Home » , , » Mengintip Peran Masyarakat Terhadap Pendidikan

Mengintip Peran Masyarakat Terhadap Pendidikan

[tunaswiratama.com]
Pada hakikatnya pendidikan merupakan sebuah usaha di mana peserta didik diharapkan bisa menyelesaikan persoalan-persoalan dalam kehidupannya. Tentu dengan harapan agar peserta didik dapat menjadi lebih baik, bisa mengembangkan potensi dirinya dan bermanfaat untuk lingkungannya serta memiliki keterampilan yang bisa bermanfaat bagi semua orang, bangsa dan negara.

Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab."

Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka Pemerintah telah berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Tetapi kenyataanya usaha yang dilakukan oleh pemerintah belumlah berjalan dengan baik hal ini terbukti kualitas pendidikan di daerah kita belumlah sesuai dengan harapan.

Pendidikan tidak hanya tanggung jawab pemerintah semata tetapi pendidikan merupakan tanggung jawab semua orang  terdidik. Siapa saja yang pernah mengenyam pendidikan, tak  peduli apa profresi mereka maka orang tersebut berhak dan berkewajiban untuk membantu dengan segala upaya terhadap dunia pendidikan. Kalau pendidikan hanya dibebankan dipundak pemerintah semata yakinlah pendidikan di daerah kita ini tidak akan pernah maju karena pemerintah juga mempunyai keterbatasan. Pendidikan yang dilandasi oleh kebersamaan dalam penyelenggaraannya akan terjamin keberlangsungan, mutu serta hasil dari pada proses belajar mengajar yang diharapkan. Masyarakat selaku pengguna jasa lembaga pendidikan memiliki kewajiban untuk mengembangkan serta menjaga keberlangsungan penyelenggaraan proses pendidikan.  Hal ini sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh  Zakiyah Daradjat sebagai berikut: “ Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.”

Ketika semua orang memilih untuk bersatu bersama-sama turun tangan dalam memajukan pendidikan maka Insya Allah dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama  kita akan menikmati buah dari kerja keras selama ini dalam usaha memajukan pendidikan di Aceh. Pendidikan ternyata lebih membutuhkan peran serta masyarakat ketimbang pemerintah. Meskipun relatif kecil kontribusi yang diberikan oleh masyarakat terhadap dunia pendidikan tetapi manfaatnya sangat besar.

Dengan azaz kebersamaan diharapkan partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan menjadi besar. Ketika partisipasi ini makin besar maka secara otomatis makin besar pula rasa memiliki masyarakat terhadap dunia pendidikan. Dan dalam kondisi seperti itu masyarakat akan dengan sendirinya ikut membantu, memantau, memberikan masukan dan bahkan menjaga keberlangsungan proses pendidikan tersebut. Dari hal-hal yang bersifat kebijakan dan program hingga hal yang bersifat fisik seperti bangunan, alat peraga dan semua bahan penunjang pendidikan lainnya akan dijaga dan dirawat oleh masyarakat dengan sepenuh hati dengan rasa penuh tanggung jawab.

Bentuk peran masyarakat 

Dalam hal ini peran serta masyarakat dalam upaya peningkatan kualitas pada satuan pendidikan cukup beragam. Bentuk perannya yaitu dalam Manajemen Berbasis Sekolah, peran serta orang tua dalam program mutu, komite sekolah, pembiayaan sekolah, mengatasi problem anak, partisipasi dalam disiplin sekolah, dan partisipasi guru dalam semua kegiatan di sekolah. 

Pendidikan dengan segala persoalannya tidak mungkin diatasi hanya oleh lembaga pendidikan saja. Untuk melaksanakan program-progamnya, sekolah perlu melibatkan berbagai pihak yaitu keluarga, masyarakat, dan pengusaha untuk berpatisipasi secara aktif dalam berbagai program pendidikan. Partisipasi ini perlu dikelola dan dikoordinasikan dengan baik agar lebih bermakna bagi sekolah terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan lewat suatu wadah yaitu Komite Sekolah.

Salah satu tujuan dibentuknya Komite Sekolah adalah meningkatkan tanggung jawab dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan. Hal ini berarti peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam peningkatkan kualitas pendidikan, bukan hanya sekedar memberikan bantuan berwujud material saja, namun juga diperlukan bantuan yang berupa pemikiran, ide, dan gagasan-gagasan inovatif demi kemajuan lembaga pendidikan. 

Pemberdayaan Komite Sekolah memerlukan proses bertahap dari waktu ke waktu, mulai pada tingkat menyadarkan perlunya fungsi komite sekolah baik kepada masyarakat maupun penyelenggara pendidikan. Tingkat berikutnya menyebarluaskan konsep pelibatan publik dalam komite sekolah kepada masyarakat dan penyelenggaran pendidikan. Pada selanjutnya adalah tercapainya rasa saling memiliki bahwa komite sekolah sebagai wadah pemecahan masalah bersama yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan.

Sebagai negara demogkrasi dimana kekuasaan tertinggi berasal berasal dari rakyat dan untuk rakyat, maka dari itu peran serta masyarakat dalam memajukan pendidikan itu sangatlah penting. Tetapi kenyataan di lapangan tidaklah mudah membuat masyarakat untuk ikut serta dalam berpartisipasi terhadap dunia pendidikan, kendala tersebut bisa berasal dari pemerintah seperti lemahnya komitmen untuk melibatkan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan, lemahnya sumber daya manusia, lemahnya dukungan anggaran. Lalu kendala dari masyarakat berupa kurangnya keterbukaan dari masyarakat, apatis dan kurang kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. 

Namun kendala-kendala dilapangan tersebut masi bisa di atasi dengan beberapa strategi seperti menawarkan sanksi dan hadiah untuk partisipasi masyarakat yang aktif, memberikan penyuluhan tentang manfaat peran masyarakat tersebut, menggunakan tokoh dalam masyarakat sebagai penggerak yang lain, menjelaskan manfaatnya dan menghargai setiap aspirasi dari masyarakat.

Dalam sejarah pendidikan bangsa Indonesia, dunia pendidikan tempo dulu tidak dibangun oleh pemerintah sekalipun ada, hanya sedikit. Banyak lembaga-lembaga pendidikan yang dibagun oleh masyarakat dengan pembiayaan sepenuhnya dari patungan masyarakat itu sendiri. Ketika masyarakat punya peran terhadap dunia pendidikan maka mereka akan merasa bertanggung jawab dan merasa memiliki atas semua yang berhubungan dengan pendidikan didaerahnya masing-masing. Kita harus belajar dari Ki Hadjar Dewantara, belajar bagaimana beliau membangun dan  memperjuangankan pendidikan tempo dulu. Ki Hadjar membangun pendidikan dengan hati, ikhlas tanpa pamrih, hanya semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.

Tanpa adanya keterlibatan masyarakat dalam pendidikan secara menyeluruh rasa tanggung jawab terhadap penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan akan sangat sulit tumbuh. 

[M. Darmansyah Hasbi]

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment