Anak dengan Kecerdasan Kinestetik

Kecerdasan Kinestetik
Sebelah Kiri:Okta Manasie
Namanya Ise, lengkapnya Okta Manasie,  anak yang lahir pada tanggal 16 Juni 2005, sekarang sudah berumur 12 tahun. Dia tercatat sebagai siswa kelas IV, dan dua kali tidak naik kelas. Ise dulunya lahir prematur,  usia kandungan ibunya tujuh bulan dan lahir dengan bobot 1 kg, kecil sekali saat itu, kata ayahnya. 

Di sekolah, Ise sedikit usil namun dia tidak begitu nakal. Ise tidak membuat kegaduhan hanya saja gerak geriknya sedikit mengganggu mata yang melihat, dia tidak bisa duduk diam dan selalu ingin bergerak. Cuek dan tidak sedikitpun peduli dengan pelajaran yang diberikan guru di kelas, jangankan mencatat atau menjawab pertanyaan guru, memperhatikanpun tidak. Dia asyik memperhatikan pekerjaan teman-temannya di kelas. Saking kesalnya dengan tingkah Ise, mau rasanya melempar dia dari luar jendela. Saat jam istirahat dia lebih banyak bermain bahkan semua permainan mau diikutinya, sangat aktif dan selalu menjadi pemimpin pada setiap permainan. 

Banyak orang pesimis dengan masa depan anak ini, termasuk orang tuanya sendiri, bagaimana tidak, sudah 12 tahun belum bisa membaca dan akan terancam tidak naik ke kelas V. Saya beranggapan sebaliknya, anak ini adalah mutiara, suatu saat nanti Ise akan menjadi orang hebat, hebat pada bakatnya sendiri. Bukankah Isaac Newton juga mengalami kondisi seperti Ise?. 

Ise adalah anak yang masuk dalam kategori kebutuhan khusus, dia harus dididik secara khusus pula. Di kelas, dia boleh tidak dijadikan pusat perhatian dan seyogyanya guru fokus pada siswa yang lain. Biarlah Ise menjadi pelengkap dan penghibur, namun di luar kelas dia harus menjadi pusat perhatian.

Setelah mengamati aktivitas Ise di sekolah dan di luar sekolah, saya mulai menemukan pintu kecerdasan dia, rupanya kecerdasannya adalah kinestetik (gerak). Setiap sore saya mengajak Ise bermain di rumah, sekedar santai-santai, memancing di sungai dan berkeliling Desa. Aktivitas-aktivitas psikomotorik ini saya selipkan dengan membaca dan berhitung. Kemanapun kami pergi, buku bacaan selalu dibawanya. Saya melihat perkembangan luar biasa, meskipun belum bisa membaca dan berhitung setidaknya Ise sudah punya modal besar yaitu kemauan untuk belajar. Catatan yang perlu diperhatikan dalam menangani Ise yaitu jangan pernah dipaksa, jangan biarkan dia jenuh dan beri kesempatan tubuhnya tetap bergerak. 

Kasus seperti Ise hanya ada satu-satunya di sekolah kami, saya mengambil peran untuk menanganinya. Biarpun saya belum cukup ilmu untuk menangani kasus seperti ini namun akan saya upayakan berbagai cara dan terus mempelajari berbagai metode dan ilmu yang menyangkut penanganan anak-anak yang berkebutuhan khusus,terutama anak seperi Ise. 

Target saya, semester depan Ise harus bisa membaca dan berhitung dan naik ke kelas V. Insya Allah berhasil. Amin.

Merah Arai, 3 Desember 2017

Ini Sekolah Bukan Kandang Ayam

SDN Sintang Kalbar
SDN 15 Merah Arai Kab. Sintang, Kalbar
Bangunannya sudah tidak layak, berlantai tanah, beratap seng, dindingnya mulai lapuk, sepintas jika tidak ada papan nama sekolah orang akan menyebutnya kandang ayam. Namun percayalah, bangunan itu adalah tempat kami belajar, tempat kami mengukir masa depan, tempat anak-anak hebat calon pemimpin masa depan menimba ilmu. 

SDN 15 Merah Arai, didirikan pada tahun 1980. Sekolah inilah yang membuat masyarakat bisa menghitung berapa jumlah dan harga getah karet yang mereka dapat setiap bulannya. Sekolah inilah yang membuat masyarakat bisa membaca visi dan misi calon kepala daerah dan Presiden. Sekolah ini adalah harapan bagi masyarakat di desa Merah Arai, harapan untuk hidup lebih baik. 

SDN 15 Merah Arai memiliki siswa keseluruhan 99 orang. Sekolah induk berada di dusun Mawang Manis, pusat desa Merah Arai, memiliki 6 kelas dan 6 orang guru (3 PNS dan 3 honorer), sedangkan kelas jarak jauh berada di dusun Pintas, memiliki 3 kelas yaitu kelas I, II dan kelas III, hanya memiliki 1 orang guru (honorer). Gurunya mengajar dengan kelas rangkap dengan pola pagi sore. 

Siswa di sekolah ini berasal dari 4 dusun yaitu Mawang Manis, Natai Bungkang, Pandau dan Pintas. Jarak dusun pandau ke sekolah 20 menit dengan berjalan kaki, sedangkan jarak dusun terjauh yaitu Pintas 90 menit. 40 persen siswanya berasal dari Pandau dan Pintas. Bayangkan, setiap harinya mereka menempuh perjalanan sejauh itu untuk menimba ilmu. Kasihan sekali anak-anak itu jika para guru tidak memberikan pelayanan yang prima dan pengajaran yang baik. Dosa besar rasanya. 

Kelas jarak jauh, baru didirikan pada tahun 2012. Jika tidak didirikan maka anak-anak di dusun tersebut tidak bisa sekolah. Seumuran anak kelas I sampai kelas III belum berani untuk datang ke sekolah induk dengan jarak 1.5 jam, orang tuanyapun tidak mau mengantar setiap harinya dengan kesibukan mencari rezeki di ladang dan kebun. Untuk mengatasi persoalan itu, maka didirikanlah kelas jarak jauh dengan berbagai kekurangannya. Setelah naik kelas IV barulah anak-anak di dusun Pintas belajarnya di sekolah induk. Jumlah mereka lumayan banyak, biasanya mereka pergi dan pulang sekolah bersama-sama. Rombongan Pintas menumpuh 70 menit ke dusun Pandau dan rombongan Pandau sudah menunggu dan mereka bersama-sama menuju sekolah induk dengan tambahan waktu 20 menit lagi. Bukankah seru sekali seperti ini? 

Jika banjir, biasanya anak-anak dari Pintas dan Pandau tidak bisa ke sekolah karena tidak bisa lewat. Jalan yang mereka lalui adalah sepanjang pinggir sungai. Jika melewati hutan, terlalu jauh dan banyak sungai-sungai kecil tanpa jembatan, mereka tidak akan mampu. Sekolah pasti kelihatan sepi tanpa anak-anak dari Pintas dan Pandau. 

Di sekolah kami, anak-anaknya cantik dan ganteng, namun sayang mereka ke sekolah banyak yang tidak menggunakan sepatu, baju yang dipakaipun kumal dan ada robek-robeknya. "Pakaian bukanlah kendala, tapi semangat belajarnya" kata anak kelas VI serempak. Saya angkat topi, salut. You are kid jaman now.

Mohon Bantuan fasilitas sekolah
mengintip dunia
Fasilitas bukanlah kendala untuk terus belajar. Panas seng dan uap dari tanah, kami anggap sejuk karena masih ada pendingin alam sepoi-sepoi yang keluar masuk dari lobang-lobang dinding. Kami dapat mengintip aktivitas belajar dari kelas lain. Jika ada anak yang sedang mengintip, begitu ditegur "apa yang kamu lihat? "saya melihat dunia tetangga pak, saya melihat Jakarta, ibu kota negara dan Pulau Sumatera". Begitu cara mereka menghibur diri. 

Di sini, saya belajar banyak, belajar dari anak-anak yang semangatnya dalam mencari ilmu melampaui semangat saya memberikan ilmu, saya tidak boleh kalah, setidaknya seimbang. Mereka bisa bahagia dengan kondisi seperti ini karena kebahagiaan bisa mereka ciptakan sendiri. 

Terkadang, untuk bisa bahagia kita tidak harus selalu melihat bentuknya, namun kita hanya perlu merasakan.

Merah Arai,  28 November 2017.

Menyiapkan Generasi Emas

Siswa Pedalaman Sintang
Generasi Emas dari SDN 15 Merah Arai
Ulang tahun Indonesia emas pada tahun 2045 diharapkan bangsa ini akan lebih maju. Tidak lama lagi, 28 tahun dari sekarang. Butuh kerja keras dan kerja cerdas dari semua pihak untuk mewujudkannya. 

