Sukadir, Guru Perintis yang Melegenda

Namanya Sukadir, guru SDN 15 Merah Arai. Kami biasa menyapanya Pak Kadir. Berparas tua namun masih berjiwa muda. Bulan Mei tahun lalu, dia pensiun. Boleh dibilang kami kehilangan teman yang lucu dan guru yang hebat. Tua-tua keladi, biarpun tua semangat mengajarnya makin jadi. Orangnya kreatif dan inovatif. Siapa saja yang memiliki pikiran terbuka dan optimis akan bersepakat dengan apapun yang dilakukan oleh pak Kadir.

Pak Kadir menjadi guru pada tahun 1980 setelah berhasil menyisihkan ribuan pesaing dalam seleksi guru PNS saat itu. Awalnya tidak begitu menyukai menjadi guru, karena hobi pak Kadir adalah bertani. Saat itu, Pak Kadir mengikuti tes secara bersamaan yaitu tes guru dan penyuluh pertanian. Saat pengumuman kelulusan, dua propesi yang di tes semunya lulus. Maka galaulah pak Kadir. Hatinya lebih memilih menjadi penyuluh pertanian. Akhirnya beliau menetapkan hati mengambil penyuluh pertanian dan meninggalkna guru.

Proses daftar ulang pun tiba. Dulu, untuk menuju kota Sintang dari Desa Merah Arai memakan waktu berhari-hari menggunakan sampan dayung. Pak Kadir melakukannya demi untuk menjadi PNS. Setibanya di kota Sintang, ada kabar kalau tempat pendaftaran ulang dilaksanakan di Pontianak. Maka termenung sambil menyerahkan diri pada Tuhan. Bagaimana caranya bisa ke Pontianak dengan waktu yang sesingkat ini. Tidak berhenti disitu, karena tekatnya menjadi PNS sangat kuat maka ditunggulah bus di pinggir jalan. Berjam-jam dan sampai berhari-hari bus pun tak kunjung tiba. Akhirnya pak Kadir menyerah dan mengurungkan niat menjadi Penyuluh pertanian dan kembali memilih menjadi guru.

SK pertama pak Kadir di SDN 15 Semadai. SD 15 Merah Arai sudah dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada tahun 1980, dan tahun 1981 masih kosong tidak ada siswa apalagi guru. Pada September 1982 pak Kadir dipanggil untuk pulang kampung dan mengajar di kampung halamannya. Beliau satu-satunya guru dan saat itu hanya menerima 1 kelas saja. Siswanya cuma 40 orang. Itupun jumlah yang didapat dari hasil jemput bola, atau dipaksa untuk mau sekolah.

Jaman dulu, masyarakat masih berpikir jika anak mereka sekolah, maka akan diambil oleh Belanda atau Jepang dan tidak akan pulang lagi ke kampung halaman, itu alasan orang jaman dulu tidak mau menyekolahkan anaknya. Mereka takut kehilangan anak. Pola pikir seperti inilah yang terus berusaha untuk dirubah oleh Pak kadir. Menjelaskan pentingnya sekolah, supaya harta tidak diambil orang lain, kita tidak ditipu oleh orang kota. Jika kita pintar maka bisa menjual hasil panen dengan harga lebih tinggi di kota dan kita bisa membangun desa dengan baik. Bahasa-bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh orang desa adalah jurus jitu yang digunakan pak Kadir. 

Pak Kadir ini akalanya banyak, mengunjungi dusun-dusun yang banyak anak-anak dan menjumpai orang tua mereka pada saat musim panen. Pada musim panen, orang sedang dalam keadaan senang dan bahagia sehingga apa yang ingin kita sampaikan akan didengar dan disambut dengan baik, setidaknya dipertimbangkan. Orang desa saat itu masih sangat hormat pada guru, sehingga jika ada guru yang datang ke rumah, ada dua tanda yaitu tanda berkah atau bahaya.

Hasil dari perjuangan pak Kadir jaman muda dulu sudah bisa dilihat sekarang. Banyak penduduk desa yang dulunya dipaksa sekolah sekarang sudah menjadi tokoh dan hidup senang. Ada yang menjadi kepala desa, PNS, petani sukses dan banyak lainya.

Sampai sekarang, pak Kadir masih menjadi orang yang dihormati di Desa, ingatannya masih kuat, matanya masih terang dan fisiknya pun masih kuat. Beliau menghabiskan masa tua dengan bertani dan mencari ikan di sungai. Rupanya, hamper 80 % masyarakat Merah Arai, nama mereka adalah hasil olah pikir pak Kadir. Begitu lahir anak, langsung tanya pak Kadir, siapa saya kasi nama?.


Anak dengan Kecerdasan Kinestetik

Kecerdasan Kinestetik
Sebelah Kiri:Okta Manasie
Namanya Ise, lengkapnya Okta Manasie,  anak yang lahir pada tanggal 16 Juni 2005, sekarang sudah berumur 12 tahun. Dia tercatat sebagai siswa kelas IV, dan dua kali tidak naik kelas. Ise dulunya lahir prematur,  usia kandungan ibunya tujuh bulan dan lahir dengan bobot 1 kg, kecil sekali saat itu, kata ayahnya. 

Di sekolah, Ise sedikit usil namun dia tidak begitu nakal. Ise tidak membuat kegaduhan hanya saja gerak geriknya sedikit mengganggu mata yang melihat, dia tidak bisa duduk diam dan selalu ingin bergerak. Cuek dan tidak sedikitpun peduli dengan pelajaran yang diberikan guru di kelas, jangankan mencatat atau menjawab pertanyaan guru, memperhatikanpun tidak. Dia asyik memperhatikan pekerjaan teman-temannya di kelas. Saking kesalnya dengan tingkah Ise, mau rasanya melempar dia dari luar jendela. Saat jam istirahat dia lebih banyak bermain bahkan semua permainan mau diikutinya, sangat aktif dan selalu menjadi pemimpin pada setiap permainan. 

Banyak orang pesimis dengan masa depan anak ini, termasuk orang tuanya sendiri, bagaimana tidak, sudah 12 tahun belum bisa membaca dan akan terancam tidak naik ke kelas V. Saya beranggapan sebaliknya, anak ini adalah mutiara, suatu saat nanti Ise akan menjadi orang hebat, hebat pada bakatnya sendiri. Bukankah Isaac Newton juga mengalami kondisi seperti Ise?. 

Ise adalah anak yang masuk dalam kategori kebutuhan khusus, dia harus dididik secara khusus pula. Di kelas, dia boleh tidak dijadikan pusat perhatian dan seyogyanya guru fokus pada siswa yang lain. Biarlah Ise menjadi pelengkap dan penghibur, namun di luar kelas dia harus menjadi pusat perhatian.

Setelah mengamati aktivitas Ise di sekolah dan di luar sekolah, saya mulai menemukan pintu kecerdasan dia, rupanya kecerdasannya adalah kinestetik (gerak). Setiap sore saya mengajak Ise bermain di rumah, sekedar santai-santai, memancing di sungai dan berkeliling Desa. Aktivitas-aktivitas psikomotorik ini saya selipkan dengan membaca dan berhitung. Kemanapun kami pergi, buku bacaan selalu dibawanya. Saya melihat perkembangan luar biasa, meskipun belum bisa membaca dan berhitung setidaknya Ise sudah punya modal besar yaitu kemauan untuk belajar. Catatan yang perlu diperhatikan dalam menangani Ise yaitu jangan pernah dipaksa, jangan biarkan dia jenuh dan beri kesempatan tubuhnya tetap bergerak. 

Kasus seperti Ise hanya ada satu-satunya di sekolah kami, saya mengambil peran untuk menanganinya. Biarpun saya belum cukup ilmu untuk menangani kasus seperti ini namun akan saya upayakan berbagai cara dan terus mempelajari berbagai metode dan ilmu yang menyangkut penanganan anak-anak yang berkebutuhan khusus,terutama anak seperi Ise. 

Target saya, semester depan Ise harus bisa membaca dan berhitung dan naik ke kelas V. Insya Allah berhasil. Amin.

Merah Arai, 3 Desember 2017

Gadis yang Aku Rindukan

Gadis yang kurindukan
Coba lihat ke langit, ada miliaran bintang. Apa lagi jika melihatnya disaat bulan terang, cantik sekali. Gugusan yang luar biasa, bimasakti membentang indah. Aku melihatnya dari atas pulau Borneo, tepat di langit Khatulistiwa pemandangan langit nampak lebih indah.

Malam ini dingin sekali, udaranya masuk sampai ke relung tulang. Malam kian mengajakku untuk tidur tapi langkah tak mau beranjak dari kursi kayu yang aku letakkan di halaman rumah. Nyanyian jangkrik dan semut hutan begitu syahdu. Suara riakan sungai yang hanya berjarak 50 meter terdengar jelas di telingaku, iramanya merdu. Ada banyak suara-suara mahkluk Tuhan yang malam ini sedang beraktivitas, mungkin saja salah satunya adalah makhluk halus. Suara-suara itu membentuk nada-nada indah untuk relaksasi di tengah malam yang sunyi. 

Biarpun sedang sendiri, jauh dari pusat keramaian. Malam ini aku tidak terlihat takut. Duduk sambil menengadah ke langit, memandang keindahan alam semesta. Seraya bersyukur karena Allah masih memberi kesempatan untukku bernafas. Beginilah caraku merindukannya. Gadis yang namanya selalu kusebut dalam doaku. Saat gelap seperti ini, gadis itu hadir memberi seberkas cahaya, malam yang gelap menjadi malam yang indah. Aku tersenyum memandanginya. Betapa indah gadis itu, berlama-lama menatapnya hatiku kian sejuk. Melihat ke langit seolah aku dapat melihat aktivitasnya malam ini, saat ini mungkin dia sedang tidur. Selamat istirahat, sayang. 

Langit, hutan, sungai dan bintang di tempat ini selalu bercerita hal sama. Tentang rinduku yang terus mengalir, tentang kata-kata yang tak mau berhenti, tentangmu. Di tempat yang sunyi ini, aku mewakilkan rinduku pada bintang-bintang di langit sana. Supaya rindu itu sampai padanya. Rindu ini terlampau berat untuk bisa kupikul sendirian, terlampau besar untuk bisa kulempar ke arah bintang di langit sana, dan rindu ini tidak akan aku biarkan hilang begitu saja, percayalah.

Rindu itu sebuah kebatinan rasa yang harus tersampaikan kepada pemiliknya bagaimanapun caranya. Aku punya cara dan tahu metodenya. Diapun Begitu. Rindu tak diciptakan oleh jarak, tapi perasaan. Aku merindukannya bukan karena ia jauh, namun karena ia telah ada di dalam jiwa dan ragaku.

Rindu seperti ini tidak akan lama lagi, akan segera berakhir. Akan diobati dengan pertemuan yang teduh. Allah sudah merencanakan aku dan kamu bertemu dalam satu waktu. Saat ini, biarlah kita bertemu dalam rindu yang bertumpuk-tumpuk di atas sajadah, menggulung-gulung hingga besar di langit sana dan bercahya mengalahkan bintang kejora.

Cinta, bersabarlah dalam menanti seperti ketidakinginan kita agar terompet Sangkakala tak segera berbunyi sebelum amal kita terasa cukup. Sesuatu akan datang pada waktunya masing-masing sebab sudah Allah takdirkan demikian. Bukankah sekuat apapun kita mengusahakan datangnya senja ketika fajar baru saja terbit, itu tidak akan terjadi begitu saja bukan? Kita tetap harus menunggu waktunya tiba, melewati siang. Jadi, bersabarlah.

Aku masih takut dengan sunyi. Apalagi kalau gelap pekat. Di sini, kuntilanak tidak takut dengan manusia. Coba saja jika kamu ada di sampingku. Sunyi dan gelap akan membuat kuntilanak menjauh ketakutan. Cahaya cinta akan membuat siapa saja yang mendekat akan menjauh. 

Cinta, mari saling mendoakan, biar rindu ini saling bertaut dan proposal halal yang telah kita sampaikan segera dikabulkan. Ingat, kamu harus sombong pada laki-laki lain untuk menjaga perasaan lelakimu, akupun begitu.

Nanti, bintang-bintang indah yang aku lihat di atas langit desa ini, akan kita lihat bersama. Di sini, di Desa Merah Arai, pedalaman Kalimantan. Akan kupastikan kau terhibur dan tidak minta pulang jika bersamaku di tempat ini. Tahun depan, ikut yaa. 

Jaga hati, jaga diri dan jaga Iman. 

Merah Arai, 01 Desember 2017

Ini Sekolah Bukan Kandang Ayam

SDN Sintang Kalbar
SDN 15 Merah Arai Kab. Sintang, Kalbar
Bangunannya sudah tidak layak, berlantai tanah, beratap seng, dindingnya mulai lapuk, sepintas jika tidak ada papan nama sekolah orang akan menyebutnya kandang ayam. Namun percayalah, bangunan itu adalah tempat kami belajar, tempat kami mengukir masa depan, tempat anak-anak hebat calon pemimpin masa depan menimba ilmu. 

SDN 15 Merah Arai, didirikan pada tahun 1980. Sekolah inilah yang membuat masyarakat bisa menghitung berapa jumlah dan harga getah karet yang mereka dapat setiap bulannya. Sekolah inilah yang membuat masyarakat bisa membaca visi dan misi calon kepala daerah dan Presiden. Sekolah ini adalah harapan bagi masyarakat di desa Merah Arai, harapan untuk hidup lebih baik. 

SDN 15 Merah Arai memiliki siswa keseluruhan 99 orang. Sekolah induk berada di dusun Mawang Manis, pusat desa Merah Arai, memiliki 6 kelas dan 6 orang guru (3 PNS dan 3 honorer), sedangkan kelas jarak jauh berada di dusun Pintas, memiliki 3 kelas yaitu kelas I, II dan kelas III, hanya memiliki 1 orang guru (honorer). Gurunya mengajar dengan kelas rangkap dengan pola pagi sore. 

Siswa di sekolah ini berasal dari 4 dusun yaitu Mawang Manis, Natai Bungkang, Pandau dan Pintas. Jarak dusun pandau ke sekolah 20 menit dengan berjalan kaki, sedangkan jarak dusun terjauh yaitu Pintas 90 menit. 40 persen siswanya berasal dari Pandau dan Pintas. Bayangkan, setiap harinya mereka menempuh perjalanan sejauh itu untuk menimba ilmu. Kasihan sekali anak-anak itu jika para guru tidak memberikan pelayanan yang prima dan pengajaran yang baik. Dosa besar rasanya. 

Kelas jarak jauh, baru didirikan pada tahun 2012. Jika tidak didirikan maka anak-anak di dusun tersebut tidak bisa sekolah. Seumuran anak kelas I sampai kelas III belum berani untuk datang ke sekolah induk dengan jarak 1.5 jam, orang tuanyapun tidak mau mengantar setiap harinya dengan kesibukan mencari rezeki di ladang dan kebun. Untuk mengatasi persoalan itu, maka didirikanlah kelas jarak jauh dengan berbagai kekurangannya. Setelah naik kelas IV barulah anak-anak di dusun Pintas belajarnya di sekolah induk. Jumlah mereka lumayan banyak, biasanya mereka pergi dan pulang sekolah bersama-sama. Rombongan Pintas menumpuh 70 menit ke dusun Pandau dan rombongan Pandau sudah menunggu dan mereka bersama-sama menuju sekolah induk dengan tambahan waktu 20 menit lagi. Bukankah seru sekali seperti ini? 

Jika banjir, biasanya anak-anak dari Pintas dan Pandau tidak bisa ke sekolah karena tidak bisa lewat. Jalan yang mereka lalui adalah sepanjang pinggir sungai. Jika melewati hutan, terlalu jauh dan banyak sungai-sungai kecil tanpa jembatan, mereka tidak akan mampu. Sekolah pasti kelihatan sepi tanpa anak-anak dari Pintas dan Pandau. 

Di sekolah kami, anak-anaknya cantik dan ganteng, namun sayang mereka ke sekolah banyak yang tidak menggunakan sepatu, baju yang dipakaipun kumal dan ada robek-robeknya. "Pakaian bukanlah kendala, tapi semangat belajarnya" kata anak kelas VI serempak. Saya angkat topi, salut. You are kid jaman now.

Mohon Bantuan fasilitas sekolah
mengintip dunia
Fasilitas bukanlah kendala untuk terus belajar. Panas seng dan uap dari tanah, kami anggap sejuk karena masih ada pendingin alam sepoi-sepoi yang keluar masuk dari lobang-lobang dinding. Kami dapat mengintip aktivitas belajar dari kelas lain. Jika ada anak yang sedang mengintip, begitu ditegur "apa yang kamu lihat? "saya melihat dunia tetangga pak, saya melihat Jakarta, ibu kota negara dan Pulau Sumatera". Begitu cara mereka menghibur diri. 

Di sini, saya belajar banyak, belajar dari anak-anak yang semangatnya dalam mencari ilmu melampaui semangat saya memberikan ilmu, saya tidak boleh kalah, setidaknya seimbang. Mereka bisa bahagia dengan kondisi seperti ini karena kebahagiaan bisa mereka ciptakan sendiri. 

Terkadang, untuk bisa bahagia kita tidak harus selalu melihat bentuknya, namun kita hanya perlu merasakan.

Merah Arai,  28 November 2017.

Cinta Tanpa Syarat

darman reubee
Malam ini kamu tidur lebih awal dari biasanya. Mungkin jadwal kantukmu kembali normal setelah beberapa malam aku ganggu. Maafkanlah, jika itu mengganggu. Aku yakin, kamu tidak akan marah. Pada Ramadhan ini, aku begitu sering mengganggu jam tidur gadis itu. Gadis penyuka ceker ayam, warna hijau dan buah pear. Siapa gadis itu? Biar aku saja yang tahu, kalian jangan coba menebak-nebak, takut salah nanti, jadinya baper. 

Aku berpikir lebih keras dari biasanya, menyatukan seluruh sel saraf hanya untuk menjawab pertanyaan, apa gerangan semua ini?. Ada yang aneh terhadap pertemuan kami, dipisahkan oleh jarak dan waktu namun ada kekuatan maha dahsyat yang menggerakannya sehingga kami bertemu. Awalnya hanyalah pertemuan pikiran dan batin, lalu dipertemukan di sebuah tempat yang sudah Allah skenariokan dengan sangat luar biasa. Tempat yang banyak orang mau ke sana, tapi tidak semua bisa, hanya yang beruntung saja. Tidak kenal dijadikan kenal. Yang jauh dijadikan dekat. Dari suka menjadi cinta. Apakah itu yang dinamakan jodoh? Entahlah, aku tidak mau menebak. Tapi semoga itu benar adanya.
*****
Malam itu, kamu bertanya bagaimana kisah gadis petualang? Bagaimana kisah mencintai dalam diam? Aku hanya menjawab: mereka hanyalah kisah fiktif belaka. Jika tidak fiktif, mereka akan disisiku sekarang. Pada prinsipnya fantasi gadis petualang ada pada kamu sekarang. Kamu memiliki semua hal yang ada pada gadis petualang bahkan melebihinya dalam segala hal. Kamu tidak menyadari tapi aku mengetahui. 

Saat kamu bertanya tentang kisah mencintai dalam diam? Aku diam sejenak. Menghela nafas, kembali mengingat kisah itu. Aku pernah mencintai seseorang dalam diam, sebelum dia diambil orang secara diam-diam. Gadis itu limited edition. Ya, karena saat itu aku belum mengenal kamu. Setelan bertemu kamu, aku sadar bahwa gadis seperti itu ada banyak di dunia ini. Kamu adalah salah satunya. Dan, aku mendapatkannya. 

Suka dan cinta adalah dua hal yang berbeda. Menyukai seseorang atau banyak orang itu kodratnya manusia, mudah dilakukan dengan berbagai alasan. Berbeda halnya dengan mencintai. Mencintai itu tidak mudah, butuh proses dan respon hati yang kuat karena cinta tidak boleh dipaksakan tetapi dirasakan. Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Allah pada sepasang manusia untuk saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dan saling-saling lainya. Cinta itu seperti gelombang beta yang bergerak tak terduga yang mempengaruhi jaringan-jaringan otak sehingga disebutlah gelombang cinta. Gelombang cinta dapat membuat yang merasakannya menjadi bahagia, senang dan kerap berprilaku seperti orang gila (suka senyum-senyum sendiri). Kira-kira begitulah konsepnya.
*****
Bagaimana bisa memenangkan cinta ini? tanyamu. Baiklah, aku beritahu. Menggunakan farmasi 4-4-3 dengan menyerang penuh membuat pertahananmu lumpuh, logika-logika bertahan yang kerap kamu lontarkan dapat aku mentahkan. Saat itu, aku juga menggunakan metode pasukan anti teror, tangkap dulu baru introgasi. Dengan metode itu membuat kamu shok, dan kamu bertanya kenapa harus demikian? Jika tidak demikian, saat aku sibuk dengan introgasi, kamu sudah diculik orang, dan aku tidak rela itu terjadi. Aku harus berpikir dan bergerak 10 kali lebih cepat dari orang pada umumnya. Untuk apa? Supaya aku bisa memilikimu.

Kamu itu gadis seperti apa sih? Apa istimewanya? Entahlah. Pokonya kamu terlihat beda. Terlihat lebih cerdas dan elegan. Saat beberapa kali melakukan diskusi, aku menyukai tema-tema yang kita bahas. Temanya berkelas, kita bercerita bagaiman masa depan, bagamana pendidikan untuk anak-anak, bagaimana kurikulum yang akan kita terapkan dirumah nantinya, dan banyak hal lainnya. Diskusi seperti ini tidak akan didapati jika kamu bukan gadis yang cerdas. Ketika orang masih bergombal-ria kita sudah membicarakan konsep rumah tangga, kita sudah bercerita bagaimana masa depan keluarga. Tidak bermaksud melawan takdir, hanya mempersiapkan diri untuk menjemput takdir itu.

Sekian lama tidak bertemu, kemarin akhirnya bertemu. Pertemuan yang didesain sedemikian rupa dengan beberapa pola tak bercuriga dengan gaya senyap tapi tidak merayap. Saat melihat kamu, terbesit di hati “kamu jauh dari ekspektasiku selama ini”. Kamu yang didepanku lebih manis dari yang aku bayangkan, lebih ramah, elegan, bersahaja dan merasa sangat senang berada disampingmu.

Kamu anggun bagaikan keindahan semesta, ada gelombang bahagia saat menatapnya. Mohon berkenan, aku ingin menatapmu lebih lama, kamu jangan malu.
===
Teman. Suatu saat nanti, akan aku kenalkan pada kalian, siapa gadis itu? Tapi kau jangan cemburu.

Sigli, 23 Juni 2017

Sendiri, Kita Punya Kesenangan yang Berbeda

Meninggalkan keramaian
Jika ada yang bertanya: dimana kenikmatan sering menyendiri? Maka saya akan menjawab: kamu akan tahu jika kamu memahami arti menyendiri.

Cukup lama saya mencoba memahami arti menyendiri, menyendiri dalam artian positif. Hidup jauh dari keramaian, jauh dari suara-suara sumbang tukang kritik yang tak pernah memberikan solusi, jauh dari berita-berita miring, jauh dari berita kriminal yang tak bermoral dan jauh dari gosip-gosip murahan. Menyendiri adalah kesenangan. Menyendiri adalah kebahagiaan.

Menyendiri bukan berarti tidak peduli dengan lingkungan sosial, menyendiri bukan berarti putus asa, dan menyendiri bukan berarti kalah terhadap kerasnya hidup. Menyendiri adalah mengumpulkan energi, meracik ide, menjernihkan pekiran dan mempersiapkan strategi untuk meraih sesuatu yang lebih besar. Karena menyendiri adalah kesenangan.

Dulunya saya pernah berpikir negatif terhadap orang yang suka menyendiri, apasih yang mereka lakukan saat sendiri?, Jarang keluar rumah, jarang ngumpul dengan teman-teman, jarang ke tempat hiburan, pastinya jauh dari keramain. 

Ada salah satu teman saya yang sangat sering menyendiri. Setelah diselidiki, teman saya ini sedang fokus belajar bahasa Inggris, dia ingin mengikuti seleksi beasiswa magister di Australia. Alhamdulillah sekarang studinya hampir selesai. Bayangkan jika teman saya ini masih sering melakukan aktivitas yang tidak terlalu prioritas dengan teman-temannya di luar sana, maka dipastikan dia akan gagal ke Australia. 

Ada juga teman yang cukup lama hilang dari peredaran media sosial, bahkan sangat sulit untuk dihubungi. Setelah dicari tahu, rupanya si teman ini sedang rutin mengikuti majelis taklim dan mulai aktif di majelis Zikir. Bagi saya itu adalah kesenangan dan prestasi luar biasa baginya. Menyendiri meninggalkan aktivitas bersama teman-teman yang tidak produktif dalam hal kebermanfaatan dan mencari sesuatu yang lebih bermanfaat untuk kepentingan masa depan yang lebih cerah.

Ada bayak kasus orang-orang yang menyendiri, meninggalkan aktivitas yang hanya buang-buang waktu, meninggalkan teman-teman yang tidak menguatkan hati, menuju aktivitas yang memperkaya pikiran dan membesarkan hati.

Mulai saat itu saya mulai paham, kalau menyendiri adalah kesenangan yang di dalamnya ada kebahagian. Menyendiri adalah meditasi untuk memperbaiki diri. 

Menyendri adalah keharusan ketika kita mulai jenuh dengan keadaan, saatnya melakukan intropeksi diri, merenungi hidup, meminta petunjuk kepada pemilik semesta.

Satu hal yang perlu diingat, dilarang keras menyendiri terlalu lama, nanti kita akan hilang dari peredaran dan akan dicoret dari daftar teman.

#Kuta Lawah, 06 Oktober 2016.

Memiliki Karakter Introvert, Salahkah?

Introvert adalah kelebihan
Saya sangat terkejut ketika ada teman yang menghardik saya dengan “Karakter Introvert”, katanya saya memiliki karakter itu sehingga sulit menemukan jodoh yang dibuktikan tak kunjung menikah. Katanya karakter introvert jarang sekali berinteraksi dengan dunia luar, pemalu, pendiam, susah berbicara sehingga sering ditikung oleh orang lain. Maybe yes maybe no!.

Karena yang menghardik adalah orang yang saya anggap luar biasa dari berbagai segi terutama keilmuannya maka saya harus berusaha memahami maksudnya. Bagi saya introvert adalah istilah baru, saking penasarannya dengan istilah itu 14 artikel psikologi dari berbagai sumber telah saya baca. Rupanya karakater introvert tidak 100 % ada dalam diri saya, ada juga karakter extrovert, kalau diangkakan 60:40. Dan lebih bijak mengatakan kalau kedua karakter itu ada dalam diri saya sehingga dinamakan dengan ambievert. Memilih membela diri dengan tulisan ketimbang dengan kata-kata adalah salah satu ciri introvert. Tidak masalah, saya sedang memposisikan diri sebagai introvert.:)

Satria Gumilang mengulas panjang lebar tentang introvert dan ia meyakinkan semua orang kalau introvert bukanlah penyakit atau kekurangan yang harus dirisaukan namun introvert  adalah anugrah, tercermin dari kalimat pembuka yang ia gunakan: 
Ada sosok penyendiri di antara orang-orang yang sedang bergumul. Ada sosok pendiam di antara sekelompok orang yang sedang berinteraksi. Ada sosok yang terlihat serius di tengah keadaan yang tenang. Ada juga sosok yang terlihat acuh di tengah suasana yang tegang. Sosok ini berbeda, tak seperti kebanyakan orang. Namun ia bukanlah pemalu ataupun seorang yang berpenyakit, tetapi ia justru sedang memerhatikan. Ia sedang menganalisa keadaan. Ia seorang Introvert.  
Introvert adalah karakter manusia yang lebih cenderung menutup diri dari kehidupan luar. Mereka adalah pribadi yang lebih banyak berpikir, imajinasi mereka tinggi. Mereka mampu melihat suatu hal dari segi manapun. Orang dengan karakter introvert jarang bercerita bahkan lebih suka mendengarkan orang bercerita. Mereka juga lebih senang mengamati dalam sebuah interaksi, berpikir dulu baru berbicara/melakukan. Bagi orang introvert diam bukan berarti tak mengerti atau tak peduli, tetapi mereka sedang menganalisa.

Introvert juga lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan tulisan. Mereka senang menjelajahi ruang pikirnya, membaca buku, menonton tayangan yang dapat mengasah otak, karena mereka haus segala hal yang berbau informasi, mereka juga senang dengan kegiatan yang tenang seperti bermain komputer, memancing, bersantai, mendaki gunung dan sebagainya.

Xtrovert adalah kebalikan dari introvert. Karakter extrovert lebih cenderung membuka diri dengan kehidupan luar. Mereka adalah pribadi yang lebih banyak beraktifitas dan lebih sedikit berpikir. Mereka juga orang-orang yang lebih senang berada dalam keramaian daripada di tempat yang sunyi. Mereka lebih senang bercerita daripada mendengarkan orang bercerita, lebih senang berpartisipasi dalam sebuah interaksi, suka berbicara atau melakukan dulu baru berpikir, dan mereka lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan kata-kata.

Ada fakta menarik bahwa banyak tokoh-tokoh dunia yang luarbiasa, rata-rata memiliki karakter introvert seperti  Albert Einstein, Mahatma Ghandi, Bill Gates, Michael Jordan, Julia Roberts, Nicole Kidman, Abraham Lincoln, J.K Rowling dan banyak lagi tokoh besar lainnya. Mereka mampu membuktikan bahwa dunia pun membutuhkan mereka. Saat tak dibutuhkan mereka menjadi orang biasa, namun saat keadaan genting mereka berubah menjadi sosok yang luar biasa. Mereka adalah sosok luar biasa yang telah mengubah dunia dengan karyanya.

Tidak salah apa yang dikatakan oleh Ahli psikologi seperti Mihaly Csikszentmihalyi dan Gregory Feist yaitu: orang dengan karakter introvert adalah orang dengan kreatifitas berkelas nomor satu. Faktor ini terjadi karena mereka dapat menyelam penuh ke dalam pemikirannya. Membaur bersama intuisi dan ketenangan yang bersinergi dengan sunyi. Itulah syaratnya agar dapat menciptakan sebuah maha karya. Biasanya seorang introvert gemar menulis. Karena dalam menulis mereka dapat lebih terbuka dalam mempresentasikan pikiran ataupun membagikan pengalamannya kepada orang lain.

Albert Einstein pernah menulis sebuah kalimat yaitu “Aku benci keramaian banyak orang dan harus berpidato. Aku benci disorot kamera dan harus menjawab berondongan pertanyaan. Kenapa popularitas mencengkeram aku yang seorang ilmuan yang selalu berurusan dengan hal-hal abstrak dan merasa bahagia bila sendirian. Sebuah manifestasi psikologi massa yang berada di luar jangkauanku”. Ya, inilah salah satu isi hati seorang introvert, sendiri berada ditempat sunyi bagi mereka adalah kebahagiaan.

So. Introvert dan rasa malu tidaklah sama. kepribadian introvert terlihat pemalu karena mereka cenderung berpikir sebelum berbicara, serta memproses sesuatu secara internal, berbeda dengan ekstrovert yang lebih spontan dalam mengungkapkan sesuatu. Jadi begitulah teman. 

Pastinya, tidak salah memiliki karakter introvert karena itu adalah kelebihan yang harus disyukuri, hanya sedikit kekurangan pada karakter ini.  

Jadi, Apa karaktermu? Introvert, Xtrovert, atau Ambievert?

#Sabtu, 7 Mei 2016.

2016 adalah Tahun Harapan

Keinginan pada pahun 2016
Harapan di tahun 2016
Tahun 2016 adalah tahun yang hebat. Saya mencanangkan tahun 2016 sebagai tahun penuh revolusi, ya tahun revolusi mental, revolusi moral, dan revolusi spiritual. Yang pastinya revolusi ke arah yang lebih baik lagi. Ada banyak hal yang ingin saya gapai pada tahun 2016 ini. 

Pertama yang ingin saya gapai adalah behenti merokok. Sulit sekali, sudah berbagai metode dipraktekkan namun tak kunjung berhasil. Tidak sampai disitu, semangat untuk berhenti merokok tetap terus digelorakan. Saya punya keyakinan akan mampu berhenti dari barang mematikan tersebut. Alhamdulillah, biarpun belum berhenti total namun sudah mulai berkurang porsi untuk rokok. Doakan semoga pada tahun 2017 mulut saya sudah terbebas dari filter rokok. Semangat.

Kedua, bisa berbahasa Inggris. Mulai dari SMP sampai SMA belajar bahasa Inggris bahkan saat kuliahpun sempat belajar juga selama satu semester. Sudah 6 tahun, namun tidak sampai 100 kosa kata bisa dihafal, jangankan ngomong dengan bule, ngomong dengan teman sendiripun belum mampu. Kemana aja selama 6 tahun? Bayangin, sudah 6 tahun lho. MEA segera hadir, yang tidak bisa bahasa Inggris, siap-siap karena anda akan menjadi penonton budiman. 

Menurut pakar, bahasa adalah skil yang harus dipraktekkan secara berulang, hal ini terbukti nenek kita jaman dulu tidak pernah kursus bahasa Indonesia namun bisa bahasa Indonesia. Anak kecil tidak pernah kursus bahasa ibu namun mereka bisa bahasa Ibunya. Disini saya mulai mengerti, kalau ingin bisa bahasa Inggris, hafal kosa kata sebanyak mungkin dan terus praktekkan, maka Insya Allah akan bisa bahasa Inggris dengan lancar.

Niat dan keinginan untuk bisa bahasa Inggris mulai mendapatkan jalan, tidak mesti harus belajar di kampung Inggris Pare, sekolah tempat saya bertugas sekarang telah menerapkannya. Wajib berbahasa Inggris bagi guru dan siswa dalam lingkungan sekolah. Awalnya ini merupakan sebuah tantangan yang sangat mengguncang, yang penting mau belajar, tidak malu-malu dan terus mencoba. Untung masih ada keringanan tidak harus full Inggris, masih boleh campur sedikit dengan bahasa Indonesia tapi tidak boleh banyak. Insya Allah tahun ini lancar bahasa Inggris.

Ketiga, Kalau dilihat dari umur, masih muda, tidak remaja lagi dan juga belum tua. Begitulah kira-kira. Rasaya mulai kepengen menikah :D. Dan, lagi-lagi saya harus mengatakan bahwa lingkungan merupakan variable yang sangat mempengaruhi kehidupan kita. Teman-teman satu angkatan kuliah hampir sudah menikah semua, mereka belum begitu mapan, tapi keberanian mereka harus diacungkan jempol tinggi-tinggi. Allah akan mempermudah langkah baik hambanya. Dari sudut pandang negatif, saya melihat bahwa mereka adalah laki-laki yang telah diultimatum oleh kekasihnya. Dan, dari sudut pandang positif mereka adalah orang berani yang mau memilih mendapatkan yang halal. Mengabaikan rayuan setan, dan memilih untuk menikah membina rumah tangga menuju surga. Luar biasa. Doakan, semoga saya nyusul kalian. TAHUN INI. :D

[Idi, 26 Januari 2016]

Kualitas Pergaulan Menentukan Kualitas Kehidupan

cara menvari teman yang baik
http://iconosquare.com/darmanreubee
"Seseorang tergantung Agama temannya, maka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat dengan siapa dia berteman".
(HR. Imam Abu Dawud)

Sebagai Muslim, kita dilarang membeda-bedakan teman. Suatu hal yang perlu diingat bahwa adanya teman-teman yang dekat bukan berarti membatasi seseorang pada ruang lingkup beberapa orang teman saja dan membatasi dengan orang lain. Tapi setidaknya, carilah teman yang membawa manfaat atau memberi manfaat bagi kita dan kita pun bisa bermanfaat baginya. Kalau dalam ilmu fisika dikenal dengan istilah gaya aksi dan reaksi.

Seberapa besar pernanan pergaulan terhadap kesuksesan hudup kita? Sangat besar. Kita tidak mungkin bisa sukses, jika pergaulan kita selalu menempatkan kita dalam kondisi kegagalan. Dan kita akan merasakan kemudahan meraih kesuksesan, jika pergaulan kita selalu menempatkan kita dalam kondisi yang tepat.

Identitas dan kualitas diri kita bisa dinilai dari jenis teman dan lingkungan dimana kita bergaul serta berinteraksi. Pergaulan dan lingkungan besar peranannya dalam pembentukan karakter kita. Kita bebas memilih apapun, tapi lingkungan selalu memilihkan untuk kita. tentu saja kita bebas mengubah atau mengganti lingkungan, tapi lingkungan selalu mempengaruhi kita sesuai cara berpikir mereka. Oleh karenanya kita cukup mengubah pergaulan saja, maka kehidupan kita akan berubah. Karena pergaulan memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan apa yang kita pikirkan.

Lihatlah burung, burung-burung terbang bersama dengan yang sama bulunya. Burung merpati tidak akan tebang dengan burung elang, harimau tidak akan jalan bersama dengan kambing, ayam tidak akan berkerumun bersama dengan musang. Seekor kucing jika berada bersama rombongan harimau maka akan sangat menakutkan namun sebaliknya jika harimau bersama rombongan kucing maka harimau  tidak akan menakutkan. 

Melihat situasi kekinian yang kian tidak menentu, utamanya soal akhlak dan keimanan nampaknya petuah dari orangtua kita zaman dulu bisa dijadikan pedoman “Berteman dengan tukang minyak wangi kita akan ikut wangi, berteman dengan tukang minyak tanah kita akan ikut bau minyak tahah”. Petuah ini mengajarkan kepada kita, bahwa untuk menjadi baik, kita harus berkumpul dengan orang-orang yang baik pula. Karena akibat kebaikannya itu, secara tidak langsung akan mengajarkan sifat terpuji lainnya kepada kita. Dengan kata lain, kalau kita ingin hati kita sehat maka hindarilah bergaul dengan orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah.

Apabila kita salah dalam bergaul, lambat laun hal-hal yang bersifat positif yang ada di dalam diri akan melebur dan beradaptasi dengan lingkungan yang buruk tersebut. Karena sudah menjadi naluri dan sifat dasar makhluk hidup, mereka akan beradaptasi, menyelaraskan diri dan menyerupai lingkungan dimana mereka berada untuk bertahan hidup. Baik lingkungan kita maka baiklah kita, buruk lingkungan kita maka buruklah kita.

Maka dari itu, mulai saat ini cobalah untuk mengevaluasi ulang daftar teman serta kondisi lingkungan yang selama ini kita hidup. Bisa jadi, sifat-sifat buruk dan negatif yang ada di dalam diri kita saat ini merupakan hasil pendidikan dari lingkungan dan teman. 

Pergaulan yang baik selalu melahirkan orang-orang baik, pergaulan yang hebat selalu melahirkan orang-orang yang hebat. Dan orang-orang baik dan hebat selalu menciptakan lingkungan baik yang hebat. Kualitas diri kita selalu sama dengan kualitas pergaulan yang kita jalani. 

#Darbe. 8 November 2015.

Bertualanglah Sebelum Istrimu Melarangnya

Pertualanagan
Di Perjalanan Mneuju Puncak Gungung Ile Ape, Lembata, NTT
Masa muda adalah masa yang paling menggebu-gebu, kata Bung Roma Irama. Bagaimana tidak, masa muda dengan kondisi yang masih labil akan memungkinkan untuk melakukan banyak hal. Jika tidak dikontrol dengan baik maka masa muda akan dibuang begitu saja, banyak yang terjerumus dalam dunia hitam narkoba, tidak sedikit yang menghabiskan masa muda dalam jeruji besi. Dan banyak juga yang memanfaatkan masa muda kepada hal-hal yang positif, seperti bergabung dengan komunitas-komunitas sosial, mengikuti berbagai even nasional maupun internasional, mengunjungi berbagai tempat, menikmati kekayaan alam Indonesia raya dan banyak lagi cara orang-orang memanfaatkan masa mudanya.

Jika masa muda hanya disibukkan dengan aktivitas di rumah, kampus dan pustaka. Rutinitas hanya belajar saja tanpa mau bersosialisasi dengan banyak orang, sayang sekali. Masa muda seperti itu sepertinya sangat memprihatinkan. Albert Einstein saja tidak begitu belajarnya. Waktu untuk berpergian selalu dia sisihkan.

Ilmu yang kita dapat dari buku hanya beberapa persen saja, itupun kebanyakan teori doang dan kadang fakta sebenarnya tidak seperti itu. Lalu dimana ilmu yang sebenarnya? Di alam bebas, di lingkungan sosial, dan di berbagai tempat. Jika tidak mau menyesal di hari tua maka carilah ilmu di alam bebas. Tidak hanya itu, kitapun bisa langsung mempraktekkannya. Caranya gimana? Berpergian dan bertualang.

Bertualanglah. Nikamati indahnya alam semesta. Tak perlu jauh. Yang penting bergerak dari tempat semula. Pergilah ke tempat-tempat yang jarang di kunjungi oleh orang lain dan dokumentasikan. Lalu ceritakan. Mumpung masih muda, belum ada yang melarangnya. Jika sudah punya istri apalagi anak maka peluang untuk bertualang semakin kecil. Sudah pada sibuk ngurusin istri, kalau sudah punya anak udah sibuk antar-jemput anak ke sekolah. Maka bertualanglah mumpung masih ada waktu luang.

Tidak semua orang suka, banyak yang tidak berani apalagi mau untuk bertualang. Alasannya bayak sekali,mulai tidak ada waktu, uang, gak ada teman dan sampai tidak diberi ijin oleh orang tua. Padahal dengan bertualang kita bisa mendapatkan ilmu baru, teman baru dan suasana baru. Bisa menghilangkan stres dan jenuh akibat rutinitas kuliah atau pekerjaan yang itu-itu aja, bahkan justeru sangat membosankan. 

Banyak hal-hal yang kita anggap tabu dulunya setelah bertualang akan menjadi hal yang biasa dan lumrah. Karena saraf otak sudah mulai terbuka dan dipaksa untuk berpikir. Dunia ini luas sekali. Alamnya bagaikan surga. Tidak mau main-main di tanah surga?.

Okelah. Gak perlu keliling Indonesia yang terlampau luas. Daerah kita sendiri aja belum habis dikunjungi. Apalagi nusantara yang luas ini, belum lagi keliling dunia. Menjadi katak dalam tempurung sangat tidak mengenakkan. Terasa dunia ini kecil sekali. Padahal kalau mau bertualang akan terasa sangat luas alam ini. 

Tidak mesti sekarang, nanti jika sudah mulai cukup uang, punya kesempatan. Bertualanglah. Kampung itu tidak akan lari, tidak perlu pulang kampung seminggu sekali, belajarlah dari luasnya alam ini, belajarlah dari masyarakat yang berbeda dari kita, belajar banyak hal yang belum dan bahkan tidak pernah kita lihat sebelumnya. 

Dan, mari bertualang sebelum istri kita melarangnya. :D

#Banda Aceh, 20 Agustus 2015.

Tentang Kisah Amalan yang Membukakan Pintu Rezeki

Pintu Rezeki
Akhirnya Teman Saya Menikah Juga
Rezeki yang banyak, siapa sih yang tidak mendambakannya? Semua orang pasti mendambakan. Uang yang banyak, rumah yang besar, mobil yang mewah dan jabatan yang tinggi. Rezeki tidak hanya dalam bentuk materi, segala sesuatu kenikmatan yang Allah berikan kepada kita juga merupakan rezeki seperti sehat badan, mendapatkan jodoh, dikaruniai anak, lulus ujian, terbebas dari musibah dan banyak contoh lainnya. Pertanyaannya, apakah kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan selama ini?.

Dalam hari-hari belakangan ini saya banyak mendapatkan momen istimewa, dari momen ini saya belajar banyak, dan terus introspeksi diri. Dari setiap momen yang saya dapatkan, ada tiga momen hidup yang sangat luar biasa, yang merupakan pengalaman orang-orang di sekitar saya, orang-orang yang menjadi teman diskusi, teman seperjuangan dan sebagai inspirasi bagi saya untuk menjalani kehidupan dengan penuh keberkahan.
*****
Pertama. Teman seperjuangan saya sejak SMA sampai sekarang bahkan juga tinggal satu kost. Kemarin adalah hari bahagia baginya dan juga kami sebagai teman. Prosesi ijab kabul berhasil dilaksanakan penuh dengan haru dan kegembiraan. Sah teman ini menghalalkan seorang gadis di Banda Aceh. Perlu saya kabarkan, teman saya ini dulunya adalah orang biasa-biasa saja. Sama dengan laki-laki lain di luar sana. Namun, beberapa bulan terakhir ini dia telah berubah drastis, berubah ke arah yang lebih baik, sekarang kalau boleh saya bilang telah menjadi seorang ustad. 

