Home » , , » Setelah Ini Mau Jadi Apa?

Setelah Ini Mau Jadi Apa?

Kegembiraan Saat Yudisium PPG SM3T 2015
Kegembiraan Saat Yudisium PPG SM3T 
Kemarin Unsyiah melaksanakan yudisium terhadap 133 guru dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tidak hanya Unsyiah, ada 20 LPTK seluruh Indonesia juga melakukan hal yang sama. Meluluskan guru-guru yang telah digemleng, dididik dan dibina selama satu tahun dalam program PPG dan sebelumnya mereka telah dilatih ketahanmalangan selama satu tahun di pedalaman Indonesia. Guru-guru ini adalah angkatan ketiga setelah sebelumnya para LPTK telah meluluskan dua angkatan. 

*****
Untuk angkatan yang baru lulus, ada satu pertanyaan, setelah ini, mau jadi apa?. Saya juga berada di bagian ini setahun yang lalu dan telah mengajukan pertayaan “setelah ini mau jadi apa?” pada diri saya sendiri yaitu pada bulan ketiga saat sedang kuliah PPG. Saya khawatir sekali setalah PPG akan mengalami masalah yang sangat ditakuti oleh orang-orang yang baru selesai studi yaitu “menganggur” sehingga harus menanyakan pertanyaan itu untuk memacing kerja otak dalam menganalisa masa depan.

Kita semua tahu, siapa saja yang kuliah di FKIP dan ingin menjadi guru maka akhir dari mimpinya adalah PNS. Kecuali kuliah di FKIP tapi tidak mau menjadi guru, hanya menjadikan FKIP sebagai batu loncatan saja. Oke, itu tidak masalah. Dewasa ini mulai dikampanyekan jika ingin menjadi dosen maka harus kuliah S2 dan jika ingin menjadi guru harus kuliah PPG dan memiliki sertifikat pendidik. Karena untuk seleksi guru kedepan semua peserta seleksi harus memiliki sertifikat pendidik sebagai syarat mutlaknya. 
******
Dalam dua hari ini timeline facebook di laptop banyak dibanjiri dengan euforia kelulusan peserta PPG 2016, ucapan terimakasih dan rasa syukur menghiasinya. Saya cuma mengucapkan selamat, semoga berkah, semoga gelar barunya dapat digunakan dengan baik. Mulai minggu depan, setelah euforia ini berakhir, saya pastikan masa-masa galau akan menghampiri manyoritas alumi PPG. Masa-masa bosan, jenuh, sentuk, dan rasa gengsi mulai megindap. Apalagi jika sanak famili mulai ada yang bertanya, ngajar dimana sekarang?, kerja dimana sekarang?. Saya ingatkan, janganlah menjawab dengan jawaban yang belum pasti kebenarannya seperti “saya sedang menanti GGD beberapa bulan lagi!” jika dijawab seperti itu maka anda masuk dalam golongan korban PHP paling sadis.

Mari kita berandai-andai. Alumni PPG skil utamanya adalah mengajar, kecintaan menjadi seorang guru tidak diragukan lagi, setahun di pedalaman selama SM3T dan satu tahun kuliah profesi guru berasrama, saya pikir sudah sangat cukup matang. Pertanyaannya adalah, mau mengajar di mana sekarang? Ada banyak guru honor yang menguasai sekolah, guru-guru PNS yang sudah sertifikasi dimana mereka banyak yang tidak cukup jam mengajar dan terus mencari jam tambahan di sekolah-sekolah lain. Nah, datang kita alumni PPG ke sekolah minta jam mengajar, apakah sekolah mau terima? Mereka akan mikir-mikir juga.

Lalu apa solusinya? Solusi ada pada diri kita masing-masing. Ingatlah bahwa rezeki itu sudah Allah jamin untuk hambaNya. Setiap kita pasti mempunyai skil yang luar biasa, tidak hanya mengajar, ada banyak skil lain yang bisa dikembangkan. 

Supaya tidak kecewa mulailah berpikir dan tanamkan dalam hati yang paling dalam “PNS itu bukan akhir segalanya”. Ada banyak pekerjaan lain yang mendatangkan rezeki yang halal, apa saja, yang penting kita senang dan bahagia dalam menjalaninya. Cobalah menciptakan kebahagiaan sendiri dengan cara kita sendiri. Jika tidak, maka anda akan masuk dalam golongan orang-orang yang putus asa dan ujung-ujungnya akan menjurus ke prilaku kriminal. Selamat mencoba!.

[Minggu, 28 Februari 2016]

Previous
« Prev Post

5 komentar:

Post a Comment