Generasi sebelum reformasi yang katanya generasi cerdas, pada 2045 nanti tidak lagi terlihat, apakah masih hidup atau tidak. Jika masih hidup, paling sudah tidak sehat lagi. Lagi pula generasi yang sekarang menjadi leader di berbagai lini pemerintahan tidak juga mampu memberikan perubahan yang singnifikan terhadap bangsa ini. 

Generasi dibawahya, generasi pasca reformasi, generasi kritis dan tokoh perubahan, kita juga tidak bisa berharap banyak dari mereka, kenapa demikian? Karena ilmu, karakter dan metode kerja, mereka dapatkan lansung dari generasi di atasnya dengan cara meniru dan diwariskan. Mereka bersentuhan langsung dengan generasi tua. Pada akhirnya, mereka akan mengulang kegagalan yang sama dari senior-seniornya. Lalu, pada siapa kita berharap? 

Generasi Z, adalah generasi yang lahir sekitar tahun 1994-2010, mereka sedang berada di bangku sekolah, mereka sekarang sedang dididik menjadi pemimpin masa depan, mereka tersebar di selurug Indonesia dari Sabang sampai Merauke, mereka tidak hanya ada di kota tapi banyak sekali di pelosok-pelosok Indonesia. Genedrasi Z yang berada di desa cendrung belum terkontamidasi dengan effek buruk jaman dan teknologi, effek yang dikenal dengan Kid Jaman Now versi negatif.

Jarang lini-lini penting bangsa ini diisi oleh anak-anak pedalaman Indonesia. Anak pedalaman banyak tidak bisa mengenyam pendidikan tinggi, motivasi untuk sekolah apalagi kuliah sangat minim. Anak pedalaman tidak punya kesempatan dengan berbagai faktor penghambat untuk bisa mengakses pendidikan yang lebih layak dengan guru yang hebat seperti anak-anak kota pada umumnya. Ini yang membuat anak pedalaman sulit berkembang, bukan mereka bodoh tapi mereka belum mendapatkan kesempatan. Kesenjangan pendidikan di kota dan pedalaman masih jelas terlihat. Penerapan sila ke-5, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bidang pendidikan belum terlaksana sebagaimna mestinya.

Bagaimana kalau anak pedalaman diberi kesempatan?  Mari kita uji coba dan lihatlah hasilnya nanti. 

Salah satu program nawacita Presiden Jokowi, membangun Indonesia dari pinggir, terkhusus di bidang pendidikan merupakan angin segar bagi kemajuan bangsa tercinta, ini langkah awal untuk memotong tembok pembatas antara pendidikan kota dan  pedalaman. September lalu pemerintah telah mengirimkan ribuan guru muda untuk bertugas di daerah terdepan, terluar, tertinggal dan terpencil. Guru-guru ini ditugaskan selamanya di sana. 

Mereka adalah guru muda yang nyalinya sudah teruji dan tahan banting dengan fasilitas dan alam pedalaman. Bersama guru-guru setempat, mereka akan menjadi katalis menuju Indonesia emas yang jauh lebih baik.  Para guru ini telah mewakafkan jiwa dan raganya untuk dunia pendidikan, mereka sudah berkorban banyak dan siap menjadi garda terdepan dalam menjaga bangsa ini dari kebodohan. Kita harus percayakan sepenuhnya pada mereka, kepada guru-guru pedalaman. 

Ada banyak Sekolah Dasar di pedalaman Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua sangat memprihatinkan, dengan fasilitas belajar seadanya dan jadwal sekolah semaunya. Banyangkan saja, di pedalaman, ada anak- anak SD yang mungkin sekolahnya mau ditutup, mau runtuh, sekolah yang tidak cukup guru, anak-anak yang hampir tidak mau sekolah lagi bahkan ada yang sudah tidak sekolah. Kasus-kasus seperti ini yang akan dihadapi oleh para guru dengan penuh kesabaran dan totalitas. Guru-guru ini akan menciptakan suasana di pedalaman sedemikian rupa sehingga tidak ada alasan bagi anak-anak di sana untuk tidak sekolah. 

Khawatirnya, niat baik dan kerja keras untuk kemajuan bangsa ini akan pupus oleh oknum-oknum jahat yang mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok lalu meletakkan uang di atas segala-galanya. Takutnya mereka berada pada posisi mempengaruhi dan pengambil kebijakan. Maka terhambatlah proyek masa depan yang mulia ini, hancurlah harapan anak-anak pedalaman, menderitalah pejuang-pejuang pendidikan di pedalaman dan kita akan berada pada masa di mana orang tidak bermoral mengatur bangsa ini.
Ayolah, mari dukung dunia pendidikan, mari pro daerah pedalaman, ciptakan infrastruktur yang layak di pedalaman, dan munculkan kebijakan yang pro pedalaman. Daerah pedalaman juga Indonesia, orang pedalaman mempunyai hak yang sama seperti orang kota dalam segala hal. 

Untuk para aktivis, politisi dan pemangku kebijakan. Mari kita bagi tugas. Kalian silahkan mengatur dan mengelola negara ini sebaik mungkin. Biarkan kami guru-guru yang menyiapkan pemimpin-pemimpin masa depan yang bermoral, hebat, dan cinta Indoneaia. Mari kita bersepakat untuk Indonesia yang lebih baik.
Tahun 2045 nanti semua lini bangsa ini, mulai dari tingkat kepala desa sampai Menteri banhkan Presiden akan di isi oleh anak-anak dari pedalaman. Kami ingin buktikan anak pedalaman juga hebat, cuma kesempatan saja yang belum mereka dapat. Sekali lagi, kami janji akan menciptakan manusia-manuaia hebat di masa akan datang. 

Selamat Hari Guru.

Sintang, 25 November 2017

Laboratorium Kehidupan itu Bernama Insan Cendekia

Out Bound
Outbound Penerimaan Siswa Baru 2017
Pertengahan tahun 2015 saya mengikuti seleksi dan diterima menjadi salah satu guru di MAN Insan Cendekia Aceh Timur. Sekolah ini adalah madrasah unggulan Kemenag yang fokus pada sains sehingga disebut madrasah akademik. Perpaduan IMTAQ dan IPTEK adalah keunggulannya disamping program Tahfidz. Konsep sekolahnya berasrama, perpaduan konsep pesantren dan sekolah umum. Siswanya hasil seleksi nasional dan berasal dari berbagai daerah di dalam dan luar provinsi. Di Indonesia, sekolah ini baru ada 20 buah yang tersebar di 20 provinsi pula. Targetnya ke depan, semua provinsi memiliki satu MAN Insan Cendekia. Semoga terwujud. 

Banyak hal ingin saya ceritakan tentang sekolah ini. Kali ini saya ceritakan tentang sebagian kecil saja. Sejak pertengahan 2017 saya ijin pamit tidak lagi mengajar para remaja hebat di MAN Insan Cendekia Aceh Timur dan mulai mengajar di tempat baru, yaitu mengajar anak-anak kecil di pedalaman Kalimantan Barat. Berhubung tidak lagi bertugas di MAN Insan Cendekia, saya ingin sedikit bercerita tentang sekolah tersebut, jika masih di sana dan bercerita, maka terkesan ada keberpihakan dalam cerita nantinya. 
                                      *****
Jika mau tahu seleksi siswa baru paling fair, murni dan jujur untuk dapat diterima pada sebuah sekolah maka merujuklah pada MAN Insan Cendekia. Saya terlibat selama dua kali dalam kepanitian penerimaan siswa baru yaitu tahun kedua dan ketiga. Saya kagum dan salut melihat prosesnya. Hanya kekuatan intelektual dan bantuan Allah-lah yang bisa membuat seorang anak bisa lulus. Kekuatan pejabat, orang dalam atau kekuatan uang dapat terabaikan dan tidak berlaku. Proses seperti inilah yang akan berdampak pada karakter generasi Indonesia kedepannya. Generasi jujur yang didapat dari proses yang jujur pula.

Siswa di MAN Insan Cendekia adalah pejuang tangguh, belajar agama dipadukan dengan sains adalah makanan sehari-hari. Pembinaan karakter di asrama tidak pernah terlewatkan. Fisiknya kuat, mentalnya dahsyat, mengeluh hampir tidak pernah. Saya banyak belajar dari anak-anak di sana tentang pertemaMinan, seni, dan kreativitas. Tentang ketangguhanpun tidak sedikit saya belajar dari mereka.

Lingkungannya humanis. Budaya gotong-royong, bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk kesuksesan bersama masih berlaku di sekolah ini. Apapun yang dilakukan, hasilnya adalah untuk kepentingan bersama. Maka jangan heran, jika ada event apa saja di MAN Insan Cendekia, baik event OSIM atau sekolah, guru selalu sibuk membantu ini itu dan anu. Tidak enak badan, jika mereka tidak ikut terlibat, malu hati rasanya. Terkadang bukan tanggungnya namun tetap ikut membantu. Padahal setiap kegiatan sudah ada panitianya dan dibentuk secara bergilir, ditambah panitia tersebut diberikan honor. Menariknya, bukan soal ada tidaknya honor, bukan materi yang dikejar melaikan kepuasan hati melihat sebuah event yang dibuat bisa sukses. Bahagia tak terkira. Guru-gurunya masih muda, ganteng dan cantik-cantik. Semangat dalam bekerja, ikhlas dan totalitas. 

Bagi saya, sekolah ini adalah tempat berkumpulnya orang-orang hebat, rugi rasanya jika saya tidak menerima manfaat dari orang-orang hebat tersebut. Sebagai anak muda yang haus akan ilmu dan pengalaman, saya belajar dan melakukan  banyak hal diluar kewajiban sebagai guru yaitu mengajar. Di luar jam mengajar, saya lebih banyak nongkrong di ruang Tata Usaha. Melihat dan mengamati apa yang para staf kerjakan di sana, sesekali saya bertanya tentang yang mereka kerjakan. Terkadang saya ikut membantu pekerjaan teman-teman di sana dalam hal mengurus kertas-kertas negara. Sepintas orang melihat, saya hanya buang-buang waktu menyibukkan diri. Orang tidak tahu, di ruangan Tata Usaha inilah semua hal tentang sekolah dikerjakan. Ia adalah pusat sebuah lembaga, yaitu sekolah. Semua hal tentang sekolah, di sini mulanya. Kabar baiknya, saya berhasil mendapatkan ilmu di ruangan ini, mulai dari tentang surat menyurat, masalah tata kelola uang negara, dan administrasi lainya. Orang-orang di ruangan ini dengan senang hati mengajari saya dan saya menerima pengalaman yang luar biasa. 

Tidak hanya itu, saya juga sering ikut Bang Aiyub yaitu staf teknisi di MAN IC Aceh Timur. Bang Aiyub ini tugasnya adalah menjamin proses belajar mengajar dan kehidupan di sekolah berjalan dengan lancar. Mulai dari menjamin ketersediaan air di setiap tempat yang sudah di sediakan, Air Conditioner di dalam kelas dan asrama, listrik harus tetap stabil dan semua yang berurusan dengan pertukangan. Manfaat menemani dan ikut serta membantu teknisi bekerja, di samping mendapatkan pahala, juga mendapatkan ilmu. Ilmu pertukangan adalah skil khusus, mendapatkannya harus kursus dan harus bayar mahal. Saya mendapatkan ilmu ini dengan gratis. Terkadang juga mendapatkan gratis kopi dingin pake susu sebagai bonus sudah membantu bekerja. 

Saya pernah bekerja atau magang di beberapa sekolah, pernah bergabung dengan beberapa organisasi. Saya mengamati dan merasakan bahwa tidak ada yang spesial dengan gaya kepemimpinan atasan saya. Biasa-biasa saja. Di MAN Insan Cendekia Aceh Timur saya melihat dan merasakan hal yang berbeda. Kepala Sekolahnya adalah Pak Shulfan, masih muda dan istrinya juga cantik. Gaya kepemimpinannya luar biasa menurut hemat saya, tenang tapi pasti. Tidak menyakiti, dan selalu memberikan teladan kepada para stafnya. Pak Shulfan tidak pernah menganggap bawahannya sebagai anak buah melainkan sebagai teman bekerja, Saat memperkenalkan anak buahnya kepada orang lain, beliau sering menyebutnya sebagai staf ahli. "Kenalkan, ini namanya sifulan, staf ahli saya di sekolah". Manusia mana tidak senang jika diperlakukan seperti itu, merasa sangat dihargai. 

Keterbukaan soal anggaran sekolah, hanya di MAN Insan Cendekia saya merasakannya. Para pimpinan, termasuk bendahara tidak sungkan bercerita bahkan mendiskusikan anggaran sekolah mulai dari berapa, kemana dan untuk apa. Bahkan kertas yang di dalamnya terpampang jelas semua angka-angka rupiah terletak manis di atas meja tanpa tersembunyi sedikitpun. Akses untuk mengetahui anggaran sekolah sangat mudah sehingga para guru tidak kesulitan dalam menyusun program di sekolah, apalagi mereka selalu dilibatkan. 

Menariknya, kepala sekolahnya ini mampu menempatkan diri sesuai kondisi dan situasi. Kapan harus menjadi pemimpin, kapan menjadi abang, kapan menjadi ayah dan kapan menjadi teman. Beliau tidak kaku, sehingga para guru dan staf tidak merasa takut berhadapan dengan kepala sekolah. 

Budaya semangat, kerja keras, totalitas dan ikhlas masih awet di sekolah ini. Semoga terus begitu. Akan banyak lahir orang-orang hebat dari MAN Insan Cendekia ini. Para pemimpin yang cerdas dan berakhlakul karimah. Pemimpin yang hatinya tidak lepas dari Al-Quran dan peduli pada banyak orang. Generasi inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin pada tahun 2045 yaitu tahun emas Indonesia. MAN Insan Cendekia sedang mempersiapkannya.

Arti sebuah kehidupan, kebahagiaan dan cinta banyak saya dapatkan di sekolah ini. Pengalaman yang hebat, pembelajaran yang kuat, dan tempat mengekspresikan ilmu yang didapat, sehingga saya menyebutnya sebagai laboratorium. Ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan sangat berguna sekarang,  bahkan sudah dan akan saya terapkan di manapun saya berada. Terimakasih banyak kepada MAN Insan Cendekia Aceh Timur telah memberi kesempatan untuk belajar banyak hal, terimakasih pengalamannya dan terima kasih doa-doanya. Doakan supaya saya menjadi pribadi yang tidak lepas dari prinsip Al-Quran dan Hadis. Pribadi yang terus berbuat untuk kemaslahatan umat, berbuat yang terbaik pada bangsa tercinta terutama dunia pendidikan. 

Sintang, 07 November 2017

Sendiri, Kita Punya Kesenangan yang Berbeda

Meninggalkan keramaian
Jika ada yang bertanya: dimana kenikmatan sering menyendiri? Maka saya akan menjawab: kamu akan tahu jika kamu memahami arti menyendiri.

Cukup lama saya mencoba memahami arti menyendiri, menyendiri dalam artian positif. Hidup jauh dari keramaian, jauh dari suara-suara sumbang tukang kritik yang tak pernah memberikan solusi, jauh dari berita-berita miring, jauh dari berita kriminal yang tak bermoral dan jauh dari gosip-gosip murahan. Menyendiri adalah kesenangan. Menyendiri adalah kebahagiaan.

Menyendiri bukan berarti tidak peduli dengan lingkungan sosial, menyendiri bukan berarti putus asa, dan menyendiri bukan berarti kalah terhadap kerasnya hidup. Menyendiri adalah mengumpulkan energi, meracik ide, menjernihkan pekiran dan mempersiapkan strategi untuk meraih sesuatu yang lebih besar. Karena menyendiri adalah kesenangan.

Dulunya saya pernah berpikir negatif terhadap orang yang suka menyendiri, apasih yang mereka lakukan saat sendiri?, Jarang keluar rumah, jarang ngumpul dengan teman-teman, jarang ke tempat hiburan, pastinya jauh dari keramain. 

Ada salah satu teman saya yang sangat sering menyendiri. Setelah diselidiki, teman saya ini sedang fokus belajar bahasa Inggris, dia ingin mengikuti seleksi beasiswa magister di Australia. Alhamdulillah sekarang studinya hampir selesai. Bayangkan jika teman saya ini masih sering melakukan aktivitas yang tidak terlalu prioritas dengan teman-temannya di luar sana, maka dipastikan dia akan gagal ke Australia. 

Ada juga teman yang cukup lama hilang dari peredaran media sosial, bahkan sangat sulit untuk dihubungi. Setelah dicari tahu, rupanya si teman ini sedang rutin mengikuti majelis taklim dan mulai aktif di majelis Zikir. Bagi saya itu adalah kesenangan dan prestasi luar biasa baginya. Menyendiri meninggalkan aktivitas bersama teman-teman yang tidak produktif dalam hal kebermanfaatan dan mencari sesuatu yang lebih bermanfaat untuk kepentingan masa depan yang lebih cerah.

Ada bayak kasus orang-orang yang menyendiri, meninggalkan aktivitas yang hanya buang-buang waktu, meninggalkan teman-teman yang tidak menguatkan hati, menuju aktivitas yang memperkaya pikiran dan membesarkan hati.

Mulai saat itu saya mulai paham, kalau menyendiri adalah kesenangan yang di dalamnya ada kebahagian. Menyendiri adalah meditasi untuk memperbaiki diri. 

Menyendri adalah keharusan ketika kita mulai jenuh dengan keadaan, saatnya melakukan intropeksi diri, merenungi hidup, meminta petunjuk kepada pemilik semesta.

Satu hal yang perlu diingat, dilarang keras menyendiri terlalu lama, nanti kita akan hilang dari peredaran dan akan dicoret dari daftar teman.

#Kuta Lawah, 06 Oktober 2016.

Memiliki Karakter Introvert, Salahkah?

Introvert adalah kelebihan
Saya sangat terkejut ketika ada teman yang menghardik saya dengan “Karakter Introvert”, katanya saya memiliki karakter itu sehingga sulit menemukan jodoh yang dibuktikan tak kunjung menikah. Katanya karakter introvert jarang sekali berinteraksi dengan dunia luar, pemalu, pendiam, susah berbicara sehingga sering ditikung oleh orang lain. Maybe yes maybe no!.

Karena yang menghardik adalah orang yang saya anggap luar biasa dari berbagai segi terutama keilmuannya maka saya harus berusaha memahami maksudnya. Bagi saya introvert adalah istilah baru, saking penasarannya dengan istilah itu 14 artikel psikologi dari berbagai sumber telah saya baca. Rupanya karakater introvert tidak 100 % ada dalam diri saya, ada juga karakter extrovert, kalau diangkakan 60:40. Dan lebih bijak mengatakan kalau kedua karakter itu ada dalam diri saya sehingga dinamakan dengan ambievert. Memilih membela diri dengan tulisan ketimbang dengan kata-kata adalah salah satu ciri introvert. Tidak masalah, saya sedang memposisikan diri sebagai introvert.:)

Satria Gumilang mengulas panjang lebar tentang introvert dan ia meyakinkan semua orang kalau introvert bukanlah penyakit atau kekurangan yang harus dirisaukan namun introvert  adalah anugrah, tercermin dari kalimat pembuka yang ia gunakan: 
Ada sosok penyendiri di antara orang-orang yang sedang bergumul. Ada sosok pendiam di antara sekelompok orang yang sedang berinteraksi. Ada sosok yang terlihat serius di tengah keadaan yang tenang. Ada juga sosok yang terlihat acuh di tengah suasana yang tegang. Sosok ini berbeda, tak seperti kebanyakan orang. Namun ia bukanlah pemalu ataupun seorang yang berpenyakit, tetapi ia justru sedang memerhatikan. Ia sedang menganalisa keadaan. Ia seorang Introvert.  
Introvert adalah karakter manusia yang lebih cenderung menutup diri dari kehidupan luar. Mereka adalah pribadi yang lebih banyak berpikir, imajinasi mereka tinggi. Mereka mampu melihat suatu hal dari segi manapun. Orang dengan karakter introvert jarang bercerita bahkan lebih suka mendengarkan orang bercerita. Mereka juga lebih senang mengamati dalam sebuah interaksi, berpikir dulu baru berbicara/melakukan. Bagi orang introvert diam bukan berarti tak mengerti atau tak peduli, tetapi mereka sedang menganalisa.

Introvert juga lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan tulisan. Mereka senang menjelajahi ruang pikirnya, membaca buku, menonton tayangan yang dapat mengasah otak, karena mereka haus segala hal yang berbau informasi, mereka juga senang dengan kegiatan yang tenang seperti bermain komputer, memancing, bersantai, mendaki gunung dan sebagainya.

Xtrovert adalah kebalikan dari introvert. Karakter extrovert lebih cenderung membuka diri dengan kehidupan luar. Mereka adalah pribadi yang lebih banyak beraktifitas dan lebih sedikit berpikir. Mereka juga orang-orang yang lebih senang berada dalam keramaian daripada di tempat yang sunyi. Mereka lebih senang bercerita daripada mendengarkan orang bercerita, lebih senang berpartisipasi dalam sebuah interaksi, suka berbicara atau melakukan dulu baru berpikir, dan mereka lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan kata-kata.

Ada fakta menarik bahwa banyak tokoh-tokoh dunia yang luarbiasa, rata-rata memiliki karakter introvert seperti  Albert Einstein, Mahatma Ghandi, Bill Gates, Michael Jordan, Julia Roberts, Nicole Kidman, Abraham Lincoln, J.K Rowling dan banyak lagi tokoh besar lainnya. Mereka mampu membuktikan bahwa dunia pun membutuhkan mereka. Saat tak dibutuhkan mereka menjadi orang biasa, namun saat keadaan genting mereka berubah menjadi sosok yang luar biasa. Mereka adalah sosok luar biasa yang telah mengubah dunia dengan karyanya.

Tidak salah apa yang dikatakan oleh Ahli psikologi seperti Mihaly Csikszentmihalyi dan Gregory Feist yaitu: orang dengan karakter introvert adalah orang dengan kreatifitas berkelas nomor satu. Faktor ini terjadi karena mereka dapat menyelam penuh ke dalam pemikirannya. Membaur bersama intuisi dan ketenangan yang bersinergi dengan sunyi. Itulah syaratnya agar dapat menciptakan sebuah maha karya. Biasanya seorang introvert gemar menulis. Karena dalam menulis mereka dapat lebih terbuka dalam mempresentasikan pikiran ataupun membagikan pengalamannya kepada orang lain.

Albert Einstein pernah menulis sebuah kalimat yaitu “Aku benci keramaian banyak orang dan harus berpidato. Aku benci disorot kamera dan harus menjawab berondongan pertanyaan. Kenapa popularitas mencengkeram aku yang seorang ilmuan yang selalu berurusan dengan hal-hal abstrak dan merasa bahagia bila sendirian. Sebuah manifestasi psikologi massa yang berada di luar jangkauanku”. Ya, inilah salah satu isi hati seorang introvert, sendiri berada ditempat sunyi bagi mereka adalah kebahagiaan.

So. Introvert dan rasa malu tidaklah sama. kepribadian introvert terlihat pemalu karena mereka cenderung berpikir sebelum berbicara, serta memproses sesuatu secara internal, berbeda dengan ekstrovert yang lebih spontan dalam mengungkapkan sesuatu. Jadi begitulah teman. 

Pastinya, tidak salah memiliki karakter introvert karena itu adalah kelebihan yang harus disyukuri, hanya sedikit kekurangan pada karakter ini.  

Jadi, Apa karaktermu? Introvert, Xtrovert, atau Ambievert?

#Sabtu, 7 Mei 2016.

Setelah Ini Mau Jadi Apa?

Kegembiraan Saat Yudisium PPG SM3T 2015
Kegembiraan Saat Yudisium PPG SM3T 
Kemarin Unsyiah melaksanakan yudisium terhadap 133 guru dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tidak hanya Unsyiah, ada 20 LPTK seluruh Indonesia juga melakukan hal yang sama. Meluluskan guru-guru yang telah digemleng, dididik dan dibina selama satu tahun dalam program PPG dan sebelumnya mereka telah dilatih ketahanmalangan selama satu tahun di pedalaman Indonesia. Guru-guru ini adalah angkatan ketiga setelah sebelumnya para LPTK telah meluluskan dua angkatan. 

*****
Untuk angkatan yang baru lulus, ada satu pertanyaan, setelah ini, mau jadi apa?. Saya juga berada di bagian ini setahun yang lalu dan telah mengajukan pertayaan “setelah ini mau jadi apa?” pada diri saya sendiri yaitu pada bulan ketiga saat sedang kuliah PPG. Saya khawatir sekali setalah PPG akan mengalami masalah yang sangat ditakuti oleh orang-orang yang baru selesai studi yaitu “menganggur” sehingga harus menanyakan pertanyaan itu untuk memacing kerja otak dalam menganalisa masa depan.

Kita semua tahu, siapa saja yang kuliah di FKIP dan ingin menjadi guru maka akhir dari mimpinya adalah PNS. Kecuali kuliah di FKIP tapi tidak mau menjadi guru, hanya menjadikan FKIP sebagai batu loncatan saja. Oke, itu tidak masalah. Dewasa ini mulai dikampanyekan jika ingin menjadi dosen maka harus kuliah S2 dan jika ingin menjadi guru harus kuliah PPG dan memiliki sertifikat pendidik. Karena untuk seleksi guru kedepan semua peserta seleksi harus memiliki sertifikat pendidik sebagai syarat mutlaknya. 
******
Dalam dua hari ini timeline facebook di laptop banyak dibanjiri dengan euforia kelulusan peserta PPG 2016, ucapan terimakasih dan rasa syukur menghiasinya. Saya cuma mengucapkan selamat, semoga berkah, semoga gelar barunya dapat digunakan dengan baik. Mulai minggu depan, setelah euforia ini berakhir, saya pastikan masa-masa galau akan menghampiri manyoritas alumi PPG. Masa-masa bosan, jenuh, sentuk, dan rasa gengsi mulai megindap. Apalagi jika sanak famili mulai ada yang bertanya, ngajar dimana sekarang?, kerja dimana sekarang?. Saya ingatkan, janganlah menjawab dengan jawaban yang belum pasti kebenarannya seperti “saya sedang menanti GGD beberapa bulan lagi!” jika dijawab seperti itu maka anda masuk dalam golongan korban PHP paling sadis.

