Home » , » Menyepi Dari Media Sosial

Menyepi Dari Media Sosial

Media sosial telah memberikan perubahan luar biasa bagi perkembangan sosial manusia. Media sosial memberikan manfaat tak ternilai dengan menghubungkan sesuatu yang tak terhubung, menyatukan sesuatu yang tak bersatu. Jika tidak memiliki media sosial maka boleh dicap “kuno”, informasi tidak bakalan update karena semua orang lebih memilih menyebarkan informasi melalui media sosial dan tak perlu repot-repot menjumpai penerima informasi.

Beberapa hari ini aku mulai merasakan betapa tidak enaknya tidak bisa menggunakan media sosial seperti facebook, BBM dan WhatShap. Alat untuk menjalankan media sosialku mulai nakal dan minta diganti, tapi aku harus bersabar, meresapi, merenungkan bagaimana nikmatnya tidak menggunakan media sosial. Awalnya kurang menyenangkan, tidak nyaman, banyak informasi tidak terupdate namun masalah ini seiring waktu bisa aku atasi dengan berbagai langkah strategis.

Banyak sekali hikmah tidak menggunakan media sosial, terutama sekali silaturrahmi yang dilakukan tidak terlihat basa-basi seperti silaturrahmi dengan media sosial. Silaturrahmi non mensos sangat nyata, nuansanya bisa kita dapati beda dengan media sosial yang serba tak sengaja dan terpaksa.

Jika menyapa seseorang di media sosial muncul beberapa kemungkinan: sengaja, tidak sengaja, iseng atau basa basi. Ada pula yang sedang asik-asiknya berhubungan dengan media sosial, eehhh tiba-tiba dibilang “maaf HP aku tadi  dibajak, itu bukan aku”. #pengennya loncat dari lantai tiga. Itulah media sosial, kita berhubungan dengan medium mesin, kita gak sadar, mungkin yang sedang berhubungan dengan kita adalah alien dari palet Mars.

Aku khawatir jika kumpul bersama teman-teman di warung kopi, komunitas atau tempat-tempat tertentu dipastikan teman-teman pasti sibuk dengan media sosialnya sehingga acara kumpul-kumpul pun terasa seperti tidak ada dan tidak pernah terjadi. Aku khawatir akan dicuekin. Lumayan lama aku memikirkan bagaimana cara mensiasati jika sedang berada di kominitas yang fokus perhatiannyanya dengan Handpone, bagaimana aku menyikapi jika mereka cuekin, dan apa yang harus aku lakukan? 

Hahh, menghela nafas dalam-dalam aku sudah mendapatkan jawabannya.

Aku dicuekin, aku balas cuekin. Dia subuk dengan handponennya aku pulang.
Adil bukan?


#Darbe

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment