Home » , » Selamat Jalan Teman

Selamat Jalan Teman



“Semoga teman-teman SM-3T yang hilang selamat dan cepat ditemukan Amin”.

Itu adalah status salah satu teman di Facebook  SM-3T Indonesia. Ketika dalam perjalanan  pulang kekota dari tempat tugas di Desa Lerek untuk melaksanakan ibadah sholat Jumat dan membeli bekal, diatas mobil aku sempatkan membuka facebook untuk mengupdate beberapa informasi terbaru. Soalnya selama berada di desa handpone tidak bisa digunakan karena ketiadaan sinyal.

Kaget rasanya, bulu kuduk langsung berdiri, merinding ketika membaca sebuah status duka yang ditujukan kepada guru muda SM-3T yang sedang bertugas di Kabupaten Aceh Tamiang dinyatakan hilang ditelan derasnya sungai. Aku masi belum yakin dengan kabar di facebook itu biarpun banyak komentar-komentar yang menguatkan informasi tersebut.

Akhirnya aku telusuri kembali kebenaran berita tersebut di beberapa grup facebook dan sebuah media lokal Aceh untuk meyakinkan kebenaran berita itu. Tersentak ketika membaca bahwa ada empat orang guru SM-3T asal Bandung dan Medan yang tenggelam disungai karena boat yang mereka tumpangi tenggelam. Menurut media itu, dari empat orang guru muda yang berada diatas boat, dua orang selamat dan dua orang dinyatakan hilang ketika ditemukan sudah tak bernyawa.

Belum genab tiga bulan sejak ditugaskan untuk megabdi di pelosok tanah air, Allah telah memanggil dua orang hambanya. Mereka adalah guru-guru terbaik bangsa ini yang gugur demi mencerdaskan anak bangsa. Biarpun aku tidak pernah mengenal mereka tapi SM-3T telah membuat kami menjadi satu kelurga, satu visi dalam mencerdaskan Indonesia sehingga jiwa kami serasa dekat.

Ajal memang tak terduga, kapan dan dimana saja. Ajal tak mempunyai ukuran pasti, tak harus tua muda pun jadi, tak harus yang sakit yang sehat pun tak aman, tak pandang pangkat dan derajat, tak pandang anak dan keponakan, semua sama dihadapan ajal. Ketika Allah mengkhendaki maka akan terjadi.

Teman, sungguh singkat waktu didunia ini, banyak hal yang ingin kalian perbuat untuk bangsa ini bahkan kalian belum sempat melihat anak-anak yang kalian didik menjadi orang-orang penting di Republik ini lagi pula kalian belum sempat pamit pada mereka. Tapi tak apa, mereka bisa maklum dan mengerti. Anak-anak itu akan membuktikan bahwa mereka adalah orang yang pernah kalian didik dan mereka memiliki guru yang sangat hebat. Mereka akan membuktikannya suatu saat nanti.

Teman, kalian adalah guru terbaik yang dimiliki oleh bangsa ini, doa kami menyertaimu, dan doa mereka yang pernah kau didikpun pasti akan sampai padamu. Tenaglah engkau disana semoga mendapatkan tempat yang istimewa dikuburmu, dibukakan pintu-pintu surga, jawablah pertanyaan Mungkar dan Nangkir dengan lantang.

Bagi dunia pendidikan tanah air, Geugeut Zaludio Sanua Anafi dan Winda Yulia merupakan guru yang selalau mengispirasi dan punya banyak mimpi. Mereka adalah pahlawan yang gugur dalam menjalankan tugas suci untuk pendidikan di Indonesia. Kepergian mereka menjadi sebuah kehilangan besar bagi dunia pendidikan tanah air.

Selamat jalan......
Kami akan melanjutkan perjuangan kalian..
Doa kami kan selalu menyertai kalian...

Semoga kita selalu dalam lindunganNya, dan senantiasa diberi HidayahNya.


SM3T-Lembata, NTT
[M. Darmansyah Hasbi].



Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment