Home » , » 2016 adalah Tahun Harapan

2016 adalah Tahun Harapan

Keinginan pada pahun 2016
Harapan di tahun 2016
Tahun 2016 adalah tahun yang hebat. Saya mencanangkan tahun 2016 sebagai tahun penuh revolusi, ya tahun revolusi mental, revolusi moral, dan revolusi spiritual. Yang pastinya revolusi ke arah yang lebih baik lagi. Ada banyak hal yang ingin saya gapai pada tahun 2016 ini. 

Pertama yang ingin saya gapai adalah behenti merokok. Sulit sekali, sudah berbagai metode dipraktekkan namun tak kunjung berhasil. Tidak sampai disitu, semangat untuk berhenti merokok tetap terus digelorakan. Saya punya keyakinan akan mampu berhenti dari barang mematikan tersebut. Alhamdulillah, biarpun belum berhenti total namun sudah mulai berkurang porsi untuk rokok. Doakan semoga pada tahun 2017 mulut saya sudah terbebas dari filter rokok. Semangat.

Kedua, bisa berbahasa Inggris. Mulai dari SMP sampai SMA belajar bahasa Inggris bahkan saat kuliahpun sempat belajar juga selama satu semester. Sudah 6 tahun, namun tidak sampai 100 kosa kata bisa dihafal, jangankan ngomong dengan bule, ngomong dengan teman sendiripun belum mampu. Kemana aja selama 6 tahun? Bayangin, sudah 6 tahun lho. MEA segera hadir, yang tidak bisa bahasa Inggris, siap-siap karena anda akan menjadi penonton budiman. 

Menurut pakar, bahasa adalah skil yang harus dipraktekkan secara berulang, hal ini terbukti nenek kita jaman dulu tidak pernah kursus bahasa Indonesia namun bisa bahasa Indonesia. Anak kecil tidak pernah kursus bahasa ibu namun mereka bisa bahasa Ibunya. Disini saya mulai mengerti, kalau ingin bisa bahasa Inggris, hafal kosa kata sebanyak mungkin dan terus praktekkan, maka Insya Allah akan bisa bahasa Inggris dengan lancar.

Niat dan keinginan untuk bisa bahasa Inggris mulai mendapatkan jalan, tidak mesti harus belajar di kampung Inggris Pare, sekolah tempat saya bertugas sekarang telah menerapkannya. Wajib berbahasa Inggris bagi guru dan siswa dalam lingkungan sekolah. Awalnya ini merupakan sebuah tantangan yang sangat mengguncang, yang penting mau belajar, tidak malu-malu dan terus mencoba. Untung masih ada keringanan tidak harus full Inggris, masih boleh campur sedikit dengan bahasa Indonesia tapi tidak boleh banyak. Insya Allah tahun ini lancar bahasa Inggris.

Ketiga, Kalau dilihat dari umur, masih muda, tidak remaja lagi dan juga belum tua. Begitulah kira-kira. Rasaya mulai kepengen menikah :D. Dan, lagi-lagi saya harus mengatakan bahwa lingkungan merupakan variable yang sangat mempengaruhi kehidupan kita. Teman-teman satu angkatan kuliah hampir sudah menikah semua, mereka belum begitu mapan, tapi keberanian mereka harus diacungkan jempol tinggi-tinggi. Allah akan mempermudah langkah baik hambanya. Dari sudut pandang negatif, saya melihat bahwa mereka adalah laki-laki yang telah diultimatum oleh kekasihnya. Dan, dari sudut pandang positif mereka adalah orang berani yang mau memilih mendapatkan yang halal. Mengabaikan rayuan setan, dan memilih untuk menikah membina rumah tangga menuju surga. Luar biasa. Doakan, semoga saya nyusul kalian. TAHUN INI. :D

[Idi, 26 Januari 2016]

Previous
« Prev Post

4 komentar:

Post a Comment