Pernah suatu ketika saya bertanya, apasih rahasia bisa menikah secepat ini? Teman ini menjawab: 
"Tidak ada rahasia, tidak ada yang luar biasa, saya cuma mengamalkan beberapa amalan saja seperti Shalat wajib selalu tepat waktu dan berjamaah, sering-sering Shalat Tahajud, dibiasakan Shalat Dhuha, perbanyak Tilawah Al-Quran dan usahakan selalu bersedekah, itu saja. 
Amalan-amalan yang mudah dan jarang orang lakukan. Padahal ketika kita sudah dekat dengan pemilik alam semesta maka apapun yang kita minta pasti akan Allah kabulkan.

Kedua. Ini juga tentang jodoh. Seorang kakak senior yang sudah berumur 36 tahun, cantik, tajir dan cerdas. Sayang sekali di umur yang hampir setengah abad dia tak kunjung mendapatkan pendamping hidup. Apasih yang kurang? Cantik, kaya dan pintar sudah melekat pada dirinya. Umur 36 tahun sangat riskan bagi wanita, dan sudah masuk dalam kategori bahaya. 

Kakak ini mulai khawatir, mulai berpikir keras dan mengintrospeksi diri: apa gerangan saya belum mendapatkan jodoh. Apa yang salah pada diri saya? Tidak lama setelah menginstropeksi diri akhirnya dia mendapatkan celah dan petunjuk. Rupaya selama ini dia jarang sekali bersedekah padahal Allah telah menitipkan harta berlimpah kepadanya berupa kecantikan, pintar, rumah besar, mobil mewah dan kedudukan. 

Tidak lama setelah dia mengetahui sebab muhabab belum mendapatkan jodoh, maka sejak itulah dia mulai menjual harta yang sangat dia cintai sepeti emas, mobil, dan menyedekahkan sebagian hartanya kepada orang-orang yang membutuhkan. Hal ini dilakukannya terus-menerus. 

Tidak lama dari itu, hanya berselang satu Minggu, kakak ini mendapatkan jodoh dan selang satu Minggu setelahnya melangsungkan pernikahan. Sekarang dia telah hidup bahagia dengan keluarga besarnya. Hidup dengan penuh cinta, kebersamaan dan tidak pernah lupa bersyukur dengan cara selalu mendekatkan diri kepada Allah.

Ketiga. Kalau ini tentang rezeki harta. Kawan karib saya. Sahabat yang menurut saya paling keren. Saya banyak belajar dalam menghargai hidup dari dia. Tadi malam sambil minum kopi dia bercerita, ceritanya lucu tapi luar biasa hikmahnya. Begini ceritanya:

Siang itu, setelah paginya sibuk dengan aktivitas bersih-bersih kamar, nyuci baju dan nyetrika. Perut terasa sangat lapar, bergegas untuk mandi dan bersemangat ingin pergi membeli nasi Padang di warung tidak jauh dari rumah kostnya. Begitu melihat dompet, isinya cuma Rp.3000,- sedangkan harga nasi Padang Rp.8000,- maka diurungkan niat untuk membeli nasi dan rela menahan lapar. Hari itu tidak ada teman yang bisa diminta untuk membantu karena semua sedang pada krisis. Apa boleh buat, pasrah adalah pilihan paling ampuh.

Sambil berbaring menahan rasa lapar, si kawan merenung: dulu Ustad saya di pesantren pernah bilang: ”jika ingin kaya maka bacalah Al-Quran Surat Al-Waqiah”. Maka tidak menunggu lagi si kawan langsung berwuduk dan membaca surat Al-Waqiah. Selang 10 menit sambil duduk di depan rumah tetiba lewat seorang pengemis. Si kawan menyedekahkan uang Rp.3000,- tadi kepada pengemis. 

Begitu si kawan masuk ke dalam rumah niat hati ingin tidur untuk menghilangkan rasa lapar, ada yang mengetuk pintu, rupanya ibu tetangga sebelah rumah membawakan makanan kari kambing. Selang beberapa menit sambil menyantap makan siang dari tetangga, telepon berdering, rupanya kabar dari sebuah instansi pemerintah untuk mengambil honor sebanyak Rp.2000.000,- sebagai instruktur dalam pelatihan yang si kawan sendiri sudah lupa tentang itu. Karena kegiatannya sudah sangat lama dan tidak pernah terbayang honor sebanyak itu.

Kami mendengar ceritanya dengan penuh antusias. Dan bagi kami pengalaman hidup si kawan adalah ilmu yang luar biasa. Tidak salah untuk diamalkan. Hal-hal mudah dan sederhana namun enggan kita lakukan.
*****
Banyak orang bingung dengan masalah rezeki yang dihadapinya, padahal Islam telah memberikan berbagai amalan mulia yang mudah dilakukan dan sudah dijanjikan Allah mampu membuka pintu rezeki. Barang siapa yang menginginkan rezekinya lancar, maka solusinya hanya satu, yakni mendekatkan diri kepada Allah.

Ada beberapa amalan mulia yang bisa di laksanakan untuk membuka pintu-pintu rezeki yaitu: Shalat tahajud, Shalat dhuha,Tilawah Al-Quran dan bersedekah. Allah mencintai hamba-hambanya yang senantiasa istiqamah menjalankan amalan-amalan mulia tersebut.

Bagi yang mimpi dan cita-citanya belum dikabulkan oleh Allah, mari kita coba amalan-amalan itu. Insya Allah akan dikabulkan. :)

#Darbe. Banda Aceh, 14 Oktober 2015.

10 Tips Berada di Pedalaman Bagi Orang Baru

Tips Berada Di Pedalaman
Berpose Bersama warga setempat
Mengunjungi tempat baru akan menjadi tantangan tersendiri bagi setiap orang, apalagi tempat yang akan dikunjungi adalah pedalaman yang jauh dari perkotaan. Pedalaman tidak boleh dianggap remeh karena sangat jauh berbeda dengan kota yang masyarakatnya yang lebih heterogen dan sudah terbilang maju. Namun tidak dengan pedalaman, disamping masyarakat yang masih terbilang tertinggal, medan yang menantang dan adat istiadat di sana membuat kita harus ekstra hati-hati. Salah-salah dalam bertindak maka akan mengalami akibat yang fatal. 

Nah. Agar terhindar dari hal-hal yang tidak dinginkan, ikuti tips berada di pedalaman berikut:

1. Pelajari adat istiadat setempat
Sebelum berangkat ke pedalaman, cari tahu tentang adat istiadat yang berlaku di sana. Hal apa saja yang dilarang dan diperbolehkan. Cari tahu juga hukuman apa yang diberikan kalau pendatang melanggar peraturan tersebut. Banyak sumber informasi yang bisa digunakan, mencari berbagai literatur di internet atau boleh langsung bertanya kepada orang-orang yang sudah ke sana. Bertanya kepada orang yang sudah pernah pergi lebih bagus karena informasi yang diberikan lebih valid dan akurat.

2.Kuasai wilayah tujuan
Setiap wilayah pasti memiliki karakteristik yang berbeda. Kita harus pastikan untuk menguasai wilayah yang akan dituju mulai dari iklim, medan, jalan, transportasi, makanan pokok, air, sinyal, jumlah penduduk, dan semua yang berhubungan dengan wilayah tersebut. Jika sudah menguasaainya Insya Allah kita akan merasa nyaman selama di sana.

3. Jangan Panik dan heboh
Begitu tiba di pedalaman, hal pertama yang harus diingat adalah jangan panik apalagi heboh. Jangan menunjukkan ekspresi terkejut yang berlebihan begitu melihat kondisi lingkungan suku adat setempat yang terkadang hal baru dan aneh bagi kita. Jangan pula terlalu heboh, membuat keributan, selfi-selfian, tindakan itu dapat mengganggu masyarakat setempat karena bisa dianggap tidak menghargai. Jika tidak mengindahkan bisa-bisa kita akan diusir.

4.Jaga sopan santun
Salam, senyum dan sapa (S3) merupakan trilogi dari sopan santun. Menjaga sopan santun adalah hal wajib yang harus dilakukan. Perhatikan setiap tingkah laku selama berada di pedalaman. Jangan bersikap sombong dan angkuh, menganggap kita lebih pintar dari mereka. Tunjukkan sikap ramah dengan memberi senyum, sapa dan salamlah setiap orang yang kita jumpai. Jaga juga setiap kata yang keluar dari mulut kita, jangan sampai menyakiti perasaan penduduk setempat. 

5. Segerakan adaptasi dan sosialisasi
Begitu tiba di pedalaman, usahakan untuk bisa beradaptasi secepat mungkin. Semua hal mulai dari makan, mandi, berpakaian, dan kebiasaan kita selama di kota. Semua itu harus disesuaikan dengan daerah baru kita. Disamping itu, sosialisai dengan penduduk setempat harus dilakukan dengan segera, mengunjungi para tentangga, kepala desa dan stockholder setempat. Buat sedemikian rupa supaya semua penduduk mengenal dan menyayangi kita.

6. Jangan sok tahu apalagi menggurui
Prinsipnya sederhana “jangan lakukan apa yang mereka larang dan jagan larang apa yang mereka akukan”. Jangan pernah berpikir kita lebih pintar dari orang-orang di pedalaman. Kadang, banyak hal yang kita pikir mereka tidak mengetahuinya padahal mereka lebih ahli dari kita, mungkin cuma cara mereka melakukannya yang berbeda. Bersikaplah rendah hati dengan menghargai penduduk setempat.

7. Jangan membawa Perhiasan
Tujuan ke pedalaman untuk apa? Pastinya bukan untuk jual emas!. Usahakan tidak membawa perhiasan selama di pedalaman, jika memang harus membawa, maka bawalah perhiasan yang kecil saja seperti cicin. Biarpun di pedalaman, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi pencurian dan perampokan. Medan yang cukup sulit juga membuat periasan yang kita bawa akan terjatuh ataupun hilang. 

8. Jangan tebar pesona
Gara-gara terlalu sering terbar pesona banyak orang yang datang ke pedalaman tidak pulang lagi. Mereka harus terpaksa menikah dengan penduduk lokal. Penyebabnya bayak, mulai dari diguna-guna sampai “kecelakaan”. Bersikap ramah perlu, namun bukan berarti kita harus menebar pesona. Tersenyumlah sewajar mungkin kepada setiap orang, terutama lawan jenis. Senyum atau ramah yang berlebihan bisa menarik hati penduduk lokal. Ingat, biasanya di pedalaman kita akan menjadi pusat perhatian, kita akan menjadi orang paling ganteng dan paling cantik. Semua orang akan melirik. Maka berhati-hatilah.

9. Kedepankan Komunikasi/musyawarah
Setiap orang pasti punya masalah, kecil ataupun besar. Masalah yang kita hadapi di kota akan jauh berbeda dengan di pedalaman. Pada dasarnya setiap masalah muncul karena komunikasi. Jika terjadi suatu masalah yang tidak diinginkan segeralah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait. Musyawarahkan duduk permasalahannya. Komunikasi dan musyawarah adalah jalan terbaik dalam menyelesaikan setiap masalah.

10. Berdoa
Ini yang paling penting. Berdoa adalah kunci satu-satunya untuk keselamatan. Alam semesta beserta isinya adalah milik Allah. Jadi tidak ada tempat lain untuk meminta bantuan kecuali kepada pemilik alam. Berdoalah sesering mungkin dan jangan lupa minta kepada orang tua untuk terus mendoakan kita selama berada di pedalaman. Ingat, doa ibu-bapak tanpa hijab lho.

Semoga bermanfaat.:)

#Darbe. 24 Juli 2015.

Souvenir Islami, Pilihan Tepat Saat Pesta Pernikahan?

Tasbih Cantik
[Tasbih Cantik]
Menjelang hari raya, kesibukan orang-orang mulai bertumpuk. Tidak hanya memikirkan ibadah Ramadhan dan merayakan kemenangan saat Idul Fitri nanti. Kesibukan baru mulai muncul. Yaa. Mempersiapkan pesta pernikahan. Tidak hanya pada tanggal cantik saja, setelah lebaran adalah momen paling bagus untuk melangsungkan pesta pernikahan alasanya ketika itu semua sanak famili yang jauh di rantau semua pulang kampung, begitu halnya dengan teman-teman lama,  sehingga saat itu orang-orang lebih memilih melangsungkan pesta pernikan. 

Banyak sekali yang harus dipersiapkan saat menjelang pernikahan. Mulai dari mahar, tempat, makanan, undangan, prosesi adat sampai dekorasi harus benar-benar dipersiapkan secara matang agar pernikahan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Selain hal-hal tersebut masih ada lagi yang perlu dipikirkan saat ingin mengadakan acara pernikahan. Yaa. Souvenir Pernikahan. Saat menghadiri resepsi pernikahan tentunya para tamu akan menerima souvenir pernikahan. Souvenir pernikahan merupakan sebuah kenang-kenangan yang diberikan kepada tamu undangan yang datang ke sebuah pesta pernikahan. Banyak sekali berbagai jenis souvenir yang bisa digunakan pengantin untuk membuat pesta pernikahan mereka berkesan dan tidak mudah dilupakan oleh tamu yang datang ke pesta pernikahan tersebut. Sebagai Muslim memilih souvenir Islami sangat disarankan, mesalnya seperti tasbih cantik dan buku Yasin cantik. Meskipun terkesan sepele, souvenir memiliki peranan yang sangat penting. 

Souvenir pernikahan tidak harus souvenir yang memiliki harga mahal. Setiap orang memiliki definisi sendiri tentang arti bagus atau berkualitas, namun alangkah bijaknya jika kita mengartikan sebuah souvenir yang bagus sebagai souvenir yang bisa bermanfaat kepada para tamu undangan yang datang. Salah satunya souvenir Islami. Souvenir Islami tidak hanya akan menjadi buah tangan saja, tapi juga sebagai pengingat akan hari dimana kedua pengantin menjadi raja dan ratu dalam satu hari. Jika diniatkan dengan ikhlas maka pahala akan selalu mengalir kepada pengantin selama yang menerima souvenir memanfaatkannya dengan baik. 

Buku Yasin Cantik
[Buku Yasin Cantik]
Bagaimana, apakah saat ini anda sedang mencari tempat penjualan souvenir pernikahan? Pastinya anda sangat memerlukan informasi yang detail mengenai tempat-tempat yang menyediakan buah tangan untuk acara pesta pernikahan yang berkualitas untuk membuat setiap tamu menjadi terkesan. Pasalnya souvenir sendiri seakan-akan sudah menjadi salah satu barang yang wajib dalam daftar pesta pernikahan. Salah satu cara mudah untuk mendapatkan informasinya yaitu dengan memanfaatkan media internet. 

Melalui media internet anda dapat memilih serta membeli pilihan souvenir secara online. Tercatat beberapa toko online yang secara khusus menyediakan souvenir untuk acara pernikahan misalnya www.refiza.com. Dengan begitu anda dapat menghemat lebih banyak waktu untuk mengurusi kebutuhan pernikahan yang lainnya. Mengenai souvenir Islami, tidak perlu repot-repot anda tinggal memesannya melalui sarana pemesanan online. Namun, sebelumnya jangan lupa memastikan bahwa toko online tempat anda memesan tersebut memang kredible dan terpercaya. Toko online www.refiza.com sudah terbuki terperaya dan kredible.

Ada beberapa alasan kenapa harus memilih toko online www.refiza.com sebagai tempat pembelian souvenir Islami? Refiza bersedia menerima kembali barang yang cacat dan bisa menggantinya dengan barang yang seharga. Anda berhak melakukannya dalam 2 hari setelah barang diterima. Refiza juga melakukan pengontrolan terhadap setiap produk yang mereka produksi. Sehingga apabila anda order dalam tenggang waktu yang wajar maka hasil produksi mereka dapat maksimal. Dan terakhir produk di Refiza sangat jarang ada di tempat lain. Produksi Refiza secara hand-made dan memperhatikan nilai seni serta kecantikan dan juga menghasilkan kesan lucu. 

Wahh, menarik bukan? Tunggu apa lagi. Sudah saatnya anda harus memilih souvenir yang lebih baik dan bermanfaat untuk tamu spesial anda dan pastikan pilihan anda adalah souvenir Islami. Mengenai tempat pembelian? Saya rekomendasikan  www.refiza.com adalah tempatnya.

#Darbe.

Guru SM3T Tidak Menulis? Rugi Sekali

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang- timbang.”  
- Seno Gumira Ajidarma -

[Gambar menulis dari google image]
Tadi pagi saya diskusi dengan seorang teman blogger traveler, saya banyak tanya dan mendengar ceritanya. Setelah itu geliran saya yang bercerita, karena dia tahu saya pernah bertugas di pedalaman NTT membuat dia sangat tertarik. Sebagai blogger traveler, bagi mereka NTT adalah surga dan lumbung inspirasi untuk membuat tulisan. Setelah bercerita banyak tentang ragam budaya dan keunikan NTT, saking tertariknya lalu dia bertanya “dimana saya bisa membaca semua cerita kamu tadi? Saya ingin jadikan referensi jika saya mengunjungi NTT kelak”. Waduhhh. Saya tersentak sambil menjawab pelan ”tidak saya tuliskan bang, waktu itu saya lupa menuliskannya”. Dia marah “Gila kamu, kesempatan emas kamu buang begitu saja”. Sangat menyesal. Penyesalan inilah yang akan saya bagikan supaya tidak terulang kepada orang lain.
******
Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) sudah sangat tua, sekarang saja sudah angkatan ke-V. Sudah melahirkan ribuan alumni. Sudah mengirim ribuan guru ke pedalam Indonesia. Untuk tahun 2015 SM3T kembali mengirim ribuan guru muda ke pelosok Indonesia dimana sasaran penugasannya kembali diperluas. Mereka adalah guru-guru hebat yang serba bisa dalam kondisi apapun.

