Home » , » Idul Adha dan Bhinneka Tunggal Ika

Idul Adha dan Bhinneka Tunggal Ika

Idul Adha
Idul Adha dan Bhinneka Tunggal Ika
Idul Kurban Lewoleba.
Bak uroe meugang hate lon bingong, meubek ta tanyong nye uroe raya, kupue adak sie siploh beulangeng, nyoe awak tanyoe hana sajan ma.  :`(

Sepotong kalimat diatas merupakan ungkapan hati seorang teman guru muda SM-3T melalui akun facebooknya. Jelas sekali menggambarkan kegalauannya jauh dari orang tua pada lebaran Idul Adha tahun ini dan pastinya Idul Fitri tahun depan. Meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh dalam menyambuat lebaran dengan memasak danging, biasanya daging sapi dan kambing adalah pilihannya. Pada hari meugang dan lebaran semua sanak saudara berkumpul bersama. Akan merasa terasing dan sangat sedih kalau salah satu keluarga tidak ada, baikkah itu mereka yang tidak ada dirumah atau yang ada dirumah, mereka akan sama-sama merasakan kesedihan sangat mendalam. Suasana lebaran dirumah pasti tidak akan menyenangkan seperti ketika seluruh anggota keluarga lengkap, bagaikan subuah gambar Puzzle, jika satu Puzzle tidak ada maka gambar itu akan terasa aneh dan jelek.

Satu tahun bukanlah waktu yang singkat, kangen keluarga di kampung dan sipujaan hati itu pasti. Siapa sih yang tidak mau menikmati kebersamaan bersama keluarga tercinta, tapi apa hendak dikata tugas negara telah mengikat kita untuk mengabdi kepada bangsa tercinta.

Idul Adha kali ini di Lewoleba ibu kotanya kab. Lembata pulau yang jauh dari ujung Sumatra sana berpenduduk 98 % Katolik. Prediksinya akan luar biasa perayaan lebaran disini, pasti akan banyak keunikan yang membuat mata melotot ternganga, akan banyak  kilat yang keluar dari jepretan kamera. Apakah umat muslim (minoritas) akan nyaman melaksanakan solat Idul Adha nanti? tanyaku pada seorang tokoh muslim yang juga orang tua asuh saya. Dengan enteng dia menjawab “ada Allah bersama kita”. Apakah perlu pengawalan polisi, bapak? Tidak perlu, tidak akan ada orang yang berani mengganggu, masyarakat disini sangat toleran, cetusnya. Memang harus diakui masyarakat di Lembata sangat toleransi terhadap perbedaan keyakinan. Tidak pernah terjadi kisruh antar umat beragama, mereka bisa hidup berdampingan tanpa ada masalah sedikitpun sehingga wajar kalau Lembata dijuluki laboratorium umat beragama.

Saya tekejut ketika salah satu pemuda gereja mengataakan “Muslim solat Idul Adha kami yang jaga toh” sangat luar biasa, Indonesia banget, sungguh aplikasi Bhinneka Tunggal Ika sangat baik, cobak saja kalau semua masyarakat Indonesia punya pikiran dan prilaku toleransi seperti disini, sungguh ledakan bom tidak akan pernah kita dengar, kerusuhan antar umat beragama tidak akan terjadi, kita akan hidup rukun tanpa ada caci maki. Indonesia itu satu, satu bangsa satu nusa satu bahasa.

Kita boleh beda, beda warna kulit, beda bentuk tubuh, beda bentuk wajah tapi kita sama, sama-sama orang Indonesia dengan azas Pancasila.

Mari menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika.

Kangen Keluarga, Mohon maaf lahir batin ayah dan ibu.

Semoga doamu selalui menyertaiku.

[M.Darmansyah]

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment