang yang mengamalkan ilmu hitam atau hantu jadi-jadian. Suangge disini ada dua yaitu suangge yang berkenaan dengan santet dan satu lagi manusia yang bisa terbang. Takut ya..?? jangan takut..! itu masa lalu, sekarang sudah jarang ada bahkan tidak ada. Dimanapun kita berada pasti ada satu-dua yang mengamalkan ilmu hitam, kadang kita tidak sadar keberadaanya. Selama kita baik kepada semua orang dan tidak membuat masalah, Insya Allah kita akan selamat. Didesa Hule ini ada juga sekolah, muridnya lumayan banyak; sekitar 16 orang, itupun gabungan dari kelas VII –IX SMP. Bayangin....!!!!   @#$%^&**#$%

Pak Mat (M. Fahrozi) merupakan kiper inti Tim Sepak Bola SM-3T yang telah menjadi guru lima mata pelajaran disekolah itu selama satu tahun, dia pernah berpesan:
     “Jangan larang yang mereka kerjakan. Dan, jangan kerjakan yang mereka larang” Insya Allah kamu akan selamat. Nyan ban, kadang-kadang bijak chit gobyan.

6.KECAMATAN NAGAWUTUNG
Kecamatan ini terletak dipesisir. Sepanjang mata memandang, kita akan dimanjakan dengan pemandangan indah pulau Adonara, Solor, Flores dan tingginya gunung Ile Boleng. Penduduknya bercampur antara Muslim dan Katolik. Kecamatan ini memiliki listrik 12 jam dan sinyalnya lancar. Dari ibukota Kabupaten tidak terlalu jauh, cuma 70 menit menggunakan sepeda motor, selama perjalanan mata kita akan terlena oleh indahnya hamparan pantai Waijarang dan pegunungan salib. Satu lagi, menurut hasil pemantauan saya, berhubung hampir selesainya pemasangan kabel listrik dan informasi dari pihak PLN maka mulai bulan Nopember Kecamatan Nagawutung akan menikmati listri 24 jam. Selamat...!!!!

Di Kecamatan ini, khususnya desa Loang dan Babukerong, masyarakatnya punya ikatan emosional sangat kuat dengan guru SM-3T Aceh angktan II. Kami juga mempunyai orang tua angkat disana. Bagaiman tidak, kegiatan Aksi Sosial kami selama beberapa hari disana membuat berkah yang luar biasa. Sebelum pulang nanti desa itu akan menjadi pemasok oleh-oleh khas Lembata “jagung titi” terbesar bagi seluruh guru SM-3T. Pemberian orang tua terhadap anak.

7.KECAMATAN WULANDONI
Ini dia Kecamatan terakhir. Kecamatan di atas gunung ini punya cerita tersendiri. “Jangan ngaku sudah ke Lembata kalau belum pernah lihat Ikan Paus.”
Desa Lamalera, sebuah desa kecil dipinggir pantai yang sudah mendunia ini sangat kaya dengan budayanya. Ketika orang lain menangkap ikan paus dengan bom, masyarakat desa ini menangkap ikan paus cuma bermodalkan tombak dan perahu kecil. Ketika orang lain melakukan transaksi jual-beli menggunakan internet tetapi masyarakat di desa ini melakukan transaksi dengan cara menukarkan barang juga dengan barang, sistem barter masi berlaku disini.

Puncak tertinggi di Kabupaten Lembata, teman-teman tahu..? biar saya kasi tahu; Gunung Lebalekan, itu merupakan gunung tertinggi di pulau Lembata, dingin sekali. Jangan lupa kibarkan Merah Putih dan Bendera SM-3T di puncak ini pada 17 Agustus mendatang. Semua gunung yang ada di Lembata sudah kami naiki semuanya cuma gunung ini saja yang belum karena keterbatasan waktu tapi kami yakin teman-teman akan melanjutkannya.
                                             ******
Ah. Terlalu panjang ya.....ceramahnya..
Inti yang ingin saya sampaikan adalah bahwa Lembata itu keren banget, NTT (Nikmat Tiada Tara). Lembata penduduknya manyoritas beragama Katolik tapi toleransinya sangat tinggi. Sosial-budaya di Lembata sangat menarik, masyarakatnya agamais dan sangat menjungjung tinggi adat dan istiadat dimana kekuasaan tertinggi ada pada kepala suku atau tuan tanah. Ingat. Lembata tidak sama dengan Papua, beda banget pokoknya. Untuk pendidikan di Lembata tidak terlalu buruk buktinya UN tahun 2013, Kabupaten Lembata berhasil meluluskan 100 % peserta didiknya secara jujur tanpa kecurangan sedikitpun pada saat ujian berlangsung, itu semua tidak terlepas dari kerja keras guru SM-3T asal Aceh, mereka banting tulang, banting badan sampai banting pikiran, berusaha supaya anak-anaknya lulus UN: memotivasi, mengajar siang-malam, semua cara mereka tempuh. Yang penting anak-anaknya lulus. Ceumanguuetttt...!!!!

Kalau teman-teman nantinya sakit dan tidak perlu dibawa ke UGD maka saya sarankan untuk berobat di klinik atau tempat praktek dokter saja; keuntungannya adalah  biaya berobat lebih murah, pelayanannya bagus dan obatnyapun berkualistas, ketimbang harus kerumah sakit dengan birokrasi yang membuat kita tambah sakit ditambah biaya berobat 2 kali libat dari biaya di klinik. Ingat. Jangan terlalu berharap kepada Asuransi: “Nyan lagei tapreh boh ara anyet”. Saket hate manteng.

Bagi penikmat kopi, jangan lupa membawa kopi ule kareng, bukan berarti disini tidak ada kopi tapi kopi disini rasanya kurang nikmat kalah banget dengan kopi Aceh. Lalu, bagi ibu-ibu: asam sunti dan pliek `u jangan sampi lupa. Suatu saat nanti kita akan jenuh dengan masakan Lembata dan akan rindu pada masakan Aceh maka dari itu kita sudah punya bahan untuk membuatnya. Begitu toohhh.!!

Nyamuk malaria selalu mencari mangsa baru, menurut sang nyamuk  ketika saya wawancarai waktu itu: “darah pendatang baru masi lugu, kulit mereka masi lucu”. Hampir semua orang baru yang datang ke Pulau Lembata sudah dan akan menderita bagaimana sakitnya virus malaria ini. Katanaya, sakit malaria itu merupakan ucapan selamat datang dari alam. Penyakit ini bukan berarti tidak bisa diatasi dan dicegah, Sangat bisa, yang penting kita persiapkan penangkalnya sebelum berangkat ke Lembata. Informasi tentang malaria bisa baca: Tips-aman-dari-malaria-dan-pencegahannya

Sekian saja dulu.
Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kepala suku SM-3T Aceh Lembata: Aris Jainuri; Ketua Adat: T. Fajriman, dan Teungku Imum: Munandar Khalil.

Oya. Perlu diketahui, Kepala suku kami ini orangnya sulit untuk dikenali karena beliau tidak merip dengan orang Aceh, beliau lebih mirip orang Adonara tapi beliau orangnya sangat baik.

“Jak barangkaho jeut, pubuet barangkapue jeut nyang penteng Sembahiang bek tuwe.”

Selamat datang di Bumi Ikan Paus.
Anak-anak kami di sekolah menunggu kalian datang dan orang tua kami di Aceh menunggu kami pulang.


Link Vidio "Lembata 365 Hari" 
http://www.youtube.com/watch?v=0VCtFh-lsQQ

[M. Darmansyah Hasbi]


Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment