Guru Penggerak di Masa Depan

Dimasa depan saya ingin menjadi guru penggerak yang selalu tergerak, bergerak dan menggerakkan ekosistem sekolah dan masyarakat sekitar untuk meujudkan pendidikan yang berkualitas dengan murid yang memiliki profil pelajar Pancasila. Ingin  menjadi Guru Penggerak yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai dan peran guru penggerak, serta mampu mengimplementasikan kompetensi Guru Penggerak.

Nilai-nilai yang harus saya kuasai di masa depan adalah:

1. Mandiri

Saya akan selalu memotivasi diri sendiri u
ntuk melakukan perbubahan yang dimulai dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Perubahan harus disertai dengan rasa tanggung jawab yang sangat besar dengan apa yang telah ditugaskan, kreatif dan memiliki sifat inisiatif yang tinggi karena guru adalah role model bagi murid, untuk itu diharapkan memiliki kecakapan dan keterampilan yang patut ditiru. Nilai mandiri dengan rasa tanggung jawab dan penuh percaya diri terhadap perubahan nantinya dapat membuat saya berperan sebagai pemimpin pembelajaran.

2. Reflektif

Saya selalu mengevalusi diri terhadap apa yang sudah dicapai agar mengetahi kelebihan dan kelemahan yang bisa digunakan untuk proses perbaikan di masa yang akan datang. Menjadikan kelebihan dan kelemahan sebagai sarana menjadi guru yang lebih baik setiap waktunya. Semua yang terjadi tidak dibiarkan berlalu begitu saja, tetapi selalu mengambil hikmah. Reflektif yang dilakukan ini akan sangat berguna ketika menggerakkan komunitas praktisi.

3. Kolaborasi

Membangun hubungan kerja yang positif dengan semua pihak demi pengembangan proses pembelajaran dan memberikan kebermaknaan bagi dunia Pendidikan. Saling memberi pengaruh yang positif, berbagi ilmu dan pengalaman, membuka diri untuk jejaring yang akan dapat menambah pengetahuan dan wawasan baru sehingga saya dapat menjalankan peran guru penggerak yang kolaborasi atar guru.

4. Inovatif

Memiliki jiwa untuk melakukan pembaharuan dan menemukan gagasan cemerlang dalam mengatasi persoalan pendidikan. Berusaha selalu menemukan cara baru untuk diterapkan, sehingga pembelajaran tak terasa sebagai beban, tetapi tetap bermakna bagi murid, menggunakan berbagai sumber belajar, menyenangkan, dan sesuai dengan cara belajar murid serta melihat peluang yang ada di sekitar untuk mendukung ide orisinil demi menguatkan pembelajaran murid sehingga nantinya saya dapat menajdi coach bagi guru lain.

5. Berpihak pada Murid

Saya akan mengutamakan kepentingan perkembangan murid sebagai acuan utama dalam pembelajaran dan bukan pada pemuasan diri sendiri. Menuntun murid untuk mandiri dalam belajar,mengembangkan potensi dan membentuk karakter murid sehingga menjadi pribadi yang unggul, sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Melakukan pembelajaran yang asik, kreatif dan menyenangkan sesuai dengan konteks kearifan lokal. Dengan kemandirian murid, diharapkan dapat meujudkan kepemimpinan murid.

_____

Tugas 1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2

Muhamad Darmansyah, S.Pd.
SDN 15 Merah Arai
- CGP-6-Sintang –

Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Anak dilahirkan sebagai manusia yang istimewa dengan segudang bakat dan minatnya. Bakat dan minat anak tidak selalu harus sama, dimana anak memiliki latar belakang yang berbeda, budaya, agama, suku, dimana semua itu mempengaruhi bakat dan minatnya. Dengan perbedaan-perbedaan tersebut maka anak harus dididik dengan cara yang sesuai dengan  tuntutan  alam, budaya, adat istiadat  dan zamannya  sendiri. Zaman abad 21 dengan teknologi seperti sekarang, pembelajaran berbasis IT sangat di depankan. Pendidikan kasih-sayang sangat diutamakan, tidak boleh ada lagi pendidikan dengan kekerasan.

Ki Hadjar Dewantara memilih metode among dalam mendidik anak. Metode among dikenal dengan metode pengajaran dan pendidikan berdasarkan Asih, Asah, dan Asuh. Among memiliki pengertian menjaga, membina, dan mendidik anak dengan kasih sayang, membimbing anak dengan ikhlas sesuai bakat dan minatnya, memberikan tuntunan agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar. 

Ki Hadjar Dewantara mengatakan: Pendidikan bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. keselamatan dan kebahagiaan tidak terlepas dari karakter atau budi pekerti yang baik.

Di sisi lain, Ki Hadjar Dewantara menjelaskan bahwa keluarga menjadi tempat yang utama dan paling baik untuk melatih pendidikan sosial dan karakter baik bagi seorang anak. Dimana keluarga dijadikan sebagai komunitas terkecil yang menjadi dasar, modal untuk beranjak ke komunitas yang lebih besar yaitu masyarakat. Pendidikan dalam keluarga adalah kunci. Oleh karenanya peran keluarga tidak boleh dilepaskan dalam pembentukan budi pekerti anak, lebih-lebih sekolah dalam hal ini guru hanya mengambil peran sangat sedikit di sekolah dengan waktu yang sangat terbatas. Orang tua dan masyarakatlah yang paling banyak mengambil waktu dalam hal membentuk karakter atau budi pekerti anak.

Penting bagi Guru untuk memandang anak sebagai manusia yang istimewa, yang memiliki segudang bakat dan minat yang luar biasa dan juga berbeda-beda. Tugas Guru hanyalah menuntun mereka untuk mencapai kesuksesnya, mengeluarkan kekuatan yang ada pada diri mereka sendiri. Seperti anak yang berbakat di bidang musik, maka guru harus menuntun mereka untuk mencintai musik. Anak yang berbakat di bidang politik, guru menuntun mereka untuk menguasai ilmu politik dan mengaplikasikannya dalam mansyarakat.

Apa yang di sampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara masih sangat relevan dengan kondisi pendidikan di zaman sekarang bahkan pendapat-pendapatnya kerap dijadikan penuntun untuk membantu kesuksesan pendidikan yang lebih baik kedepannya. Seperti kemerdekaan dalam mengajar, belajar dan berbudaya, jauh sebelum Indonesia merdeka KI Hadjar sudah berulang-ulang menjelasknaya bahwasanya negara kita memiliki semua kekuatan itu. Silahkan mengadopsi sestem pendidikan barat, budaya barat, tetapi ingat, kita juga punya sistem yang bagus dan budaya yang kuat yang harus ditanamkan pada setiap jiwa anak-anak Indonesia karena adat istiadat itu adalah penuntun untuk keselamat dan kebahagiaan.

___

Saya percaya bahwa anak dilahirkan sebagai makhluk yang istimewa dengan bakat dan minatnya yang luar biasa, dengan kemampuan kecerdasan yang berbeda. Namun dalam pembelajaran di kelas saya masih berpacu dengan waktu dan fokus mengejar target materi dan terabaikan dalam menuntun budi pekerti anak untuk menjadi lebih baik.

Setelah mempelajari modul tentang pemikiran Ki Hadjar Dewantara, perubahan pemikiran dan perilaku saya  adalah dalam proses membelajarkan di kelas, sebagai guru harus mengutamakan keteladanan, karena melalui keteladanan yang baik lebih berpengaruh dari pada seribu ucapan yang kita ucapkan, dan dalam proses pembelajaran guru harus mengembangkan seluruh potensi siswa baik Cipta (kognitif) dan Karsa (afektif) sehingga menciptakan Karya (psikomotor) sehingga melahirkan anak yang cerdas,kreatif dan berbudi pekerti baik. Selain itu, proses pembelajaran hendaknya menyesuaikan dengan gaya belajar, gaya berfikir, minat dan bakat anak.

Yang segera bisa saya terapkan di kelas dari pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah melaksanakan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, efekif dan menyenangkan yang berfokus pada anak dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

___

Muhamad Darmansyah, S.Pd.
SDN 15 Merah Arai
CGP- 6 - Sintang, Kalbar