Home » , , » Catatan UTN dan Buat Kalian yang Setia Menemani

Catatan UTN dan Buat Kalian yang Setia Menemani

[Suasa Belajar UTN]
Aku menyempatkan untuk duduk merenung, malam ini tidak seperti malam biasanya, ada nuansa sepi sunyi tanpa hiruk pikuk kehidupan di asrama tempat berkumpulnya para calon guru profesional.

Tempo hari, ada guncangan hebat dalam diriku, gelisah, sedih, kecewa, kagum, bahagia, haru dan sebuah penyesalan. Kau pasti tau kenapa?. Semenjak diumumkannya jadwal pelaksanaan UTN PPG SM3T, semua orang mulai panik. Ada rasa takut berlebihan, ya wajar, semua orang takut tidak lulus karena kalau sampai tidak lulus maka pususlah harapan menjadi guru profesional dengan tambahan titel “Gr” dibelakang namanya. Dan itu adalah manusiawi.

[Suasana Belajar UTN]
Ujian Tulis Nasional (UTN) tahap pertama serentak dilaksanakan seluruh LPTK penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) seluruh Indonesia pada 31 Januari 2015, ujian berjalan lancar dan tidak ada masalah, tidak ada yang aneh terutama sikap dan raut wajah teman-teman sesudah melaksanakan ujian. Setelah pengumuman hasil UTN pada 3 Februari mulai terlihat wajah-wajah sedih dan kecewa. Ada yang lulus dan banyak juga yang belum lulus. Asrama pun mulai terlihat kosong dengan penghuninya. Tidak kalah menariknya, suasana belajar mulai nampak dimana-mana, ada yang belajar sendiri dan juga berkelompok. Hampir tidak ada setiap sudut di asrama yang luput dari suasana belajar. Semua orang berjuang, bekerja keras untuk bisa sukses pada ujian ulang pertama. Tiga hari kemudian pengumuman kelulusan untuk peserta yang mengikuti ujian ulang pertama diumumkan di papan informasi asrama, jumlah kelulusan yang luar biasa. Semua tersenyum senang dan bangga. Namun masih ada juga yang belum beruntung dan harus mengikuti ujian ulang kedua (terakhir).

Menjelang ujian terakhir, asrama sangat terlihat kosong karena manyoritas teman-teman sudah lulus,mereka mulai sibuk membungkus barang-barang, mulai terlihat orang naik-turun tangga, keluar masuk asrama dengan membawa kardus dan koper. Ada perasaan yang tidak biasa, merasa sedih dan weuh hate ketika melihat banyak teman-teman yang mulai menghilang namun apa boleh buat itu adalah hak mereka dan tidak ada daya untuk melarang.

Mereka yang sudah meninggalkan asrama bukan berarti mereka tidak peduli, tidak setia, bukan mereka tidak mau membantu, mereka tetap peduli namun dengan cara mereka sendiri. Selemah-lemahnya peduli adalah dengan doa. 

Kita masuk sama-sama dan keluar pun sama-sama” itu kata-kata yang sering diucapkan oleh teman-teman yang masih menetap di asrama, mereka selalu mendampingi teman-teman yang belum lulus setiap saat, banyak hal yang mereka lakukan: mulai dari belajar kelompok, memberi semangat, memijat, pokoknya banyak sekali yang mereka lakukan untuk menghibur dan menyemangati teman-teman yang akan berjuang pada ujian terakhir nanti.

Keberadaan teman-teman inilah yang menjadi obat kuat penghilang keputusasaan dan keterpurukan. Kalau seandainya teman-teman ini tidak ada dan hanya meninggalkan mereka yang belum lulus dan akan mengikuti ujian terakhir maka hilang sudah harapan untuk menjadi guru yang katanya profesional.

Aku sangat terharu pada saat ujian terakhir kemarin, ada banyak sekali teman-teman yang sudah lulus namun menyempatkan diri untuk hadir. Kahadiran mereka sangat luar bisa, mereka tidak bisa berbuat banyak kecuali sekedar memberi semangat, aku ingat sekali sebuah pernyataan dari seorang teman ”jangan khawatir, tetap tenang, dan semangat, kunyah habis semua soal itu, kami selalu bersama kalian dan kita akan Yudisium bersama” Salut.

Momen-momen seperti inilah yang tidak bisa aku lupakan, sikap Ta`awun yang diperlihatkan, kepedulian tanpa batas dan ini menandakan bahwa kita layak bersama dan meraih kesuksesan bersama. Kita telah meraih kemenangan ganda, kemenangan ujian dan juga kemenangan sosial. Dan nama-nama kalian yang selalu mendampingi akan tetap tercatat disebuah catatan yang pada suatu saat nanti akan kubuka. 

Malam ini, hasil yang ditunggu-tunggu sudah diumumkan. Alhamdulillah. Semua lulus. Aku pasti tau bagaimana perasaan kalian, sebagai layaknya manusia kalian akan senang dan merayakannya. Kita semua pasti tertawa lepas, ada juga yang menangis namun itu adalah tangisan haru. 
******
Ehmm..Masih ingat berapa jumlah peserta PPG Unsyiah? Jangan sampai lupa, 225 orang peserta. Apakah 225 orang sudah lulus semua? Belum kawan. Masih ada yang tertinggal. Kita satu asrama, pernah sama-sama ikut senam setiap Minggu, ikut latihan silat, makan dan belajar bersama, main bola di stadion harapan dekan juga bersama, dievakuasi tengah malam pada saat KMD Pramuka di Jantho juga bersama, apapun yang kita lakukan sering bersama. Kita harus ingat mereka adalah teman kita juga. Tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk mereka, dengan doa dan sedikit perhatian kecil mungkin lebih dari cukup. Hari ini mereka tidak seberuntung kita tapi ingat, besok,lusa kita tidak tahu. Aku yakin mereka adalah orang-orang hebat, tegar, dan penuh semangat. Semoga langkah kita semua diridhoi Allah SWT.

Nah, sudah cukup meluapkan kemenangan, hapus air mata haru itu, tidak perlu bereuforia berlebihan, lebih baik kita mempersiapkan langkah berikutnya, mempertanggungjawabkan apa yang telah didapat. Setelah ini mau kemana? dan mau dibawa kemana sertivikat itu?.

Sekali lagi, buat kalian yang telah menunda pulang kampung, dan memilih untuk bersama dengan kami di Asrama, Terimakasih banyak. Kalian telah membesarkan hati kami. 

Asrama PPG, Setelah pengumuman UTN.
[M. Darmansyah Hasbi]

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Posting Komentar