Berada di pedalaman sangat menyenangkan, amat banyak pengalaman yang didapat, banyak keunikan yang kita lihat dan banyak keindahan alam yang kita nikmati. Apa yang kita dapat di pedalaman jarang didapatkan oleh orang kebanyakan. Bukankah itu sebuah anugrah?. Orang lain sangat iri kepada guru SM3T yang bisa jalan-jalan dan liburan gratis dengan biaya pemerintah, bisa menikmati alam Indonesia raya tanpa bayar. Patut untuk disyukuri. 

Keberadaan guru SM3T di pedalaman Indonesia seharusnya menjadi jembatan bagi masyarakat di sana untuk memberitahu sesuatu kepada seluruh masyarakat Indonesia, menjadi penghubung antar provinsi, dan menjadi sumber informasi untuk pemerintah pusat. Guru SM3T harus menginformasikan semuanya, apa saja, seluk beluk, situasi, kondisi, kelebihan dan kekurangan daerah tempat mereka bertugas supaya orang Indonesia lain tahu bahwa daerah itu masih dalam wilayah Indonesia, masih NKRI. Caranya bagaimana? TULIS DAN MEMPUBLIKASIKANNYA.

Hampir semua daerah penugasan SM3T adalah tempat-tempat yang belum terjamah oleh media-media nasional, tidak banyak yang memberitakannya dan jika kita menulis sebuah informasi maka akan menjadi hal baru dan menarik untuk dibaca bahkan media-media besar akan malu-malu mengutip tulisan dan informasi yang kita sampaikan.
******
Apa yang harus saya tulis?
Tulisan itu rekam jejak. Sekali dipublikasikan, tak akan bisa kau tarik. Tulislah hal-hal berarti yg tak akan pernah kau sesali kemudian.” ― Helvy Tiana Rosa.

Ada banyak sekali yang bisa kita tuliskan selama berada di tempat tugas: mulai dari budaya/kebiasaan masyarakat lokal, fasilitas yang ada di masyarakat, kekayaan alam dan kondisi lingkungan, kearifan lokal, tokoh masyarakat, kuliner, hal-hal unik, pengalaman di sekolah, dan banyak ide inspiratif lainnya.

Semua itu adalah ide dan bahan untuk menulis, dimana setiap hari kita melalui dan melihatnya. Rugi sekali kalau kita tidak mau menuliskannya. Seandainya orang lain yang tidak punya kesempatan seperti kita tahu bahwa kita tidak menuliskan hal-hal yang luar biasa tersebut, mereka akan marah besar dan pasti akan memaki kita. Kenapa demikian? Orang mau bayar mahal untuk mengunjungi suatu tempat hanya untuk mencari bahan dan referensi dalam membuat sebuah artikel, misalnya tulisan tentang travel. Bayangkan, hanya untuk sebuh tulisan lho mereka mau bayar mahal. Lalu Kita?.

Saya tidak bisa menulis, bagaimana?
“Menulis itu mudah. Tapi bagaimana agar tiap huruf berarti dan bisa membuat pembacamu bergerak ke arah yg lebih baik, tanpa kau gurui. Menulis itu sebenarnya sama dengan berbicara, hanya saja itu kau catat.” ― Helvy Tiana Rosa.

Jangan banyak alasan lagi! Kalau tidak bisa menulis maka tidak akan bisa ikut program SM3T karena skripsi tidak bakalan siap-siap dan tidak bisa ikut sidang sarjana. Semua orang bisa menulis hanya saja tidak mau memulainya. Buktinya setiap hari nulis status di Facebook, di BBM dan media sosial lainnya, coba kalau tulisan itu digabungkan selama satu Minggu saja maka saya jamin akan jadi satu lembar tulisan bahkan lebih. Intinya, selama kita bisa berbicara, mendengar dan melihat, kita juga pasti bisa menulis. Apa saja itu.

Percaya deh! Dengan menulis kita akan mendapatkan kebahagian. Menulis akan membawa kita pada kebahagiaan dunia dan akhirat. Menulis itu ibaratnya curhat, misal kalau ada hal-hal yang unik, pengalaman, lagi kesal atau sedang menggalau. Biar gak menumpuk di hati dan pikiran, ya tulis aja. Karena menulis adalah curhat maka dari pada curhat sama teman, hanya satu orang yang dengar lebih baik curhatnya sama orang seluruh dunia, biar mereka tahu isi hati kita. 

Tidak usah peduli kata orang, tulisan kamu jelek, tidak berbobot, murahan. Biarin aja, tidak usah didengar. Itu kata mereka dan hak mereka untuk mengatakannya. Tapi tolong hargai juga hak kita, hak untuk menulis dan mempublikasikannya. Tugas kita menulis, mau dibaca atau tidak, itu bukan urusan kita, tapi urusannya para pembaca. Tugas kita hanya menulis!.

Dimana saya bisa mempublikasikan tulisan?
“Kalau usiamu tak mampu menyamai usia dunia, maka menulislah. Menulis memperpanjang ada-mu di dunia dan amalmu di akhirat kelak. Tulisan kita tak akan mati, bahkan bila kita mati.” ― Helvy Tiana Rosa.

Saat ini, kita menulis dan mempublikasikannya demikian mudah dengan hadirnya teknologi internet. Ada banyak sekali media tempat mempublikasikan tulisan. Media paling populer dan gampang adalah BLOG, untuk membuat blog sendiri gratis tanpa bayar. Keunggulan blog yaitu: media online milik kita pribadi, kita yang buat, kita yang tulis, kita yang publikasi dan kita pula pimpinannya. Jadi suka-suka kita. 
******
Jadi, sebelum berangkat ke tempat pengabdian disarankan untuk buat blog dulu, tidak sulit lho, tinggal banyak bertanya saja pada pak google, ada banyak sekali informasi yang bisa membantu untuk membuat blog. Kalau saya pribadi merekomendasikan untuk belajar di blognya: contohblognih.blogspot.com. Saya banyak belajar mengotak atik blog di sana. Mumpung masih di kota, masih ada internet jadi harus dimanfaatkan dengan baik. Jika sudah berangkat ke tempat tugas belum tentu setiap hari bisa mendapatkan akses internet, kadang seminggu sekali bahkan sebulan sekali.

Dengan media blog inilah kita bisa mempublikasikan semua tulisan dan orang akan membacanya. Secara tidak langsung kita telah membantu menginformasikan sesuatu yang tidak orang ketahui kepada seluruh masyarakat Indonesia termasuk dunia. Banyangkan jika seluruh Guru SM3T menulis di Blog maka akan sangat luar biasa Indonesia ini. Dari Sabang sampai Merauke, Miagas sampai Rote akan terhubung. Berjuta ragam budaya dan keunikan setiap daerah di pedalaman Indoneisa kita semua akan mengetahuinya. Luar biasa, bukan?.
******
Ayook, mulai sekarang kita nulis, ceritakan keluh kesah kita, ceritakan anak-anak luar bisa di sekolah kita, ceritakan teman-teman terhebat kita, ceritakan keindahan alam di sekitar rumah kita, ceritakan kuliner unik di desa kita, ceritakan adat istiadat di sana dan yang paling penting ceritakan harapan anak-anak Indonesia yang berada di pedalaman sana. Setelah kita ceritakan, semua orang akan tahu termasuk pemerintah di Jakarta: bahwa Indonesia itu luas sekali, indah luar biasa, unik dan keren membahana. Sehingga kita semua bangga sebagai orang Indonesia.

Pemerintah dalam hal ini Menristekdikti harus ambil peran lebih jauh dalam hal membumikan budaya menulis bagi guru-guru SM3T, tidak terkecuali LPTK asal guru SM3T mereka juga harus lebih berperan aktif. Jika tulisan para guru SM3T itu bagus, tinggal dikumpulkan dan dijadikan sebuah buku catatan pengabdian. Kalau setiap LPTK melakukannya, mengapresiasi karya Guru SM3T dalam bentuk buku, wahhh, sangat luar biasa cerita pendidikan kita di Indonesia ini.

Saya pikir, jangan sampai sebatas wacana saja, harus ada tindakan kongkrit dari pemerintah, sekalipun sudah ada beberapa LPTK yang jauh-jauh hari telah memulainya, namun masih banyak LPTK yang belum menyentuhnya. Bila perlu pada saat prakondisi nanti, calon guru SM3T harus dibekali dengan kemampuan menulis, undang para penulis hebat yang bisa memompa semangat untuk menulis. #Ini Bukan Program Main-Main.
*****
Saya berkewajiban untuk menulis artikel ini karena saya merasa berdosa dan sangat menyesal sebab sedikit sekali menulis berbagai pengalaman di tempat pengabdian dulu, terutama sekali kisah hidup, travel, aneka kuliner dan keindahan alam di sana. Kejadiannya udah lama, nyesalnya baru sekarang. Dan penyesalan ini tidak boleh terulang pada teman-teman Guru SM3T yang akan berangkat ke pedalaman Indonesia akhir Agustus nanti. Semangattt.!!

Udah, stop!. Jangan melamun lagi. Buka laptop, koneksikan ke internet dan segera buat blog.

Selamat berjuang dan ayo menulis.

#Darbe. Banda Aceh, 6 Juli 2015