Mari kita berandai-andai. Alumni PPG skil utamanya adalah mengajar, kecintaan menjadi seorang guru tidak diragukan lagi, setahun di pedalaman selama SM3T dan satu tahun kuliah profesi guru berasrama, saya pikir sudah sangat cukup matang. Pertanyaannya adalah, mau mengajar di mana sekarang? Ada banyak guru honor yang menguasai sekolah, guru-guru PNS yang sudah sertifikasi dimana mereka banyak yang tidak cukup jam mengajar dan terus mencari jam tambahan di sekolah-sekolah lain. Nah, datang kita alumni PPG ke sekolah minta jam mengajar, apakah sekolah mau terima? Mereka akan mikir-mikir juga.

Lalu apa solusinya? Solusi ada pada diri kita masing-masing. Ingatlah bahwa rezeki itu sudah Allah jamin untuk hambaNya. Setiap kita pasti mempunyai skil yang luar biasa, tidak hanya mengajar, ada banyak skil lain yang bisa dikembangkan. 

Supaya tidak kecewa mulailah berpikir dan tanamkan dalam hati yang paling dalam “PNS itu bukan akhir segalanya”. Ada banyak pekerjaan lain yang mendatangkan rezeki yang halal, apa saja, yang penting kita senang dan bahagia dalam menjalaninya. Cobalah menciptakan kebahagiaan sendiri dengan cara kita sendiri. Jika tidak, maka anda akan masuk dalam golongan orang-orang yang putus asa dan ujung-ujungnya akan menjurus ke prilaku kriminal. Selamat mencoba!.

[Minggu, 28 Februari 2016]

Apa Kabar Dunia Pendidikan Kita?

Ulang Tahun PGRI 2015
Kegiatan Belajar Mengajar [Dok Pribadi]
Akhir-akhir ini siswa sudah sangat brutal, coba lihat pemberitaan di media-media. Siswa ugal-ugalan di jalan, tawuran, menggunakan narkoba, sek bebas dan tidak jujur. Miris bukan?. Teori mana yang mampu menjelaskan sebab-musabab penyimpangan moral seperti itu? Bayangkan, mereka adalah anak-anak bangsa tercinta yang pada tahun 2045 nanti akan menjadi dewasa, merekalah yang akan memimpin negara ini. Apakah anak-anak seperti ini yang dipersiapkan sebagai kado ulang tahun emas Indonesia?.

Mari kita berkaca pada pendidikan masa lampau. Bagaimana para guru mendidik siswanya, bagaimana peran orang tua dan masyarakat pada masa itu. Padahal dunia pendidikan dulu tidaklah sehebat sekarang dengan media dan teknologi jauh lebih canggih. Karakter anak-anak pada masa dulu jauh lebih berakhlak dibandingkan anak-anak sekarang. Pendidikan keraslah yang menyebabkan mereka mempunyai karakter baik.

Dulu, ketika belum ada embel-embel HAM, anak-anak yang melakukan kesalahan yang melewati batas akan dipukul oleh gurunya sehingga menjadi efek jera dan mereka tidak akan mengulang kesalahannya lagi, jika anak itu mengadu kepada orang tuanya maka orang tua ikut memarahi bahkan memukul anaknya karena sudah melakukan kesalahan. Coba anak-anak sekarang, kalau dipukul oleh guru sedikit saja, maka siap-siap dinginnya jeruji besi akan menanti guru tersebut. 

Bagaimana rumus pendidikan karakter sebenarnya? Pendidikan karakter yang bisa membuat siswa memiliki karakter baik. Apakah ada? Jangan-jangan hanya teori saja dan sulit untuk diterapkan. Barangkali ada, yaitu pendidikan ramah anak, pendidikan cinta dan kasih sayang. Namun hati-hati juga, pendidikan ramah anak akan membuat anak besar kepala dan semena-mena karena mereka tidak takut dengan gurunnya. Lagi-lagi  ini soal karakter. Lalu kesalahannya dimana?.
******
GURU
Guru profesional adalah guru yang mampu mendidik siswanya menjadi generasi yang mampu bersaing dan memiliki moral yang baik, seorang guru hendaknya memiliki prilaku yang baik yang mampu menjadi tauladan yang patut diikuti oleh siswanya. Keprofesionalitas seorang guru sangat penting bagi siswa karena guru mempunyai tugas yang sangat berat dalam mendidik, mengarahkan dan memotivasi para siswa untuk menjadi siswa yang luar biasa dan bermoral. 

Guru adalah pendidik sejati dengan tugas pokoknya yaitu mengajar, mendidik, melatih, membimbing dan mengarahkan. Sebelum sang guru memperbaiki karakter para siswanya maka para guru harus terlebih dahulu memperbaiki karakter mereka sendiri. Karakter malas, karakter korup dan karakter tidak menghargai orang lain harus jauh-jauh dibuang dan beralih kepada karakter yang patut untuk ditiru oleh para siswanya yaitu karakter seorang guru sejati. 

DOSEN
Jika siswa bodoh, siapa yang disalahkan? Semua orang akan menjawab “Guru”. Jika guru bodoh, siapa yang disalahkan? Banyak orang akan menjawab “system pendidikan”. Terlalu jauh menyalahkan system pendidikan karena system telah didesain sedemikian rupa dengan berbagai kajian dari  hasil penelitian. Kenapa tidak ada yang menyalahkan “Dosen”? Apakah dosen makhluk paling suci yang tidak bisa disalahkan?. Siswa di sekolah belajar dengan guru, guru belajarnya dengan dosen bukan dengan hantu. Dosenlah yang harus disalahkan, kenapa tidak berhasil mendidik para guru untuk bisa hebat dan profesional?.

Kita semua merindukan dosen yang mau menjadi seperti guru, ikhlas dan mau membagi ilmu tanpa dibayar,menginspirasi dan mampu menggerakkan. Ilmu itu tidak semata-mata karena uang. Kita merindukan dosen-dosen yang update dan berpikir maju. Kita merindukan dosen yang berjiwa organisasi yang bisa menjadikan mahasiswanya sebagai insan yang siap pakai dalam semua kondisi. Kita merindukan dosen yang tidak berorientasi pada nilai/hasil semata dengan mengenyampingkan proses. Dosen yang tidak mau dikritik silahkan masuk ke tong sampah karena tempatnya bukanlah di kampus tapi di tempat pembuangan. 

KORUPSI
Korupsi adalah karakter yang tidak boleh dimaafkan. Korupsi kerap terjadi di kalangan pemerintahan yang mempunyai dana besar sehingga membuat tergiur mereka yang berhati busuk untuk mencuri uang negara. Belakangan ini korupsi tidak hanya terjadi di lembaga pemerintahan saja namun sudah mulai merambah pada lembaga suci seperi sekolah dan kampus. Miris bukan?. Padahal lembaga pendidikan adalah benteng terakhir untuk memberantas korupsi. Jika lembaga pendidikan saja sudah melakukan korupsi lalu lembaga mana lagi yang harus kita percayai?.

Kampus yang seharusnya mendidik para mahasiswa untuk menjadi pemimpin yang berkarakter justeru mempertontonkan perilaku yang tidak pantas. Bagaimana para mahasiswa bisa meneladani para guru mereka yang bermental murahan seperti itu. Jika aktivitas korupsi di kampus tidak segera diakhiri maka siapa yang akan membersihkan korupsi di negara kita ini?. 

KOMITMEN MEMAJUKAN
Pendidikan di Negara kita akan tumbuh berkembang seperti negara-negara maju jika ada niat baik dari semua pihak untuk memajukannya. Kalau niat baik tidak ada dan selalu mentok karena uang maka kiamatlah dunia pendidikan kita. Banyak pihak yang memiliki wewenang untuk mengambil kebijakan yang cerdas dan memberikan dampak perubahan yang singnifikan terhadap dunia pendidikan justeru tidak berani karena alasan tidak ada dana, peraturannya tidak boleh, ini, itu dan banyak alasan lainnya. Padahal kalau kita mau jujur, kendalanya cuma pada niat dan komitmen untuk memajukan pendidikan tidak ada.

Benang merah semua persoalan pendidikan kita ada pada karakter. Yaitu karakter pemerintah, Guru/dosen, masyarakat dan siswa. Jika semua komponen ini mau introfeksi diri, berpikir maju, dan saling membantu bahu-membahu untuk memajukan pendidikan dengan penuh cinta, maka Insya Allah, dunia pendidikan kita akan sangat luar biasa. Anak-anak luar biasa yang akan memimpin Indonesia kelak. 

Selamat Hari Guru 2015.

[Kuta Lawah, 25 November 2015]

Kualitas Pergaulan Menentukan Kualitas Kehidupan

cara menvari teman yang baik
http://iconosquare.com/darmanreubee
"Seseorang tergantung Agama temannya, maka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat dengan siapa dia berteman".
(HR. Imam Abu Dawud)

Sebagai Muslim, kita dilarang membeda-bedakan teman. Suatu hal yang perlu diingat bahwa adanya teman-teman yang dekat bukan berarti membatasi seseorang pada ruang lingkup beberapa orang teman saja dan membatasi dengan orang lain. Tapi setidaknya, carilah teman yang membawa manfaat atau memberi manfaat bagi kita dan kita pun bisa bermanfaat baginya. Kalau dalam ilmu fisika dikenal dengan istilah gaya aksi dan reaksi.

Seberapa besar pernanan pergaulan terhadap kesuksesan hudup kita? Sangat besar. Kita tidak mungkin bisa sukses, jika pergaulan kita selalu menempatkan kita dalam kondisi kegagalan. Dan kita akan merasakan kemudahan meraih kesuksesan, jika pergaulan kita selalu menempatkan kita dalam kondisi yang tepat.

Identitas dan kualitas diri kita bisa dinilai dari jenis teman dan lingkungan dimana kita bergaul serta berinteraksi. Pergaulan dan lingkungan besar peranannya dalam pembentukan karakter kita. Kita bebas memilih apapun, tapi lingkungan selalu memilihkan untuk kita. tentu saja kita bebas mengubah atau mengganti lingkungan, tapi lingkungan selalu mempengaruhi kita sesuai cara berpikir mereka. Oleh karenanya kita cukup mengubah pergaulan saja, maka kehidupan kita akan berubah. Karena pergaulan memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan apa yang kita pikirkan.

Lihatlah burung, burung-burung terbang bersama dengan yang sama bulunya. Burung merpati tidak akan tebang dengan burung elang, harimau tidak akan jalan bersama dengan kambing, ayam tidak akan berkerumun bersama dengan musang. Seekor kucing jika berada bersama rombongan harimau maka akan sangat menakutkan namun sebaliknya jika harimau bersama rombongan kucing maka harimau  tidak akan menakutkan. 

Melihat situasi kekinian yang kian tidak menentu, utamanya soal akhlak dan keimanan nampaknya petuah dari orangtua kita zaman dulu bisa dijadikan pedoman “Berteman dengan tukang minyak wangi kita akan ikut wangi, berteman dengan tukang minyak tanah kita akan ikut bau minyak tahah”. Petuah ini mengajarkan kepada kita, bahwa untuk menjadi baik, kita harus berkumpul dengan orang-orang yang baik pula. Karena akibat kebaikannya itu, secara tidak langsung akan mengajarkan sifat terpuji lainnya kepada kita. Dengan kata lain, kalau kita ingin hati kita sehat maka hindarilah bergaul dengan orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah.

Apabila kita salah dalam bergaul, lambat laun hal-hal yang bersifat positif yang ada di dalam diri akan melebur dan beradaptasi dengan lingkungan yang buruk tersebut. Karena sudah menjadi naluri dan sifat dasar makhluk hidup, mereka akan beradaptasi, menyelaraskan diri dan menyerupai lingkungan dimana mereka berada untuk bertahan hidup. Baik lingkungan kita maka baiklah kita, buruk lingkungan kita maka buruklah kita.

Maka dari itu, mulai saat ini cobalah untuk mengevaluasi ulang daftar teman serta kondisi lingkungan yang selama ini kita hidup. Bisa jadi, sifat-sifat buruk dan negatif yang ada di dalam diri kita saat ini merupakan hasil pendidikan dari lingkungan dan teman. 

Pergaulan yang baik selalu melahirkan orang-orang baik, pergaulan yang hebat selalu melahirkan orang-orang yang hebat. Dan orang-orang baik dan hebat selalu menciptakan lingkungan baik yang hebat. Kualitas diri kita selalu sama dengan kualitas pergaulan yang kita jalani. 

#Darbe. 8 November 2015.

Bertualanglah Sebelum Istrimu Melarangnya

Pertualanagan
Di Perjalanan Mneuju Puncak Gungung Ile Ape, Lembata, NTT
Masa muda adalah masa yang paling menggebu-gebu, kata Bung Roma Irama. Bagaimana tidak, masa muda dengan kondisi yang masih labil akan memungkinkan untuk melakukan banyak hal. Jika tidak dikontrol dengan baik maka masa muda akan dibuang begitu saja, banyak yang terjerumus dalam dunia hitam narkoba, tidak sedikit yang menghabiskan masa muda dalam jeruji besi. Dan banyak juga yang memanfaatkan masa muda kepada hal-hal yang positif, seperti bergabung dengan komunitas-komunitas sosial, mengikuti berbagai even nasional maupun internasional, mengunjungi berbagai tempat, menikmati kekayaan alam Indonesia raya dan banyak lagi cara orang-orang memanfaatkan masa mudanya.

Jika masa muda hanya disibukkan dengan aktivitas di rumah, kampus dan pustaka. Rutinitas hanya belajar saja tanpa mau bersosialisasi dengan banyak orang, sayang sekali. Masa muda seperti itu sepertinya sangat memprihatinkan. Albert Einstein saja tidak begitu belajarnya. Waktu untuk berpergian selalu dia sisihkan.

Ilmu yang kita dapat dari buku hanya beberapa persen saja, itupun kebanyakan teori doang dan kadang fakta sebenarnya tidak seperti itu. Lalu dimana ilmu yang sebenarnya? Di alam bebas, di lingkungan sosial, dan di berbagai tempat. Jika tidak mau menyesal di hari tua maka carilah ilmu di alam bebas. Tidak hanya itu, kitapun bisa langsung mempraktekkannya. Caranya gimana? Berpergian dan bertualang.

Bertualanglah. Nikamati indahnya alam semesta. Tak perlu jauh. Yang penting bergerak dari tempat semula. Pergilah ke tempat-tempat yang jarang di kunjungi oleh orang lain dan dokumentasikan. Lalu ceritakan. Mumpung masih muda, belum ada yang melarangnya. Jika sudah punya istri apalagi anak maka peluang untuk bertualang semakin kecil. Sudah pada sibuk ngurusin istri, kalau sudah punya anak udah sibuk antar-jemput anak ke sekolah. Maka bertualanglah mumpung masih ada waktu luang.

Tidak semua orang suka, banyak yang tidak berani apalagi mau untuk bertualang. Alasannya bayak sekali,mulai tidak ada waktu, uang, gak ada teman dan sampai tidak diberi ijin oleh orang tua. Padahal dengan bertualang kita bisa mendapatkan ilmu baru, teman baru dan suasana baru. Bisa menghilangkan stres dan jenuh akibat rutinitas kuliah atau pekerjaan yang itu-itu aja, bahkan justeru sangat membosankan. 

Banyak hal-hal yang kita anggap tabu dulunya setelah bertualang akan menjadi hal yang biasa dan lumrah. Karena saraf otak sudah mulai terbuka dan dipaksa untuk berpikir. Dunia ini luas sekali. Alamnya bagaikan surga. Tidak mau main-main di tanah surga?.

Okelah. Gak perlu keliling Indonesia yang terlampau luas. Daerah kita sendiri aja belum habis dikunjungi. Apalagi nusantara yang luas ini, belum lagi keliling dunia. Menjadi katak dalam tempurung sangat tidak mengenakkan. Terasa dunia ini kecil sekali. Padahal kalau mau bertualang akan terasa sangat luas alam ini. 

Tidak mesti sekarang, nanti jika sudah mulai cukup uang, punya kesempatan. Bertualanglah. Kampung itu tidak akan lari, tidak perlu pulang kampung seminggu sekali, belajarlah dari luasnya alam ini, belajarlah dari masyarakat yang berbeda dari kita, belajar banyak hal yang belum dan bahkan tidak pernah kita lihat sebelumnya. 

Dan, mari bertualang sebelum istri kita melarangnya. :D

#Banda Aceh, 20 Agustus 2015.

Tentang Kisah Amalan yang Membukakan Pintu Rezeki

Pintu Rezeki
Akhirnya Teman Saya Menikah Juga
Rezeki yang banyak, siapa sih yang tidak mendambakannya? Semua orang pasti mendambakan. Uang yang banyak, rumah yang besar, mobil yang mewah dan jabatan yang tinggi. Rezeki tidak hanya dalam bentuk materi, segala sesuatu kenikmatan yang Allah berikan kepada kita juga merupakan rezeki seperti sehat badan, mendapatkan jodoh, dikaruniai anak, lulus ujian, terbebas dari musibah dan banyak contoh lainnya. Pertanyaannya, apakah kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan selama ini?.

Dalam hari-hari belakangan ini saya banyak mendapatkan momen istimewa, dari momen ini saya belajar banyak, dan terus introspeksi diri. Dari setiap momen yang saya dapatkan, ada tiga momen hidup yang sangat luar biasa, yang merupakan pengalaman orang-orang di sekitar saya, orang-orang yang menjadi teman diskusi, teman seperjuangan dan sebagai inspirasi bagi saya untuk menjalani kehidupan dengan penuh keberkahan.
*****
Pertama. Teman seperjuangan saya sejak SMA sampai sekarang bahkan juga tinggal satu kost. Kemarin adalah hari bahagia baginya dan juga kami sebagai teman. Prosesi ijab kabul berhasil dilaksanakan penuh dengan haru dan kegembiraan. Sah teman ini menghalalkan seorang gadis di Banda Aceh. Perlu saya kabarkan, teman saya ini dulunya adalah orang biasa-biasa saja. Sama dengan laki-laki lain di luar sana. Namun, beberapa bulan terakhir ini dia telah berubah drastis, berubah ke arah yang lebih baik, sekarang kalau boleh saya bilang telah menjadi seorang ustad. 

Pernah suatu ketika saya bertanya, apasih rahasia bisa menikah secepat ini? Teman ini menjawab: 
"Tidak ada rahasia, tidak ada yang luar biasa, saya cuma mengamalkan beberapa amalan saja seperti Shalat wajib selalu tepat waktu dan berjamaah, sering-sering Shalat Tahajud, dibiasakan Shalat Dhuha, perbanyak Tilawah Al-Quran dan usahakan selalu bersedekah, itu saja. 
Amalan-amalan yang mudah dan jarang orang lakukan. Padahal ketika kita sudah dekat dengan pemilik alam semesta maka apapun yang kita minta pasti akan Allah kabulkan.

Kedua. Ini juga tentang jodoh. Seorang kakak senior yang sudah berumur 36 tahun, cantik, tajir dan cerdas. Sayang sekali di umur yang hampir setengah abad dia tak kunjung mendapatkan pendamping hidup. Apasih yang kurang? Cantik, kaya dan pintar sudah melekat pada dirinya. Umur 36 tahun sangat riskan bagi wanita, dan sudah masuk dalam kategori bahaya. 

Kakak ini mulai khawatir, mulai berpikir keras dan mengintrospeksi diri: apa gerangan saya belum mendapatkan jodoh. Apa yang salah pada diri saya? Tidak lama setelah menginstropeksi diri akhirnya dia mendapatkan celah dan petunjuk. Rupaya selama ini dia jarang sekali bersedekah padahal Allah telah menitipkan harta berlimpah kepadanya berupa kecantikan, pintar, rumah besar, mobil mewah dan kedudukan. 

Tidak lama setelah dia mengetahui sebab muhabab belum mendapatkan jodoh, maka sejak itulah dia mulai menjual harta yang sangat dia cintai sepeti emas, mobil, dan menyedekahkan sebagian hartanya kepada orang-orang yang membutuhkan. Hal ini dilakukannya terus-menerus. 

Tidak lama dari itu, hanya berselang satu Minggu, kakak ini mendapatkan jodoh dan selang satu Minggu setelahnya melangsungkan pernikahan. Sekarang dia telah hidup bahagia dengan keluarga besarnya. Hidup dengan penuh cinta, kebersamaan dan tidak pernah lupa bersyukur dengan cara selalu mendekatkan diri kepada Allah.

Ketiga. Kalau ini tentang rezeki harta. Kawan karib saya. Sahabat yang menurut saya paling keren. Saya banyak belajar dalam menghargai hidup dari dia. Tadi malam sambil minum kopi dia bercerita, ceritanya lucu tapi luar biasa hikmahnya. Begini ceritanya:

Siang itu, setelah paginya sibuk dengan aktivitas bersih-bersih kamar, nyuci baju dan nyetrika. Perut terasa sangat lapar, bergegas untuk mandi dan bersemangat ingin pergi membeli nasi Padang di warung tidak jauh dari rumah kostnya. Begitu melihat dompet, isinya cuma Rp.3000,- sedangkan harga nasi Padang Rp.8000,- maka diurungkan niat untuk membeli nasi dan rela menahan lapar. Hari itu tidak ada teman yang bisa diminta untuk membantu karena semua sedang pada krisis. Apa boleh buat, pasrah adalah pilihan paling ampuh.

Sambil berbaring menahan rasa lapar, si kawan merenung: dulu Ustad saya di pesantren pernah bilang: ”jika ingin kaya maka bacalah Al-Quran Surat Al-Waqiah”. Maka tidak menunggu lagi si kawan langsung berwuduk dan membaca surat Al-Waqiah. Selang 10 menit sambil duduk di depan rumah tetiba lewat seorang pengemis. Si kawan menyedekahkan uang Rp.3000,- tadi kepada pengemis. 

Begitu si kawan masuk ke dalam rumah niat hati ingin tidur untuk menghilangkan rasa lapar, ada yang mengetuk pintu, rupanya ibu tetangga sebelah rumah membawakan makanan kari kambing. Selang beberapa menit sambil menyantap makan siang dari tetangga, telepon berdering, rupanya kabar dari sebuah instansi pemerintah untuk mengambil honor sebanyak Rp.2000.000,- sebagai instruktur dalam pelatihan yang si kawan sendiri sudah lupa tentang itu. Karena kegiatannya sudah sangat lama dan tidak pernah terbayang honor sebanyak itu.

Kami mendengar ceritanya dengan penuh antusias. Dan bagi kami pengalaman hidup si kawan adalah ilmu yang luar biasa. Tidak salah untuk diamalkan. Hal-hal mudah dan sederhana namun enggan kita lakukan.
*****
Banyak orang bingung dengan masalah rezeki yang dihadapinya, padahal Islam telah memberikan berbagai amalan mulia yang mudah dilakukan dan sudah dijanjikan Allah mampu membuka pintu rezeki. Barang siapa yang menginginkan rezekinya lancar, maka solusinya hanya satu, yakni mendekatkan diri kepada Allah.

Ada beberapa amalan mulia yang bisa di laksanakan untuk membuka pintu-pintu rezeki yaitu: Shalat tahajud, Shalat dhuha,Tilawah Al-Quran dan bersedekah. Allah mencintai hamba-hambanya yang senantiasa istiqamah menjalankan amalan-amalan mulia tersebut.

Bagi yang mimpi dan cita-citanya belum dikabulkan oleh Allah, mari kita coba amalan-amalan itu. Insya Allah akan dikabulkan. :)

#Darbe. Banda Aceh, 14 Oktober 2015.

Naufal Raziq Siswa Kelas VIII MTs Menjadi Bintang di Arena TTG Nasional 2015 di Banda Aceh

TTG Nasional 2015
Naufal Raziq saat menjelaskan cara kerja alat yang dibuatnya
Pergelaran Pekan Inovatif Nasional (PIN) Desa ke-1 dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XVII Tahun 2015 di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh sudah berlangsung sejak tanggal 8 Oktober kemarin. Aneka produk teknologi, makanan dan kerajinan tangan dari berbagai daerah seluruh Indonesia dipamerkan di arena ini. Melihat arena pagelaran yang dihelat selama enam hari ini tak ubahnya memasuki miniatur Indonesia Raya. Jika ingin melihat Indonesia datanglah ke tempat ini dan akan berlangsung sampai tanggal 12 Oktober 2015. Pastikan untuk membawa keluarga dan ajak orang se kampung.

Sejak berlangsungnya acara, saya setiap hari mengunjungi arena TTG, Alhamdulillah betah karena banyak sekali ilmu yang bisa dipelajari dari tempat ini, bagaimana tidak, produk-produk teknologi tepat guna yang serba sederhana banyak sekali saya jumpai. Bentuknya unik-unik, kreativitasnnya canggih, tidak ketinggalan jaman dan manfaatnyapun nyata. Bagi orang yang berkecimpung di dunia pendidikan rugi sekali kalau tidak berkunjung dan jika datang, pastikan menyiapkan berbagai pertanyaan untuk ditanyakan pada pembuat produk itu.

Ada yang menarik perhatian saya dan juga perhatian semua pengunjung pada pargelaran TTG kali ini. Ini versi saya bukan versinya pemerintah, yaitu Alat Energi Listrik dari Pohon Kedondong. Alat ini bukanlah hal baru bagi orang yang berkecimpung di dunia sains, bahkan di kampus konsepnya sering dipelajari, banyak makalah yang sudah membahasnya, namun yang menariknya adalah orang yang menemukan dan membuat produk ini adalah anak kecil yang masih duduk di kelas VIII MTs Negeri Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh. 

Naufal Raziq di TTG Nasional 2015
Naufal Raziq Siswa Kelas VIII MTs
Namanya Naufal Raziq, saya sangat tertarik dan bangga melihat kepiawaian anak ini dalam menjelaskan cara kerja alat yang dia buat bahkan dia dengan mudah menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh pengunjung. Sangat menguasai konsep IPA dan tahu betul terhadap alat yang diciptakannya itu. Cara Naufal menjelaskan tidak hanya membuat para pengunjung mengerti konsep, cara kerja kerja dan latar belakang alat ini diciptakan tetapi juga membuat para pengunjung termotivasi ingin membuat alat serupa di rumah mereka masing-masing. Kevokalan dan olah bahasanya sudah seperti mahasiswa presentasi saat seminar proposal di kampus, untuk anak seumuran dia bagi saya sangat luar biasa. 

Saya sempat bertanya bagaimana cerita awal mula Naufal membuat alat ini, menurut Naufal, ide untuk membuat Alat energi Listrik dari Pohon Kedondong bermula saat dia duduk di bangku kelas VI SD saat mempelajari materi IPA tentang energi listrik di sekolah. Karena orang tuanya bekerja sebagai teknisi elektronik membuat Naufal tidak kesulitan untuk mendapatkan berbagai alat pendukung elektronik di rumahnya dan segera melakukan berbagai percobaan terhadap ilmu yang dia dapat di sekolah. Pada akhirnya Naufal memahami konsep dan dengan sedikit motivasi dari orang tuanya sehingga bisa membuat alat yang sekarang terpampang di arena TTG di stand Aceh. Menurut Naufal: dukungan, semangat dari ayah dan kecintaan seorang ibu sangat mempengaruhinya. Hebat bukan.

Banyak sekali yang mengunjungi stand Aceh hanya untuk melihat kehebatan Naufal Raziq ini, mulai dari anak sekolah, guru, mahasiswa, dosen dan para orang tua. Bukan apa-apa, mereka hanya bangga dan kagum. Sempat seorang ibu pejabat dari Sumatera Barat bilang, “Nak, pintar banget. Kamu makan apa sih?”. Saya yang sedang berada disampingnya bilang “makan nasi seperti kita juga lah bu”. Disampingnya ada seorang kepala sekolah salah satu SMP favorit di Banda Aceh berucap, “Naufal, kamu mau pindah ke Sekolah di Banda Aceh?, Jika mau, saya urus, saya beri beasiswa”. Menarik sekali. Berlian memang selalu diperebutkan.

Kemarin, saya menghabiskan 3 jam 28 menit berada di stand Naufal, hanya untuk melihat kepiawaian anak hebat ini. Begitu beranjak pulang, saya mulai berpikir dan khawatir. Tetiba timbul beberapa pertanyaan: apakah sekolah tempat Naufal menimba ilmu memberi apresiasi? Bagaimana dengan pemerintah Kota Langsa? Apa kabar pemerintah Aceh?. Ini aset, bukan soal karyanya tetapi soal bakat, semangat dan motivasi. Anak ini adalah aset daerah yang harus di dukung, anak ini adalah generasi emas yang akan menjadi ilmuan di masa mendatang. Anak seperti ini tidak bisa berkembang sendiri tanpa ada dukungan dari semua pihak. 

Kalau boleh jujur, stand Aceh ramai dikunjungi pengunjung karena anak ini, karna Naufal Raziq dengan Alat Energi Listrik dari Pohon Kedondong. Semoga Naufal semakin bersinar dan semoga pemerintah mendukung perkembangannya.

Bagi yang ingin menyaksikan kepiawaian dan karnya Naufal Riziq silahkan berkunjung ke arena TTG mulai 7–12 Oktober 2015. 

#Darbe. Banda Aceh, 10 Oktober 2015

Tidak Ada Perayaan. Selamat Ulang Tahun SM3T

SM3TRI
Selamat Ulang Tahun SM3T
Saya hampir lupa dan sayapun berkeyakinan tidak banyak yang tahu hari lahir SM3T. Sebuah program yang digagas oleh Kemendikbud dalam hal ini Dikti yang bertema besar “Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia”. Empat tahun yang lalu tepatnya 6 September 2011 lahir sebuah program pemerintah yang menyejukkan hati banyak orang, membuat dunia pendidikan kegirangan karena akan ada secercah harapan untuk meningkatkan mutu pendidikan yang pada saat itu mulai terpuruk, mulai ada harapan untuk melahirkan generasi emas terbaik bangsa dari pelosok sana.

6 September 2011. Resmi program Sarjana Mendidik di Derah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) diluncurkan dan berhasil mengirimkan ribuan guru ke pedalaman Indonesia. Pada masa itu tidak banyak yang tahu tentang SM3T, publikasinyapun sangat minim. Kalah tenar dengan program Indonesia Mengajar yang saat itu sangat masif dalam publikasi. Dan program SM3T pada saat itu juga masih banyak sekali kekurangan sana dan sini. Maklum, program baru yang harus merangkak, belajar dan berbenah.

Alhamdulillah, sekarang SM3T sudah berumur 4 tahun. Sudah melahirkan lima generasi. Sudah mengirimkan belasan ribu guru ke pelosok negri. Mereka mengabdi dan mencerdaskan anak-anak Indonesia. Program ini semakin dikenal bahkan mulai menjadi ekslusif dengan seleksi yang sangat ketat untuk bisa bergabung. Hanya memilih para guru terbaik saja dari setiap LPTK seluruh Indonesia. Program ini semakin anggun dengan output Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan selanjutnya PNS khusus dengan istilah Guru Garis Depan (GGD). SM3T akan selalu menjadi wanita cantik yang selalu dilirik oleh banyak orang. 

SM3T telah melahirkan insan-insan yang luar biasa. Melahirkan guru-guru hebat yang telah ditempa oleh alam pedalaman selama setahun. SM3T telah melahirkan orang-orang serba bisa yang tahan banting dalam kondisi apapun. SM3T telah menempa pemuda-pemuda manja dan apatis menjadi pemuda yang luar biasa. SM3T telah mengajarkan banyak orang untuk menghargai sebuah pertualangan dengan sejuta ilmu dan pengalaman. SM3T telah mengajarkan kepada seluruh Keluarga besarnya arti sebuah rasa syukur, hikmah dan pengorbanan. Mengajarkan arti sebuah ketulusan dari lubuk hati yang paling dalam. 
******
Tidak seperti program-program pemerintah lainnya. Setiap hari jadi,hari lahir atau ulang tahun selalu dirayakan dengan penuh suka cita, kemeriahan dan kemegahan. Publikasi pesta menyebar ke seantero Indonesia, pembaca berita sibuk memuji puja di setiap televisi pemerintah dan swasta. Meriah sekali. 

Namun, tidak dengan program SM3T. Tahun ini lesu sekali, tidak ada gegap gempita perayaan. Tidak ada pesta kemegahan. Tidak ada pertemuan untuk merayakan. Tahun ini pemerintah dalam hal ini Kemenristekdikti tidak ambil bagian dalam perayaan. Kita semua maklum, bangsa kita sedang krisis. Rupiah melemah hingga sentuh 14.192 per dolar AS. Tidak ada kesempatan untuk berpesta dan bermegah-megahan. Semua orang harus berhemat dan fokus membantu membagun perekonomian bangsa.

Biarpun pemerintah tidak membuat perayaan. Bukan berarti SM3T itu hilang dari hati para alumninya, dan tidak akan pernah hilang dalam hati teman-teman yang sedang mengabdi di pelosok sana, begitu juga dengan anak-anak didik mereka. Karena SM3T telah membuat semua orang menjadi berarti, gegap gempita perayaan dengan cara dan gaya setiap orang akan selalu dikampanyekan dengan penuh kehangatan. 

Teman-teman yang sedang berada di pelosok sana pasti sudah mempersiapkan perayaan khusus bersama anak-anak terbaiknya, bersama masyarakat merayakan ulang tahun sebuah program besar yang bernama SM3T. Begitu juga dengan para alumninya, pasti ada agenda khusus yang sudah mereka persiapakan dengan cara mereka sendiri. Tidak perlu perayaan mahal yang dilaksanakan oleh pemerintah, justeru membuat orang marah karena akan menghabiskan banyak uang negara. Biarlah kami atas nama keluarga besar SM3T merayakannya dengan perayaan kami sendiri. Dan kami tahu bagaimana caranya.
******
Terimakasih SM3T telah mempertemukan kami dengan orang-orang hebat, terimakasih telah memberi kesempatan kepada kami untuk menikmati lukisan Indonesia raya dari Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Pulau Rote. Terimakasih telah mempertemukan kami dengan keluarga baru, teman baru dan pengalaman baru. Terimaksih telah melahirkan para pendidik hebat dan berdedikasi tinggi. 

Terimakasih SM3T telah memberikan waktu setahun untuk kami dalam memperjuangkan cita-cita, mimpi, idealisme dan harapan. Hanya setahun menjadi guru di pedalaman, kami telah menjadikan ini sebagai sesuatu yang berarti dan penuh arti. Kami semua yakin bahwa pengalaman setahun di pedalaman merupakan nilai terbaik dengan predikat cumloude yang diberikan oleh Universitas kehidupan yang tidak akan pernah kami lupakan. 

Pengalaman setahun ini akan menjadi bagian dari sejarah hidup yang tidak mungkin bisa kami lupakan: desa terpencil, alam pedalaman, masyarakat dan anak-anak didik itu akan selalu menjadi bagian dari hidup kami. [darbe]
Selamat Hari Jadi ke-4 SM3T.Semoga selalu ada untuk anak-anak Indonesia. Kami bangga.
[Banda Aceh, 6 September 2015]


Hari Jadi SM3T ke-4
hari Jadi SM3T
Foto dari Facebook Fitriani Anwar

Hari Jadi SM3T
Foto dari Facebook Fitriani Anwar

Papua
Foto dari Facebook Fitriani Anwar

SM3T Papua
Foto dari Facebook Fitriani Anwar